PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong kerja sama dengan pengembang perumahan untuk memperluas akses layanan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Langkah ini dilakukan agar setiap kawasan hunian baru dapat terlayani jaringan air bersih sejak awal pembangunan.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, salah satu tantangan yang masih dihadapi PDAM saat ini adalah tingginya tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW), yakni air yang sudah diproduksi namun belum memberikan pendapatan bagi perusahaan.
"Persentase kehilangan air masih sekitar 75 persen. Artinya, air bersih yang tidak bisa dimanfaatkan secara optimal masih sangat besar," kata Markarius.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan banyak potensi air baku yang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, Pekanbaru memiliki sumber air baku yang cukup melimpah dengan kualitas yang baik dan berpotensi dikembangkan menjadi air siap minum.
"Potensi ini belum sepenuhnya bisa dimanfaatkan karena jaringan distribusi dan cakupan layanan PDAM masih terbatas," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru terus mendorong sinergi dengan para pengembang perumahan. Setiap pembangunan kawasan hunian baru diharapkan dapat terintegrasi dengan jaringan PDAM sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada sumber air alternatif seperti sumur bor.
"Kami berharap ke depan setiap perumahan baru menggunakan layanan PDAM. Selama ini masih banyak kawasan perumahan yang menggunakan sumur bor sebagai sumber air bersih," jelas Markarius.
Ia menyebut, keterlibatan para pengembang sangat penting dalam memperluas cakupan layanan air bersih. Salah satunya melalui kerja sama dengan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) untuk memberikan informasi terkait rencana pembangunan kawasan perumahan baru.
Dengan informasi tersebut, Pemko Pekanbaru dapat melakukan pemetaan lebih awal dan menyiapkan jaringan distribusi air bersih sesuai kebutuhan kawasan.
"Melalui komunikasi yang baik dengan Himperra, kami bisa mengetahui lokasi perumahan baru yang akan dibangun. Sehingga jaringan PDAM dapat disiapkan sejak awal dan masyarakat bisa memperoleh akses air bersih yang lebih mudah serta berkualitas," pungkasnya. (*)