PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Jalur domisili menjadi jalur paling diminati dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri di Kota Pekanbaru tahun 2026. Jumlah pendaftar bahkan melampaui kuota yang tersedia, sementara sejumlah jalur lain justru masih sepi peminat.
Berdasarkan data dari laman resmi SPMB SMP Negeri Kota Pekanbaru hingga Sabtu (27/6/2026), jumlah pendaftar melalui jalur domisili mencapai 8.301 siswa, sementara kuota yang tersedia hanya 7.533 kursi.
Artinya, terdapat kelebihan pendaftar sekitar 768 siswa dibanding daya tampung yang ada pada jalur tersebut.
Sebaliknya, beberapa jalur lain justru masih minim peminat. Jalur yang paling sepi tercatat pada jalur prestasi akademik berdasarkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dari kuota 323 kursi, jumlah pendaftar baru mencapai 22 siswa.
Jalur afirmasi juga belum memenuhi kuota yang tersedia. Hingga penutupan pendaftaran, jumlah pendaftar melalui jalur ini tercatat 1.478 siswa, sedangkan daya tampung mencapai 3.089 kursi.
Kondisi serupa juga terlihat pada jalur mutasi. Jumlah pendaftar hanya 224 siswa, jauh di bawah kuota yang disediakan sebanyak 777 kursi.
Sementara itu, pada jalur prestasi non-akademik tercatat 476 pendaftar dari total kuota 2.234 kursi.
Adapun jalur prestasi akademik berdasarkan nilai rapor juga belum memenuhi kapasitas. Jumlah pendaftar pada jalur ini mencapai 704 siswa, sedangkan kuota yang tersedia sebanyak 1.486 kursi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, memastikan seluruh tahapan pendaftaran SPMB tingkat SMP Negeri telah resmi berakhir.
“Untuk tahap pendaftaran sudah berakhir pada Kamis kemarin,” kata Alek, Sabtu (27/6/2026).
Setelah tahapan pendaftaran selesai, proses selanjutnya adalah pengumuman hasil seleksi. Pemerintah Kota Pekanbaru menjadwalkan pengumuman hasil SPMB pada Senin, 29 Juni 2026.
Alek menambahkan, peserta yang dinyatakan lolos nantinya wajib melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Sedangkan untuk daftar ulang berlangsung hingga 1 Juli 2026 mendatang,” jelasnya.
Tingginya jumlah pendaftar di jalur domisili menunjukkan bahwa sekolah negeri yang dekat dengan tempat tinggal masih menjadi pilihan utama masyarakat. Di sisi lain, rendahnya peminat pada sejumlah jalur prestasi dan mutasi menjadi catatan tersendiri dalam evaluasi pelaksanaan SPMB tahun ini. (*)