Kanal

Perumdam Tirta Siak: Kualitas Air Perpipaan Tak Kalah dari Air Kemasan

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Perumdam Tirta Siak terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan air perpipaan. Perusahaan daerah tersebut mengklaim kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan telah memenuhi standar yang baik dan tidak kalah dibandingkan air minum dalam kemasan maupun air isi ulang. Selain lebih efisien, penggunaan air perpipaan juga dinilai dapat membantu mengurangi eksploitasi air tanah yang berlebihan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Siak Suryana Hakim mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kualitas air yang disalurkan melalui jaringan perpipaan. Upaya tersebut dilakukan seiring perluasan layanan yang dijalankan perusahaan.

Pada tahun lalu, Perumdam Tirta Siak berhasil memasang sekitar 1.400 sambungan rumah (SR) gratis melalui program yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK). Program itu bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih yang aman dan berkelanjutan.

“Memang tidak mudah meyakinkan masyarakat. Namun ketika turun langsung ke lapangan, kami sekaligus memberikan penjelasan mengenai kualitas air yang kami distribusikan. Dari hasil pengujian tingkat Total Dissolved Solids (TDS) dan pH, kualitas air tersebut tidak kalah dengan air minum kemasan,” kata Suryana.

Menurutnya, penggunaan air perpipaan tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan sumber daya air tanah. Ia menilai ketergantungan terhadap air tanah perlu mulai dikurangi karena dapat menimbulkan dampak lingkungan dalam jangka panjang.

Suryana menyoroti proses produksi air minum isi ulang yang sebagian besar masih memanfaatkan air tanah sebagai bahan baku. Dalam proses penyaringan menggunakan teknologi reverse osmosis (RO), sebagian besar air justru terbuang sebagai limbah.

“Saya pernah melakukan pemeriksaan langsung menggunakan alat uji di lokasi usaha air isi ulang. Dalam satu proses produksi, sekitar 60 persen air terbuang dan hanya 40 persen yang dimanfaatkan. Air yang terbuang itu biasanya dialirkan kembali ke tanah atau dibuang ke parit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, semakin besar volume air yang diproduksi, semakin banyak pula air yang harus dibuang dalam proses penyaringannya. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah air tanah yang diambil jauh lebih besar dibandingkan volume air yang akhirnya dikonsumsi masyarakat.

Sebagai ilustrasi, untuk menghasilkan satu galon air siap konsumsi diperlukan volume air baku yang lebih besar karena sebagian harus dibuang selama proses pengolahan. Jika praktik tersebut berlangsung terus-menerus dalam skala besar, cadangan air tanah berpotensi semakin berkurang.

Karena itu, Perumdam Tirta Siak terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan air perpipaan sebagai alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain memberikan akses air bersih yang mudah, penggunaan air perpipaan juga dinilai dapat mendukung upaya pelestarian sumber daya air di Kota Pekanbaru.

Di sisi lain, Perumdam Tirta Siak saat ini mengelola sejumlah zona pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema pengelolaan yang berbeda. Untuk Zona 2, pelayanan dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bersama PT Tirta Madani. Sementara Zona 3 dikelola oleh PT Tirta Riau dengan pola kerja yang hampir serupa.

“Setiap zona memiliki sistem pelayanan yang berbeda. Pada Zona 1, sumber air baku berasal dari Danau Buatan di Rumbai Timur. Sedangkan untuk Zona 2, air baku diambil dari Sungai Kampar di Desa Kualu,” jelas Suryana.

Pembagian zona pelayanan tersebut dilakukan untuk memudahkan distribusi air bersih sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan jaringan perpipaan di seluruh wilayah Kota Pekanbaru. (*)

Ikuti Terus RuangRiau

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER