Kanal

Polsek Rupat Utara Bersama Para Kades Bersinergi Lanjutkan Program Jagung Pipil

BENGKALIS (RUANGRIAU.COM) - Program ketahanan pangan melalui penanaman jagung pipil di Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, akan kembali dilanjutkan. Polsek Rupat Utara bersama pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sepakat menggelar penanaman jagung pipil secara serentak di seluruh desa dalam waktu dekat.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam evaluasi dan sosialisasi program ketahanan pangan yang digelar Polsek Rupat Utara bersama para kepala desa, Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Mapolsek Rupat Utara, Jalan Syamsurizal, Desa Tanjung Medang.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin Kapolsek Rupat Utara AKP Faisal, S.H. dan dihadiri Kepala Desa Teluk Rhu Mansur, Kepala Desa Putri Sembilan Suyutno, S.Pd.I., Kepala Desa Tanjung Medang Saiful, Kepala Desa Tanjung Punak Asri serta Kepala Desa Kadur Jaironi, S.Sos.

Turut hadir Direktur Bumdes dari Desa Kadur, Tanjung Punak, Tanjung Medang dan Putri Sembilan, serta Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Polsek Rupat Utara.

Dalam kegiatan tersebut, AKP Faisal menyampaikan arahan terkait program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya upaya memperkuat ketahanan pangan melalui penanaman jagung pipil.

Para kepala desa dan Direktur Bumdes juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

Dari hasil pembahasan, Polsek Rupat Utara bersama pemerintah desa sepakat untuk terus mendorong program penanaman jagung pipil di seluruh desa se-Kecamatan Rupat Utara.

AKP Faisal mengatakan penanaman jagung pipil secara serentak akan kembali dilakukan dalam waktu dekat, yakni pada Oktober 2026.

Selain penanaman, Bumdes di seluruh Kecamatan Rupat Utara juga menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program ketahanan pangan tersebut. Pelaksanaannya akan dilakukan dengan menggandeng Bhabinkamtibmas, mulai dari proses penanaman hingga masa panen.

Hasil panen jagung nantinya juga akan didorong untuk dipasarkan kepada Bulog. Dengan pola tersebut, program ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, mulai dari produksi hingga penyerapan hasil panen. (*)

Ikuti Terus RuangRiau

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER