<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://ruangriau.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://ruangriau.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Upacara Hari Koperasi Ke&#45;79, H Paisal: Mari Kita Bangun Koperasi Modern dan Profesional</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5664/upacara-hari-koperasi-ke79-h-paisal-mari-kita-bangun-koperasi-modern-dan-profesional</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DUMAI (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Riau menggelar upacara memperingati Hari Koperasi ke&#45;79 di Taman Bukit Gelanggang (TBG), Senin (13/7/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peringatan bertema &quot;Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya&quot;, menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pengembangan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam upacara ini Wali Kota Dumai H.Paisal, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Koperasi Republik Indonesia. Dalam amanat tersebut ditegaskan pentingnya transformasi kelembagaan koperasi agar mampu menjawab tantangan zaman dan meningkatkan daya saing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mari kita bangun koperasi yang profesional, modern, transparan, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,&quot; ucap H.Paisal saat membacakan amanat Menteri Koperasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut orang nomor satu di kota Dumai ini,peringatan Hari Koperasi ke&#45;79 harus menjadi momentum memperkuat gerakan koperasi melalui semangat gotong royong, solidaritas, perbaikan tata kelola, serta perluasan kolaborasi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para pelaku koperasi dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kepada seluruh insan koperasi di daerah, jangan pernah merasa berjalan sendiri. Negara hadir, pemerintah hadir, dan masyarakat membutuhkan koperasi yang kuat,&quot; katanya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam amanat menteri Koperasi juga disampaikan ajakan kepada generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan koperasi melalui kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi agar koperasi semakin relevan dan menjadi pilihan dalam membangun usaha bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dengan kreativitas, inovasi, serta adaptasi teknologi dari generasi muda, koperasi Indonesia diyakini akan menjadi pilihan utama dalam membangun usaha bersama demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan ini, Pemerintah Kota Dumai memberikan penghargaan kepada koperasi berprestasi tingkat kota Tahun 2026 kategori Koperasi Non&#45;TKBM,Koperasi Konsumen As&#45;Sakinah meraih peringkat pertama dengan nilai 7.800, disusul Koperasi Simpan Pinjam Bona Mandiri di peringkat kedua dengan nilai 7.325, dan Koperasi Jasa Primer Angkatan Laut Lanal Dumai di posisi ketiga dengan nilai 7.200. Adapun peringkat harapan diraih Koperasi Jasa Primkopasindo Rutan Kelas IIB Dumai dengan nilai 7.100.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi koperasi lain di Kota Dumai untuk terus meningkatkan tata kelola, inovasi, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. &lt;strong&gt;(Adv)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/97638878974-img-20260901-wa0156.jpg"/><pubDate>Mon, 13 Jul 2026 19:17:51 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5664/upacara-hari-koperasi-ke79-h-paisal-mari-kita-bangun-koperasi-modern-dan-profesional</guid></item><item><title>Wawako Dumai Hadiri Hari Peringatan Anak Nasional di Inhu</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5663/wawako-dumai-hadiri-hari-peringatan-anak-nasional-di-inhu</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INHU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto didampingi istri Anik Sulastri menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN), Kamis (23/7/2025), di Lapangan Hijau Rengat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara yang berlangsung dalam suasana semarak dan penuh keakraban ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan antara Pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam upaya sinergi program perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan di kabupaten/kota se&#45;Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tampak hadir dalam agenda ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Fauzi didampingi Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid bersama sang istri, Henny Sasmita Wahid, serta kepala daerah se&#45;Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di momen puncak peringatan Hari Anak Nasional tahun 2025 ini, Wawako Sugiyarto kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Dumai untuk memastikan pemenuhan hak&#45;hak anak.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mulai dari hak atas pendidikan yang layak, kesehatan yang prima, lingkungan yang aman dan nyaman, hingga hak untuk berpartisipasi dalam setiap aspek pembangunan yang menyentuh kehidupan mereka.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Anak&#45;anak adalah aset terbesar kita, dan masa depan negeri ini ada di tangan mereka,&quot; ucap Sugiyarto kepada awak media usai mengikuti rangkaian acara puncak peringatan hari anak di Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang nomor dua di Kota Dumai ini menambahkan,peringatan Hari Anak Nasional ini menurutnya sebagai pengingat bahwa anak&#45;anak adalah tunas bangsa, pewaris peradaban, dan harapan utama masa depan khususnya bagi anak&#45;anak di Kota Dumai, Riau dan Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mereka menjadi generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan berakhlak mulia,mari bersama kita jaga, bimbing dan berikan ruang seluas&#45;luasnya bagi anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensi terbaiknya,&quot; pesan Wawako.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi dalam sambutannya mengatakan, &amp;nbsp;papun persoalan yang terjadi,anak tidak boleh menjadi korban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beliau juga menekankan pentingnya memastikan hak dan pendidikan dan perlindungan anak tetap terpenuhi serta diprioritaskan di tengah situasi konflik atau sengketa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Poin&#45;poin utamanya Sekolah harus aman,lingkungan sekolah wajib menjadi ruang yang aman bagi anak untuk belajar, bermain, bertumbuh, dan berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian kondisi psikologis anak situasi yang tidak kondusif akibat konflik orang dewasa jangan sampai mengganggu rasa aman, proses belajar, maupun kondisi psikologis anak&#45;anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan terakhir Pendidikan adalah hak dasar,Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang wajib dipenuhi dan dilindungi oleh hukum. &lt;strong&gt;(Adv)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/67187365240-img-20260901-wa0155.jpg"/><pubDate>Thu, 23 Jul 2026 19:01:17 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5663/wawako-dumai-hadiri-hari-peringatan-anak-nasional-di-inhu</guid></item><item><title>Dumai Raih WTP 2025, Sembilan Kali Beruntun dari BPK</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5662/dumai-raih-wtp-2025-sembilan-kali-beruntun-dari-bpk</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DUMAI (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kota (Pemko) Dumai kali ini menorehkan prestasi dalam pengelolaan keuangan daerah dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau, Kamis (18/6/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Pengelolaan Pemeriksaan AKN V BPK RI, Dr. Juska Meidy Enyke Sjam, kepada Wali Kota Dumai H. Paisal, SKM., MARS, didampingi Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, S.A.B., di Auditorium BPK RI Perwakilan Provinsi Riau, Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Dumai Fahmi Rizal, Inspektur Daerah Riki Dwi Woro, serta Kepala BPKAD Hendra Usman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI, LKPD Pemko Dumai Tahun 2025 dinilai telah disusun sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), didukung sistem pengendalian intern yang efektif, serta memenuhi ketentuan peraturan perundang&#45;undangan yang berlaku. Selain itu, tidak ditemukan ketidakpatuhan yang berdampak material, serta pengungkapan laporan keuangan dinilai memadai dan transparan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan capaian tersebut, Pemko Dumai berhasil mempertahankan opini WTP selama sembilan tahun berturut&#45;turut sejak 2017.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Pengelolaan Pemeriksaan AKN V BPK RI, Dr. Juska Meidy Enyke Sjam, menyampaikan bahwa LHP merupakan hasil dari rangkaian pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan BPK sesuai amanat konstitusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“BPK berkewajiban melaksanakan pemeriksaan secara komprehensif dan akuntabel berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara. Hasil LHP ini diharapkan menjadi pedoman utama dalam meningkatkan efektivitas tata kelola keuangan dan kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Wali Kota Dumai H. Paisal menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Riau atas profesionalisme selama proses pemeriksaan serta berbagai masukan yang diberikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ditegaskan Paisal,capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat Kota Dumai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Berbagai catatan dan rekomendasi dari BPK akan segera kami tindak lanjuti demi perbaikan ke depan,&quot; kata Paisal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemko Dumai,lanjut Paisal telah menyiapkan rencana aksi serta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keuangan, guna memastikan pelaksanaan anggaran tahun berikutnya berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Dukungan dan pembinaan dari BPK sangat kami harapkan agar pengelolaan keuangan daerah dapat memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,&quot; pungkasnya. &lt;strong&gt;(adv/red)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/68184630817-img-20260901-wa0099.jpg"/><pubDate>Thu, 18 Jun 2026 18:57:58 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5662/dumai-raih-wtp-2025-sembilan-kali-beruntun-dari-bpk</guid></item><item><title>16 Sekolah di Pekanbaru Dapat Rp17 Miliar untuk Revitalisasi</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5661/16-sekolah-di-pekanbaru-dapat-rp17-miliar-untuk-revitalisasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45;&lt;/strong&gt; Sebanyak 16 sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Pekanbaru mendapat bantuan lebih dari Rp17 miliar dari pemerintah pusat untuk revitalisasi bangunan pada 2026. Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, atap dan plafon hingga pembangunan toilet.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadiadik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ini adalah program dari bapak presiden, dana pusat, atau yang kita kenal dengan dana APBN. Kita ada menerima untuk 16 sekolah dengan jumlah total lebih kurang Rp17 miliar lebih,&quot; ungkap Jamal usai mendampingi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau revitalisasi SDN 62 Pekanbaru, Senin (31/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SDN 62 Pekanbaru menjadi salah satu sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi. Dalam peninjauan tersebut, Agung melihat langsung proses perbaikan ruang kelas dan toilet.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung mengatakan, pembenahan sekolah akan dilakukan secara bertahap. Tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah pusat, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan anggaran APBD untuk mendukung perbaikan fasilitas sekolah lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita mulai membenahi satu persatu bangunan dan area sekolah, termasuk lapangan upacara,&quot; paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Agung, anggaran APBD juga dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan sekolah, seperti pemasangan paving block dan pembangunan toilet.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ada juga APBD, kita lakukan untuk perbaikan lainnya seperti paving block dan pembuatan toilet,&quot; paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jamal menjelaskan, dana revitalisasi dari pemerintah pusat langsung disalurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke rekening sekolah penerima. Pengelolaan dana tersebut dilakukan oleh pihak sekolah bersama masyarakat, sedangkan Dinas Pendidikan berperan melakukan pengawasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Uangnya langsung masuk ke sekolah. Uangnya sekolah dan masyarakat yang mengelola. Jadi dari dinas (Disdik) hanya pengawasan saja,&quot; ucap Jamal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengatakan dana tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan sekolah. Selain untuk rehabilitasi, sekolah juga diperbolehkan membangun ruang kelas baru jika jumlah ruang yang tersedia tidak mencukupi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Itu yang pertama, boleh membangun ruang kelas kalau dia kurang. Kedua untuk rehab, rehab atap, rehab plafon. Kemudian bisa juga digunakan untuk pembangunan toilet,&quot; ujar Jamal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Jamal, sekolah penerima bantuan ditentukan berdasarkan data yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Karena itu, sekolah tidak perlu mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekolah harus memastikan data mengenai peserta didik, guru, serta sarana dan prasarana selalu diperbarui melalui aplikasi Dapodik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jadi kita tidak perlu mengajukan proposal, karena dari kementerian itu mengambil data sekolah dari Dapodik,&quot; terang Jamal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia pun mengingatkan sekolah agar rutin memperbarui data Dapodik karena data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah pusat dalam menentukan penerima bantuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Maka itu terus kita sarankan kepada sekolah supaya mengisi Dapodik, karena sumber data di kementerian itu adalah Dapodik. Data siswa, guru dan sarana prasarana. Jadi tidak perlu lagi pakai proposal,&quot; tutupnya. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/57035141822-img-20260831-wa0253.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 11:50:28 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5661/16-sekolah-di-pekanbaru-dapat-rp17-miliar-untuk-revitalisasi</guid></item><item><title>DPRD Pekanbaru Soroti Ketidakhadiran Kepala OPD di Paripurna Laporan Reses</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5660/dprd-pekanbaru-soroti-ketidakhadiran-kepala-opd-di-paripurna-laporan-reses</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Rapat Paripurna DPRD Kota Pekanbaru dengan agenda penyampaian laporan pelaksanaan kegiatan reses anggota DPRD masa sidang ketiga tahun 2025/2026, Senin (31/8/2026), diwarnai interupsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Interupsi itu disampaikan Anggota DPRD Pekanbaru Fraksi Gerindra Zainal Arifin. Ia mempertanyakan minimnya kehadiran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat paripurna tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri, didampingi Wakil Ketua DPRD lainnya M Dikky Suryadi Khusaini dan Andry Saputra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Pemko Pekanbaru, hadir Asisten I Setdako Pekanbaru Syamsuwir dan diikuti beberapa kepala OPD. Diantaranya Kepala Kesbangpol Irwan Suryadi dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Iwan Simatupang, serta sejumlah camat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelum laporan reses dibacakan, Anggota DPRD Pekanbaru Zainal Arifin menyampaikan interupsi dan meminta pimpinan DPRD memberikan perhatian terhadap ketidakhadiran sebagian besar kepala dinas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sebelum laporan reses dibacakan, saya ingin mempertanyakan kehadiran kawan&#45;kawan OPD. Yang kita lihat sama&#45;sama, hampir semua kepala dinas tidak nampak,” kata Zainal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, agenda penyampaian laporan reses merupakan bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Aspirasi yang dihimpun anggota DPRD saat turun ke masyarakat perlu didengar langsung oleh jajaran OPD agar dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Reses ini pemerintah harus mendengar secara resmi di ruang terhormat ini, agar kepala dinas bisa merealisasikan apa&#45;apa yang menjadi usulan masyarakat ketika kita menampung aspirasi di daerah pemilihan masing&#45;masing,” cetusnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zainal yang juga Ketua Komisi II, meminta agar ke depan kehadiran kepala OPD dalam setiap rapat paripurna DPRD dapat menjadi perhatian serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apakah ke depan perlu kita absen seperti kita ini? Karena kita merasa tidak dianggap, seperti angin lalu saja. Mentang&#45;mentang Pak Wali atau Pak Wawako tidak datang, kepala dinas juga tidak datang. Ini ada apa?” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Zainal meminta pimpinan DPRD menjadikan persoalan tersebut sebagai perhatian dan meminta Pemko Pekanbaru memastikan kepala OPD serta camat dapat menghadiri agenda&#45;agenda paripurna yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi interupsi tersebut, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri mengatakan, aspirasi yang disampaikan sejumlah anggota dewan merupakan hal yang wajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kehadiran kepala OPD dalam rapat paripurna penyampaian laporan reses sangat penting agar mereka dapat mendengarkan langsung berbagai aspirasi masyarakat yang telah dihimpun anggota DPRD.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Memang ada interupsi dari teman&#45;teman beberapa fraksi melalui paripurna. Ketidakhadiran kepala OPD dalam masa sidang laporan reses ini sebenarnya sangat disayangkan,” ucap Azwendi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjelaskan, kepala OPD diharapkan dapat memahami berbagai kebutuhan dan persoalan yang disampaikan masyarakat melalui laporan reses. Dengan begitu, aspirasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Paling tidak kepala OPD bisa mendengarkan dan merencanakan programnya sesuai dengan aspirasi&#45;aspirasi yang disampaikan melalui laporan reses. Mereka bisa memahami dan mengetahui, sehingga dapat membuat program sesuai aspirasi anggota dewan dan masyarakat,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Azwendi menilai interupsi yang disampaikan anggota DPRD tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya kira interupsi yang disampaikan teman&#45;teman tadi merupakan suatu hal yang wajar,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Politisi Demokrat ini berharap persoalan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Pekanbaru agar ke depan koordinasi dan kehadiran jajaran OPD dalam agenda DPRD dapat lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Harapan kami ini menjadi koreksi bagi pemerintah kota agar bisa lebih tertib. Keluhan&#45;keluhan dari DPRD juga diharapkan dapat disikapi secara bijak,” tutup Azwendi. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/91230467861-img-20260901-wa0023.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 11:08:54 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5660/dprd-pekanbaru-soroti-ketidakhadiran-kepala-opd-di-paripurna-laporan-reses</guid></item><item><title>Asap Karhutla Ancam Prestasi Anak hingga Penghasilan Rendah saat Dewasa</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5659/asap-karhutla-ancam-prestasi-anak-hingga-penghasilan-rendah-saat-dewasa</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Karhutla tak hanya mengancam kesehatan dan mengganggu aktivitas belajar anak saat bencana terjadi. Sejumlah penelitian menunjukkan, paparan kebakaran hutan dan asapnya dapat meninggalkan dampak jangka panjang, mulai dari menurunnya prestasi akademik hingga berpotensi memengaruhi penghasilan ketika mereka dewasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temuan tersebut terungkap dalam sejumlah riset yang dilakukan di Australia dan Amerika Serikat. Anak&#45;anak yang berada di wilayah dengan dampak karhutla lebih parah tercatat mengalami penurunan capaian akademik dibandingkan mereka yang tinggal di wilayah dengan dampak lebih ringan. Penelitian lain bahkan menemukan paparan asap saat jam sekolah berkaitan dengan penurunan skor tes bahasa Inggris dan matematika, yang dalam jangka panjang berpotensi berkaitan dengan penghasilan seseorang ketika dewasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penelitian di Australia yang diterbitkan pada 2019 berjudul &quot;Delayed disaster impacts on academic performance of primary school children&quot; dalam jurnal Child Development milik Society for Research in Child Development.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu peneliti, Lisa Gibbs, mengatakan penelitian tersebut menganalisis performa akademik anak&#45;anak yang terdampak karhutla selama empat tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Temuan ini menyoroti dampak akademik yang berlangsung dalam jangka panjang serta mengidentifikasi peluang penting bagi intervensi dalam sistem pendidikan agar anak&#45;anak dapat mencapai potensi maksimal mereka,&quot; jelasnya, dikutip dari Science Daily.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penelitian itu menggunakan data 24.642 siswa sekolah dasar di Victoria, Australia, yang terdampak kebakaran hutan Black Saturday pada Februari 2009. Peneliti membandingkan siswa dari sekolah yang mengalami dampak tinggi atau sedang dengan siswa di sekolah yang mengalami dampak rendah atau tidak terdampak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Performa siswa kemudian dilihat melalui tes membaca, menulis, mengeja, berhitung, dan tata bahasa, dua dan empat tahun setelah kebakaran. Tes tersebut merupakan bagian dari National Assessment Program untuk mengukur perkembangan kemampuan literasi dan numerasi siswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam analisisnya, peneliti juga mempertimbangkan berbagai kondisi yang dapat memengaruhi capaian akademik, seperti tingkat pendidikan orang tua, bahasa, budaya, kesehatan, kondisi keluarga, serta kemungkinan pengaruh dari lingkungan sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasilnya menunjukkan, peningkatan capaian akademik yang diharapkan dari kelas 3 ke kelas 5 dalam kemampuan membaca dan berhitung lebih rendah pada sekolah yang terdampak kebakaran parah. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan dampak signifikan terhadap perkembangan nilai menulis, mengeja, dan tata bahasa. Tidak ditemukan pula perbedaan berdasarkan jenis kelamin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para peneliti menjelaskan, pengalaman trauma pada masa awal kehidupan dapat memengaruhi keterampilan kognitif yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Setelah bencana, berbagai persoalan yang terus berlangsung di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat juga dapat mengurangi kesempatan anak untuk belajar secara optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penelitian tersebut tidak memasukkan siswa yang pindah sekolah antara kelas 3 dan kelas 5. Namun, peneliti mencatat keluarga yang kehilangan harta benda akibat bencana lebih mungkin berpindah tempat tinggal, sehingga anak&#45;anak dalam kelompok tersebut juga berpotensi menghadapi gangguan terhadap proses belajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Riset Stanford: Asap Karhutla dan Penghasilan Masa Depan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Temuan mengenai dampak jangka panjang karhutla juga muncul dalam penelitian Stanford University pada 2022. Penelitian itu menunjukkan bahwa ketika asap kebakaran hutan mencemari lingkungan sekolah dan ruang kelas, dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan anak, tetapi juga kemampuan belajar dan potensi penghasilan mereka di masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Studi berjudul &quot;Lower test scores from wildfire smoke exposure&quot; tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Sustainability. Peneliti menganalisis data skor tes terstandar nasional selama delapan tahun dari hampir 11.700 distrik sekolah negeri yang mencakup enam jenjang kelas. Data tersebut kemudian dipadukan dengan estimasi paparan asap harian berdasarkan pengukuran satelit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasil penelitian menunjukkan skor tes bahasa Inggris dan matematika menurun secara signifikan ketika siswa terpapar asap kebakaran hutan, bahkan pada tingkat paparan yang relatif rendah. Penurunan skor semakin besar seiring meningkatnya konsentrasi asap yang dihirup siswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dampaknya hampir dua kali lebih besar ketika paparan asap terjadi selama jam sekolah dibandingkan saat akhir pekan. Penelitian juga menemukan dampak yang lebih besar pada siswa kelas tiga hingga lima dibandingkan siswa kelas enam hingga delapan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penulis utama studi, Jeff Wen, menjelaskan anak&#45;anak yang lebih muda kemungkinan lebih rentan terhadap dampak asap karena sistem pertahanan paru&#45;paru mereka masih berkembang dan memiliki laju pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan ukuran tubuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Penelitian sebelumnya menunjukkan pertahanan alami di paru&#45;paru mereka masih dalam tahap perkembangan dan mereka memiliki laju pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka,&quot; jelas Wen, dikutip dari laman Stanford University.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kondisi tersebut membuat anak&#45;anak lebih rentan terhadap dampak asap yang dapat memengaruhi kemampuan kognitif, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya melalui peningkatan risiko serangan asma yang dapat mengganggu proses belajar dan menyebabkan lebih banyak ketidakhadiran di sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Studi tersebut memperkuat bukti bahwa paparan polusi udara dapat memberikan dampak terhadap kemampuan kognitif anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Meskipun skor tes merupakan ukuran kognisi yang tidak sempurna, skor tersebut merupakan tolok ukur umum untuk mengevaluasi pembelajaran siswa, dengan relevansi terhadap hasil dan peluang jangka panjang,&quot; tulis para peneliti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para peneliti juga mengacu pada studi sebelumnya yang memperkirakan adanya hubungan antara capaian tes akademik dengan penghasilan seseorang di masa depan. Berdasarkan perkiraan tersebut, mereka menghitung bahwa paparan asap kebakaran hutan yang dialami siswa di Amerika Serikat hanya dalam satu tahun, yakni pada 2016, berpotensi menurunkan total penghasilan masa depan secara nasional hingga hampir US$1,9 miliar. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/70840067939-img-20260831-wa0096.jpg"/><pubDate>Mon, 31 Aug 2026 11:54:55 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5659/asap-karhutla-ancam-prestasi-anak-hingga-penghasilan-rendah-saat-dewasa</guid></item><item><title>Titik Api Nol, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5658/titik-api-nol-sekolah-di-pekanbaru-kembali-tatap-muka</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45;&lt;/strong&gt; Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru mulai membaik. Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan saat ini tidak lagi ditemukan titik api, sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali berlangsung secara tatap muka setelah sebelumnya dilakukan secara daring akibat kabut asap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, kondisi tersebut tidak lepas dari kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, BPBD, petugas pemadam, relawan hingga masyarakat yang turut menjaga lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Alhamdulillah, titik api di Pekanbaru saat ini sudah nol. Ini hasil kerja keras semua pihak dan doa masyarakat. Namun, kita tidak boleh lengah. Kesiapsiagaan harus tetap dijaga,” ujar Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seiring membaiknya kondisi udara setelah hujan, pemerintah memutuskan mengembalikan kegiatan belajar mengajar ke sekolah. Sebelumnya, pembelajaran disesuaikan menjadi daring sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik dari paparan kabut asap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung menegaskan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi udara dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan anak&#45;anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ketika kondisi udara tidak aman, kita mengambil langkah cepat agar anak&#45;anak terlindungi. Ketika kondisi membaik, sekolah kembali dibuka. Keselamatan dan kesehatan anak&#45;anak tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemko Pekanbaru mengapresiasi kesabaran para orang tua, guru, tenaga kesehatan dan seluruh masyarakat selama masa penanganan kabut asap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski titik api telah nihil, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diimbau segera melapor melalui layanan gratis TRC 112 Pekanbaru AMAN jika menemukan potensi kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah berharap semangat gotong royong tersebut terus terjaga sebagai bagian dari gerakan Pekanbaru Lestari, untuk mewujudkan kota yang hijau, sehat, tangguh dan nyaman bagi masyarakat serta generasi mendatang. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/80557032355-img-20260830-wa0030.jpg"/><pubDate>Sun, 30 Aug 2026 20:08:31 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5658/titik-api-nol-sekolah-di-pekanbaru-kembali-tatap-muka</guid></item><item><title>Mutasi Polri, Wakapolda dan Tiga Kapolres di Riau Berganti</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5657/mutasi-polri-wakapolda-dan-tiga-kapolres-di-riau-berganti</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Rotasi jabatan di tubuh Polri membawa perubahan pada sejumlah posisi penting di jajaran Polda Riau. Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi mendapat tugas baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya, sementara tiga kapolres di Riau juga bergeser dan menempati jabatan baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026. Ketiga surat itu diterbitkan pada Minggu (30/8/2026) dan diteken Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam mutasi tersebut, Brigjen Polisi Hengki Haryadi dipercaya menjadi Kapolda Papua Barat Daya. Jenderal bintang satu itu menggantikan Brigjen Polisi Yulius Audie Sonny yang mendapat tugas baru di Sespim Lemdiklat Polri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Posisi Wakapolda Riau yang ditinggalkan Hengki kini diisi Brigjen Polisi Simson Zet Ringu. Sebelumnya, Simson menjabat Wakapolda Gorontalo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perubahan juga terjadi pada tiga posisi kapolres di jajaran Polda Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar mendapat tugas baru sebagai Wakapolresta Sidoarjo, Jawa Timur, menggantikan AKBP Mohammad Zainur Rofik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Posisi Kapolres Bengkalis selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Eko Rubianto. Sebelumnya, Eko menjabat Kapolres Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian, Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Eriady bergeser menjadi Wadir Reskrimum Polda Riau. Eka sebelumnya tercatat pernah menjabat sebagai Kapolres Siak dan Kapolres Indragiri Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jabatan Kapolres Indragiri Hulu selanjutnya diisi AKBP John Louis Letedara. Sebelumnya, John menjabat Kapolres Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, posisi Kapolres Pelalawan kini dipercayakan kepada AKBP Ahmad Nur yang sebelumnya bertugas di Bareskrim Polri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kabid Humas Polda Riau Kombes Akhmadi membenarkan adanya mutasi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Benar, termasuk Bapak Wakapolda,&quot; kata Akhmadi.&lt;strong&gt; (*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/95513276647-69ca7fe936b22.jpg"/><pubDate>Mon, 31 Aug 2026 11:37:47 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5657/mutasi-polri-wakapolda-dan-tiga-kapolres-di-riau-berganti</guid></item><item><title>Karhutla Dekati Sumur Minyak BSP, Robi: Api di Selatan NEB#08 Berhasil Dipadamkan</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5656/karhutla-dekati-sumur-minyak-bsp-robi-api-di-selatan-neb08-berhasil-dipadamkan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SIAK (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di sekitar wilayah operasi PT Bumi Siak Pusako (BSP) terus ditangani. Tim gabungan masih melakukan upaya pencegahan agar api tidak menjalar mendekati sejumlah sumur minyak milik BSP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur PT Bumi Siak Pusako, Robi Junipa, turun langsung kelapangan dalam kegiatan pemadaman karhutla tersebut, dan turut hadir SKK Migas Sumbagut untuk melakukan monitoring penanganan karhutla di lapangan. Robi Junipa menyampaikan &amp;nbsp;perkembangan penanganan karhutla hingga Rabu (26/8/2026) pukul 02.00 WIB menunjukkan api di sebelah selatan sumur NEB#08 telah berhasil dipadamkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pemadaman api dekat sumur NEB#08 di sebelah selatan, api berhasil dipadamkan,&quot; kata Robi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, sambung Robi, api masih menyala di sebelah utara lokasi NEB#08. Jarak kobaran api diperkirakan sekitar 150 hingga 200 meter dari lokasi sumur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mencegah api menjalar ke sumur NEB#03, ucap Robi, tim juga melakukan pembuatan kanal. Lokasi NEB#03 berjarak sekitar 600 meter dari titik kebakaran, atau sekitar satu kilometer dari NEB#08.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PT Bumi Siak Pusako telah membentuk Tim Satgas Penanggulangan Karhutla Lintas Departemen untuk memastikan, mendeteksi, merespons, berkoordinasi dan mengendalikan karhutla, terutama di area operasional dan sekitarnya. Selain pemadaman langsung, jelas Robi, BSP menyiagakan peralatan pendukung berupa dua unit fire protection berkapasitas 5.000 KL dan 10 KL, serta satu unit vacuum truck dengan kapasitas 5 KL untuk suplai air bersih dari DWO Support.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sebanyak sekitar 30 personel dikerahkan dalam penanganan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur internal BSP, yakni HSE, Security, OSZ, CC&amp;amp;T, EA, Production Operations, serta DWO Support,&quot; kata Robi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, tim pemadam dari BPBD Siak telah kembali dari lokasi. Namun, personel Masyarakat Peduli Api (MPA) masih bertahan untuk membantu pemantauan dan penanganan di sekitar lokasi kebakaran NEB#08.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Robi memastikan bahwa pengamanan dan pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah kobaran api kembali mendekati objek vital sumur minyak, terutama di tengah kondisi lahan yang rawan terbakar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai mana diketahui, api sempat merambat di lahan gambut di sekitar Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak, Riau, membuat situasi semakin genting. Bukan hanya karena kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau, tetapi kobaran api juga mendekati objek vital sumur minyak milik PT Bumi Siak Pusako (BSP).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli turun langsung memimpin penanganan di lapangan. Beliau bersama Dandim, Kapolres, SKK Migas Sumbagut, Jajaran BSP, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga tim pemadam swasta berjibaku mengendalikan api. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/71975145375-img-20260828-wa0016.jpg"/><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 13:05:37 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5656/karhutla-dekati-sumur-minyak-bsp-robi-api-di-selatan-neb08-berhasil-dipadamkan</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Siapkan Rp10 Miliar untuk Beasiswa 2027</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5655/pemko-pekanbaru-siapkan-rp10-miliar-untuk-beasiswa-2027</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45;&lt;/strong&gt; Kesempatan mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali terbuka. Pendaftaran program beasiswa untuk penerima tahun 2027 akan dibuka pada 2026, dengan total anggaran yang disiapkan mencapai Rp10 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang D3, S1, S2 hingga S3. Sejumlah kategori penerima disiapkan, mulai dari mahasiswa kurang mampu, mahasiswa berprestasi hingga penghafal Al&#45;Qur&apos;an atau tahfidz.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, anggaran beasiswa untuk tahun 2027 tetap dialokasikan sebesar Rp10 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pendaftaran akan dilaksanakan tahun 2026 ini. Untuk alokasi anggaran beasiswa tahun depan tetap, sebesar Rp10 miliar yang akan kita berikan,” kata Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain mempertahankan anggaran, Pemko Pekanbaru juga melakukan penyempurnaan terhadap mekanisme seleksi penerima beasiswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah sistem perangkingan yang selama ini menggunakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai salah satu indikator penilaian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masukan mengenai sistem tersebut disampaikan sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru. Mereka menilai perangkingan yang hanya melihat IPK dapat menjadi tantangan bagi peserta karena terdapat perbedaan kondisi dan kualitas perguruan tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemko Pekanbaru pun berencana memasukkan akreditasi perguruan tinggi sebagai salah satu komponen penilaian dalam seleksi beasiswa untuk penerima tahun 2027.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, penilaian tidak hanya melihat besaran IPK yang dimiliki mahasiswa. Status akreditasi perguruan tinggi tempat mahasiswa menempuh pendidikan juga akan menjadi salah satu pertimbangan dalam proses perangkingan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain jalur prestasi akademik, Pemko Pekanbaru juga menyediakan kategori prestasi nonakademik. Jalur tersebut mencakup mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga maupun capaian lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesempatan juga diberikan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta mahasiswa melalui jalur tahfidz Al&#45;Qur&apos;an.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung mengajak mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan program tersebut sebaik mungkin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Beasiswa ini terbuka untuk semuanya, pergunakan peluang ini sebaik&#45;baik mungkin. Dan mudah&#45;mudahan adik&#45;adik dapat beasiswa,” ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, lebih dari 1.000 peserta dinyatakan lolos dalam seleksi beasiswa tahun 2026. Mereka dijadwalkan menerima bantuan pada September mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program beasiswa tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemko Pekanbaru dalam membantu masyarakat melanjutkan pendidikan sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi untuk mendapatkan dukungan pembiayaan pendidikan. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/56515991567-img-20260826-wa0030.jpg"/><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 10:31:25 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5655/pemko-pekanbaru-siapkan-rp10-miliar-untuk-beasiswa-2027</guid></item><item><title>ISPA Meningkat Saat Udara Pekanbaru Memburuk, 177 Kasus Tercatat</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5654/ispa-meningkat-saat-udara-pekanbaru-memburuk-177-kasus-tercatat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45;&lt;/strong&gt; Penurunan kualitas udara di Kota Pekanbaru mulai diikuti meningkatnya gangguan kesehatan masyarakat. Pada Rabu (26/8/2026), Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat 177 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan satu kasus pneumonia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kualitas udara Pekanbaru pada hari yang sama berada dalam rentang kategori Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena paparan udara buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kadiskominfotiksan) Kota Pekanbaru Ardiansyah Eka Putra, mengungkap, jumlah kasus ISPA meningkat seiring penurunan kualitas udara dalam dua hari terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jumlah kasus ISPA meningkat seiring penurunan kualitas udara selama dua hari belakangan,” ujar Ardiansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain ISPA dan pneumonia, gangguan kesehatan lain juga tercatat di tengah kondisi kabut asap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ardiansyah menyebut terdapat tiga orang yang mengalami konjungtivitis atau mata merah. Kemudian tujuh orang mengalami iritasi kulit dan lima orang mengalami asma.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ada juga yang mengalami iritasi kulit sebanyak tujuh orang dan asma sebanyak lima orang,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagian besar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan tersebut menjalani perawatan secara rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan maupun puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kualitas udara belum membaik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama jika tidak memiliki keperluan mendesak. Jika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan udara yang tidak sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelompok rentan seperti anak&#45;anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta mendapat perhatian lebih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemko Pekanbaru mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan maupun gejala lain yang muncul setelah terpapar kabut asap. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/41399384268-img-20260721-wa0011.jpg"/><pubDate>Thu, 27 Aug 2026 13:42:16 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5654/ispa-meningkat-saat-udara-pekanbaru-memburuk-177-kasus-tercatat</guid></item><item><title>Karhutla Makin Meluas, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5653/karhutla-makin-meluas-pekanbaru-tetapkan-status-tanggap-darurat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45;&lt;/strong&gt; Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menaikkan status penanganan menjadi Tanggap Darurat Bencana Karhutla. Status tersebut berlaku selama 14 hari, mulai 25 Agustus hingga 7 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keputusan itu diambil setelah Pemko Pekanbaru mencatat 150 kejadian karhutla di berbagai wilayah kecamatan dengan total lahan terbakar mencapai 85,09 hektare. Kondisi semakin mengkhawatirkan karena Pekanbaru juga mengalami kemarau panjang dan penurunan kualitas udara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, penetapan status tanggap darurat berdasarkan rekapitulasi laporan kejadian karhutla dari BPBD Kota Pekanbaru serta hasil pemantauan BMKG di wilayah Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penetapan status ini berdasarkan rekapitulasi laporan kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan BPBD Kota Pekanbaru serta pemantauan BMKG di wilayah Kota Pekanbaru,” tegas Agung, Rabu (26/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, eskalasi karhutla di Pekanbaru terus meningkat. Hingga penetapan status tersebut, tercatat 150 kejadian kebakaran yang tersebar di sejumlah kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari kejadian tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 85,09 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi diperparah dengan kemarau yang berlangsung cukup panjang. Berdasarkan analisis data curah hujan BMKG Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru dan stasiun pemantauan Rumbai Timur, sejumlah wilayah Kota Pekanbaru mengalami hari tanpa hujan hingga 22 hari dalam sebulan terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kondisi ini berdampak pada kekeringan lahan gambut serta munculnya kondisi udara kabur dan paparan asap pekat,” jelas Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penurunan kualitas udara juga menjadi salah satu pertimbangan dalam peningkatan status tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) melalui sistem ISPUnet di Stasiun Pekanbaru Tenayan Raya pada 25 Agustus 2026, nilai ISPU tercatat mencapai 370. Parameter kritisnya adalah PM2.5 yang masuk kategori berbahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang sangat serius bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penetapan status tanggap darurat juga merupakan hasil rapat koordinasi terkait penanganan bencana karhutla di Kota Pekanbaru. Dalam rapat tersebut disepakati perlunya peningkatan status penanganan untuk mempercepat langkah menghadapi kondisi di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Berdasarkan perkembangan kondisi darurat bencana kebakaran lahan dan hutan di lapangan, perlu ditingkatkan statusnya menjadi Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan,” terang Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan status tersebut, Pemko Pekanbaru bersama seluruh unsur terkait dapat memperkuat koordinasi dan penanganan karhutla selama masa tanggap darurat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah juga terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dengan tidak melakukan pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan.&lt;strong&gt; (*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/60215128975-img-20260825-wa0020.jpg"/><pubDate>Thu, 27 Aug 2026 09:05:37 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5653/karhutla-makin-meluas-pekanbaru-tetapkan-status-tanggap-darurat</guid></item><item><title>Kabut Asap Karhutla, Ibu Hamil, Bayi hingga Lansian Jadi Perhatian Khusus</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5652/kabut-asap-karhutla-ibu-hamil-bayi-hingga-lansian-jadi-perhatian-khusus</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat. Ibu hamil, bayi, lansia, balita, dan kelompok rentan menjadi perhatian khusus, terutama di daerah yang terdampak asap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dinkes Riau kini berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memetakan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan kesehatan, termasuk tambahan makanan dan vitamin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinkes Riau Zulkifli mengatakan, koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah daerah, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami sudah kontak dengan Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan untuk memetakan ibu hamil, bayi dan kelompok rentan yang terdampak kabut asap. Kami akan support asupan makanan tambahan dan vitamin,&quot; kata Zulkifli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dinkes Riau juga terus mengawasi perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak. Dalam periode 19&#45;22 Agustus 2026, tercatat 445 kasus ISPA di empat kabupaten/kota. Rinciannya, 211 kasus pada 19 Agustus, 71 kasus pada 20 Agustus, 108 kasus pada 21 Agustus dan 55 kasus pada 22 Agustus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak dalam periode tersebut, yakni 97 kasus pada 19 Agustus, 20 kasus pada 20 Agustus, 47 kasus pada 21 Agustus dan 13 kasus pada 22 Agustus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kampar mencatat 48 kasus pada 19 Agustus, empat kasus pada 20 Agustus, enam kasus pada 21 Agustus dan tiga kasus pada 22 Agustus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara Pelalawan mencatat 44 kasus pada 19 Agustus, 26 kasus pada 20 Agustus dan 36 kasus pada 21 Agustus. Sedangkan di Siak tercatat 22 kasus pada 19 Agustus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara kumulatif, data Kementerian Kesehatan hingga 21 Agustus 2026 mencatat 1.948 kasus ISPA di Riau. Selain itu, terdapat 43 kasus asma, 36 kasus iritasi kulit dan 16 kasus konjungtivitis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski kasus ISPA masih ditemukan, Zulkifli menyebut perkembangannya belum menunjukkan peningkatan signifikan. Dinkes tetap mengutamakan langkah pencegahan agar paparan asap tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Alhamdulillah, kasus ISPA ini dapat teratasi. Agar tidak terjadi peningkatan kasus, kami terus mengedepankan langkah preventif dengan mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar,&quot; ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dinkes Riau juga memastikan fasilitas kesehatan tetap siap menghadapi kemungkinan kondisi darurat. Puskesmas telah diminta menyiagakan tim layanan kegawatdaruratan serta memastikan ketersediaan oksigen, khususnya untuk pasien yang mengalami sesak napas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Di Puskesmas sudah ada tim layanan emergency. Oksigen juga sudah disiapkan dan distandby&#45;kan sebagai pertolongan pertama bagi pasien yang mengalami sesak napas,&quot; kata Zulkifli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga diminta memperhatikan kualitas udara di dalam rumah. Ketika kabut asap semakin pekat, ventilasi atau bukaan yang memungkinkan asap masuk dapat dikurangi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker, menjaga asupan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, mata perih atau mual,&quot; imbaunya. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/33228124574-1787633728.jpg"/><pubDate>Wed, 26 Aug 2026 12:01:50 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5652/kabut-asap-karhutla-ibu-hamil-bayi-hingga-lansian-jadi-perhatian-khusus</guid></item><item><title>Ketika Pekanbaru Mengetuk Pintu Langit Memohon Hujan</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5651/ketika-pekanbaru-mengetuk-pintu-langit-memohon-hujan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Di tengah kemarau dan kabut asap yang belum sepenuhnya pergi, warga Pekanbaru menengadahkan tangan. Bukan hanya memohon hujan untuk memadamkan api, tetapi juga memohon keselamatan bagi mereka yang masih berjibaku di tengah asap dan panas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Doa itu dipanjatkan melalui Salat Istisqa yang digelar serentak di 15 kecamatan, Rabu (26/8/2026). Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama masyarakat berharap hujan segera turun membawa rahmat, membersihkan udara dan mengakhiri karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melaksanakan Salat Istisqa bersama masyarakat di Masjid Al Kausar, Kecamatan Marpoyan Damai. Sejak pagi, warga berdatangan dan duduk bersama, mengikuti salat sekaligus memanjatkan doa di tengah kondisi udara yang memburuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salat Istisqa serentak ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Pekanbaru yang mengajak masyarakat, masjid dan jajaran pemerintah memperbanyak doa serta melaksanakan Salat Istisqa di tengah kemarau dan kabut asap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung mengatakan, pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan dan berbagai unsur lainnya terus melakukan upaya penanganan karhutla. Namun, ikhtiar di lapangan juga diiringi dengan permohonan kepada Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita sudah berikhtiar di darat. Petugas kita bekerja siang dan malam. Hari ini kita mengetuk pintu langit. Kita memohon kepada Allah SWT, turunkanlah hujan yang membawa rahmat, bersihkan udara kita, padamkan api dan jauhkan masyarakat dari segala musibah,&quot; ujar Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, doa tersebut tidak hanya ditujukan untuk Pekanbaru. Asap dapat bergerak mengikuti arah angin dan melintasi batas wilayah. Karena itu, masyarakat juga mendoakan daerah&#45;daerah lain yang sedang menghadapi kebakaran hutan dan lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perhatian khusus juga diberikan kepada para petugas yang masih berada di lapangan. Mereka harus masuk ke kawasan gambut, menembus asap dan panas untuk mencari serta memadamkan titik api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ada saudara&#45;saudara kita yang hari ini masih berada di tengah asap dan api. Mereka meninggalkan keluarganya untuk menjaga kita semua,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung mengajak masyarakat mendoakan keselamatan TNI&#45;Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan dan seluruh warga yang terlibat dalam penanganan karhutla, baik di Riau maupun di daerah lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah kondisi udara yang belum baik, masyarakat juga diminta tetap menjaga kesehatan. Warga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak&#45;anak, lansia, ibu hamil serta kelompok rentan lainnya diminta mendapat perhatian lebih. Masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas fisik berat di ruang terbuka, memperbanyak minum air putih dan menjaga asupan makanan bergizi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Untuk sementara, mari kita kurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker. Jaga anak&#45;anak dan orang tua kita. Kesehatan masyarakat adalah yang paling utama,&quot; pesan Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain ikhtiar di lapangan, Agung mengajak masyarakat memperbanyak doa, istighfar dan sedekah serta saling membantu mereka yang membutuhkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dalam kondisi seperti ini, mari kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perbanyak doa, istighfar dan sedekah. Kita mengetuk pintu langit bersama&#45;sama. Insyaallah setiap kesulitan akan Allah berikan jalan keluarnya,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemko Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan kebakaran atau kondisi kedaruratan, warga dapat menghubungi TRC 112 Pekanbaru AMAN yang melayani masyarakat selama 24 jam secara gratis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Agung, Salat Istisqa serentak di 15 kecamatan bukan sekadar ikhtiar meminta hujan. Momentum tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersama&#45;sama bermuhasabah dan menguatkan kepedulian di tengah musibah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hari ini kita duduk bersama tanpa melihat jabatan dan kedudukan. Kita sama&#45;sama menengadahkan tangan kepada Allah. Semoga doa masyarakat dari 15 kecamatan ini diijabah,&quot; tutup Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada satu harapan yang sama dari doa itu: hujan segera turun, udara kembali bersih, api padam, masyarakat tetap sehat, dan para petugas yang berjuang di lapangan dapat kembali pulang dengan selamat kepada keluarganya&lt;strong&gt;. (*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/85702443267-img-20260826-wa0011.jpg"/><pubDate>Wed, 26 Aug 2026 11:55:36 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5651/ketika-pekanbaru-mengetuk-pintu-langit-memohon-hujan</guid></item><item><title>Urus Akta Kematian Kini Tak Perlu ke Disdukcapil, Ada Pekan Emas</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5650/urus-akta-kematian-kini-tak-perlu-ke-disdukcapil-ada-pekan-emas</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45;&lt;/strong&gt; Mengurus dokumen kependudukan setelah anggota keluarga meninggal dunia kini semakin mudah. Masyarakat Pekanbaru tak perlu lagi datang langsung ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk menerbitkan akta kematian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui Program Pekan Emas (Penerbitan Akta Kematian Kerja Sama Rumah Sakit), seluruh proses dapat dilakukan melalui rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Disdukcapil Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini menghadirkan layanan yang lebih cepat, terintegrasi, dan humanis, terutama untuk meringankan keluarga yang tengah menghadapi suasana duka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru Irma Novrita mengatakan, Pekan Emas mengintegrasikan pelayanan penerbitan akta kematian dengan fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Inovasi Pekan Emas merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan,” ujar Irma.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, regulasi tersebut memberikan ruang bagi Disdukcapil untuk menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pekan Emas juga merupakan pengembangan sekaligus perubahan nama dari inovasi sebelumnya, yakni Jasa Teman (Kerja Sama Penerbitan Akta Kematian). Perubahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Pekanbaru Nomor 1172 Tahun 2025.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan layanan ini, keluarga tidak perlu lagi mengurus akta kematian secara langsung ke kantor Disdukcapil. Pihak rumah sakit yang menjadi mitra dapat mengajukan permohonan penerbitan akta kematian melalui sistem yang terintegrasi dengan Disdukcapil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Seluruh proses dilakukan secara digital sehingga lebih praktis, cepat, dan efisien,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Layanan yang diberikan juga tidak berhenti pada penerbitan akta kematian. Dalam satu kali pengajuan, Pekan Emas sekaligus memfasilitasi pembaruan Kartu Keluarga (KK) serta perubahan status perkawinan pada KTP Elektronik pasangan yang ditinggalkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mengurusnya, petugas rumah sakit cukup mengakses portal pelayanan Disdukcapil, memilih menu PEKAN EMAS, kemudian mengunggah seluruh persyaratan secara daring.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah dokumen diverifikasi dan divalidasi, dokumen kependudukan dalam bentuk digital (PDF) akan dikirim langsung ke alamat email pemohon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, KTP Elektronik yang telah diperbarui statusnya dikoordinasikan pengambilannya melalui pihak rumah sakit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan mekanisme tersebut, masyarakat bisa mendapatkan sejumlah dokumen kependudukan yang dibutuhkan tanpa harus menjalani proses secara terpisah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi keluarga yang sedang berduka, layanan ini tentu menghemat waktu dan tenaga. Di saat yang sama, Pekan Emas mendorong masyarakat untuk segera mencatat setiap peristiwa kependudukan sebagai bentuk kepastian hukum dan perlindungan hak&#45;hak sipil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini juga membantu Disdukcapil memperbarui data penduduk yang telah meninggal dunia secara lebih cepat dan akurat. Data kependudukan yang lebih tertib sekaligus dapat meminimalkan potensi penyalahgunaan identitas maupun data penduduk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui Pekan Emas, Disdukcapil Kota Pekanbaru terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, responsif, dan humanis,” ujar Irma. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/72309845469-42734-news-disdukcapil-pekanbar.jpeg"/><pubDate>Wed, 26 Aug 2026 11:40:20 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5650/urus-akta-kematian-kini-tak-perlu-ke-disdukcapil-ada-pekan-emas</guid></item><item><title>Ratusan Pedagang Jalan Teratai Pekanbaru Mulai Direlokasi Pekan Ini</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5649/ratusan-pedagang-jalan-teratai-pekanbaru-mulai-direlokasi-pekan-ini</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Wajah Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, segera berubah. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menata kawasan tersebut dengan memindahkan sekitar 450 pedagang ke Pasar Higienis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasar Higienis yang berada di belakang gedung The Central, Jalan Ahmad Yani, disiapkan sebagai lokasi baru bagi para pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Teratai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Relokasi ini dilakukan seiring penataan infrastruktur Jalan Teratai. Pemko Pekanbaru tengah memperbaiki jalan sekaligus membangun drainase di kawasan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, bersama jajaran Pemko Pekanbaru telah bertemu dengan perwakilan pedagang Pasar Teratai, Senin (24/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pertemuan itu, Zulhelmi menyosialisasikan rencana relokasi sekaligus meminta para pedagang menempati lokasi yang telah disiapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ada sekitar 450&#45;an pedagang yang kita lakukan relokasi, yang akan masuk ke Pasar Higienis ini,” kata Zulhelmi usai pertemuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pria yang akrab disapa Ami itu mengatakan, mayoritas pedagang merespons positif rencana tersebut dan bersedia pindah ke Pasar Higienis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Relokasi ditargetkan mulai dilakukan pekan ini. Para pedagang akan dipindahkan secara bertahap untuk menempati lapak yang telah disiapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dalam lima sampai enam hari ini kita akan laksanakan relokasi,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Ami, penataan harus dilakukan agar pengerjaan Jalan Teratai dapat berjalan maksimal. Dalam pekan ini, pengaspalan jalan ditargetkan selesai, kemudian pekerjaan dilanjutkan dengan pembangunan drainase.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadi kita mau pembangunannya maksimal,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemko memastikan kapasitas Pasar Higienis mampu menampung sekitar 450 pedagang tersebut. Sejumlah bagian pasar juga akan direnovasi agar lebih nyaman bagi pedagang maupun pembeli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pola berjualan nantinya juga akan diatur dalam dua tahap. Sebagian pedagang berjualan mulai pukul 03.00 hingga 08.00 WIB, kemudian dilanjutkan oleh pedagang lainnya hingga sore hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pedagang ini berjualan kita bagi dua tahap. Ada yang dari jam 3 sampai jam 8 pagi, kemudian dilanjutkan pedagang lainnya sampai sore. Kita akan tata ini semua,” ucap Sekda. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/61467784339-img-20260824-wa0014.jpg"/><pubDate>Tue, 25 Aug 2026 13:08:05 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5649/ratusan-pedagang-jalan-teratai-pekanbaru-mulai-direlokasi-pekan-ini</guid></item><item><title>Urus Dokumen Kependudukan Kini Bisa dari Rumah, Disdukcapil Pekanbaru Andalkan Sipenduduk dan LAGU</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5648/urus-dokumen-kependudukan-kini-bisa-dari-rumah-disdukcapil-pekanbaru-andalkan-sipenduduk-dan-lagu</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Warga Pekanbaru kini semakin mudah mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus bolak&#45;balik ke kantor Disdukcapil. Melalui optimalisasi aplikasi Sipenduduk V3 dan LAGU (Layanan Tunggu), Disdukcapil Kota Pekanbaru memangkas proses birokrasi sekaligus mempercepat pelayanan administrasi kependudukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Disdukcapil Kota Pekanbaru Irma Novrita mengatakan, digitalisasi layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat reformasi tata kelola administrasi kependudukan. Kedua inovasi itu dirancang agar pelayanan lebih cepat, transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sipenduduk V3 kini dikembangkan sebagai ekosistem layanan digital yang memungkinkan masyarakat mengurus berbagai dokumen kependudukan secara mandiri melalui situs web, tanpa perlu menggunakan jasa perantara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hingga saat ini, sistem mencatat lompatan kepuasan publik yang luar biasa dengan jumlah pengguna aktif yang telah mencapai 286.237 orang. Warga dapat mengakses layanan ini kapan saja dan di mana saja,&quot; ujar Irma.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui Sipenduduk, masyarakat dapat mengajukan berbagai layanan administrasi kependudukan, di antaranya penerbitan Kartu Keluarga (KK) baru, perubahan data KK, pengesahan anak bagi penduduk WNI di wilayah NKRI, serta pengajuan KTP&#45;el.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Layanan lainnya meliputi penerbitan KK karena hilang atau rusak, pencatatan lahir mati, pelayanan KK akibat pemekaran kecamatan, pencatatan kematian, hingga pencatatan kelahiran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Selain itu juga untuk pencatatan kelahiran WNI, pencatatan kelahiran WNI yang bertempat tinggal di luar wilayah NKRI yang sedang berkunjung ke Indonesia, kelahiran orang asing dan pencatatan kelahiran bagi WNI yang tinggal di luar wilayah NKRI,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Urus Dokumen Tanpa Biaya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Digitalisasi layanan tidak hanya memangkas waktu dan antrean, tetapi juga menghemat biaya masyarakat. Seluruh pengurusan dokumen kependudukan melalui sistem tersebut dipastikan gratis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat cukup mengunggah dokumen persyaratan dalam bentuk file digital, baik hasil pemindaian maupun foto melalui telepon genggam. Setelah proses validasi selesai, dokumen elektronik akan dikirimkan langsung ke email pemohon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dengan SIPENDUDUK V3, seluruh pengeluaran tersebut berhasil dipangkas hingga Rp0. Warga hanya perlu mengunggah dokumen syarat dalam bentuk file digital (scan/foto gawai) dari rumah. Dokumen elektronik kependudukan yang telah divalidasi akan dikirim langsung ke surel (email) pemohon. Dokumen tersebut sah secara hukum dan dapat dicetak sendiri menggunakan kertas putih biasa tanpa perlu biaya legalisir tambahan,&quot; jelas Irma.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Efisiensi tersebut tercermin dari catatan Sipenduduk yang telah memproses 606.370 berkas perpindahan penduduk. Jika setiap permohonan diasumsikan menghemat biaya rata&#45;rata Rp80.000, maka total penghematan masyarakat mencapai Rp48,5 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain menghemat biaya, masyarakat juga tidak perlu datang langsung ke kantor Disdukcapil untuk menyelesaikan berbagai urusan administrasi yang tersedia secara daring.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;LAGU Pangkas Waktu Penggantian KTP&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain Sipenduduk, Disdukcapil Pekanbaru mengandalkan inovasi berbasis Android bernama LAGU atau Layanan Tunggu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aplikasi ini dirancang khusus untuk mempercepat penggantian dokumen identitas fisik, terutama KTP&#45;el yang hilang atau rusak. Jika sebelumnya proses administrasi membutuhkan waktu lebih panjang, melalui LAGU penggantian fisik KTP&#45;el ditargetkan dapat diselesaikan hanya dalam waktu 10 menit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Inovasi ini dirancang khusus untuk memproses penggantian dokumen identitas fisik seperti KTP&#45;el yang hilang atau rusak dengan sangat cepat, bahkan dengan target penyelesaian berkas hanya dalam waktu 10 menit,&quot; jelas Irma.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Digitalisasi juga berdampak pada kecepatan penyelesaian administrasi secara keseluruhan. Proses yang sebelumnya dapat memakan waktu hingga 14 hari kerja kini ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu 1 x 24 jam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Raih Penghargaan Nasional&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kinerja Sipenduduk turut mendapat pengakuan di tingkat nasional. Aplikasi tersebut menerima predikat &quot;Sangat Baik&quot; dari Kementerian Dalam Negeri serta penghargaan Pelayanan Prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&#45;RB) pada 2025.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Penghargaan nasional ini tidak akan membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri. Sebaliknya, predikat &apos;Sangat Baik&apos; ini menjadi momentum evaluasi penting serta pemacu semangat untuk terus menghadirkan inovasi layanan publik yang jauh lebih responsif, transparan, hemat biaya, dan prima bagi seluruh lapisan masyarakat,&quot; jelas Agung. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/48532020781-42899-news-optimalkan-lagu-dan-.jpeg"/><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 14:05:27 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5648/urus-dokumen-kependudukan-kini-bisa-dari-rumah-disdukcapil-pekanbaru-andalkan-sipenduduk-dan-lagu</guid></item><item><title>DPRD Pekanbaru Dorong Pemerintah Cari Solusi Stabilkan Harga Ayam</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5647/dprd-pekanbaru-dorong-pemerintah-cari-solusi-stabilkan-harga-ayam</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin, mendorong pemerintah daerah untuk mendalami penyebab kenaikan harga ayam yang terjadi di pasaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Zainal, kenaikan harga ayam perlu dilihat dari berbagai sisi, terutama terkait ketersediaan bibit, pemasok, pakan, hingga kemampuan produksi peternak dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita dalam hal pengawasan belum mengetahui secara lebih dalam bagaimana kondisi bibit, pemasok bibit maupun pakan ayam. Jadi ini perlu dikaji dan didalami oleh dinas terkait,&quot; ujar Zainal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengatakan, kenaikan harga bisa saja terjadi karena ketersediaan ayam belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, kondisi tersebut secara ekonomi dapat memengaruhi harga di pasaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau memang kebutuhan masyarakat tidak mencukupi dengan produksi peternak yang ada, tentu ketika barangnya terbatas sementara permintaan banyak, harga bisa naik,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Zainal menilai salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam jangka panjang adalah mendorong bertambahnya pelaku usaha atau peternak baru. Dengan semakin banyaknya produksi lokal, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat lebih mudah terpenuhi dan pasokan tetap terjaga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun demikian, Zainal menegaskan, persoalan tersebut perlu dilihat berdasarkan data dan fakta di lapangan. Pemerintah melalui dinas terkait diharapkan dapat melakukan pemantauan terhadap rantai pasok dan kondisi pasar untuk mengetahui penyebab kenaikan harga secara lebih jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita belum bisa menyimpulkan karena harus ada faktanya. Pemerintah, dalam hal ini dinas yang membidangi, mungkin Dinas Perdagangan, perlu mencari tahu di mana persoalannya sehingga kita bisa mendapatkan solusi yang tepat,&quot; pungkasnya.&lt;strong&gt; (*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/20218390703-img-20260824-wa0004.jpg"/><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 13:49:51 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5647/dprd-pekanbaru-dorong-pemerintah-cari-solusi-stabilkan-harga-ayam</guid></item><item><title>Kualitas Udara Bisa Dipantau Lewat Videotron di Rumah Dinas Gubernur</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5646/kualitas-udara-bisa-dipantau-lewat-videotron-di-rumah-dinas-gubernur</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45;&lt;/strong&gt; Masyarakat Pekanbaru kini bisa memantau kondisi kualitas udara secara langsung melalui videotron di kawasan Kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau, Jalan Diponegoro. Tujuannya, untuk memudahkan warga mendapatkan informasi terkini di tengah menurunnya kualitas udara akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kadiskominfotik) Riau Supriyadi menjelaskan, informasi yang ditampilkan bersumber dari &lt;i&gt;Air Quality Monitoring System&lt;/i&gt; (AQMS) sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi udara berdasarkan data yang terukur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Terkait menurunnya kualitas udara, Pemprov Riau sudah berkoordinasi untuk menampilkan data &lt;i&gt;Air Quality Monitoring System&lt;/i&gt; melalui videotron. Jadi ada dasar data yang valid dari BMKG untuk dilihat masyarakat,&quot; katanya, Senin (24/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lanjut Kadiskominfotik, informasi tersebut ditayangkan secara &lt;i&gt;realtime&lt;/i&gt; karena kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu&#45;waktu mengikuti pergerakan asap dan faktor cuaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Informasi perkembangan kondisi udara ini ditayangkan secara &lt;i&gt;realtime&lt;/i&gt; setiap hari melalui videotron di kawasan Kediaman Rumah Dinas Gubernur Riau. Tujuannya agar masyarakat bisa memantau kondisi terkini secara langsung,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyajian informasi tersebut diharapkan membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas sehari&#45;hari dengan kondisi udara. Terlebih saat kualitas udara memburuk, paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemprov Riau juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak memiliki keperluan mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan asap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami selalu mengimbau supaya masyarakat bisa menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Kemudian, kami harap masyarakat tetap bisa jaga kebugaran dengan berolahraga dan mengonsumsi vitamin,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemanfaatan videotron untuk menyampaikan informasi kualitas udara tersebut merupakan tindak lanjut arahan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Ia sebelumnya meminta seluruh videotron milik pemerintah di ruang publik dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kualitas udara dan cuaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut SF Hariyanto, informasi mengenai kondisi udara sebenarnya sudah tersedia melalui situs BMKG. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui atau memahami cara mengakses informasi tersebut secara daring.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, pemerintah diminta menghadirkan informasi kualitas udara di ruang publik agar lebih mudah dilihat masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kualitas udara harus kita tampilkan di videotron yang ada di ruang publik biar masyarakat luas tahu,&quot; kata SF Hariyanto, Minggu (23/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan adanya informasi kualitas udara secara terbuka di ruang publik, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi terkini sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk akibat sebaran asap Karhutla. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/6715909622-1787543421.jpg"/><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 11:51:54 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5646/kualitas-udara-bisa-dipantau-lewat-videotron-di-rumah-dinas-gubernur</guid></item><item><title>Kabut Asap Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP Pekanbaru Belajar dari Rumah</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5645/kabut-asap-memburuk-siswa-paud-hingga-smp-pekanbaru-belajar-dari-rumah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Kabut asap yang membuat kualitas udara Pekanbaru masuk kategori tidak sehat memaksa aktivitas belajar tatap muka dihentikan sementara. Pemko Pekanbaru menetapkan siswa PAUD, TK, SD hingga SMP mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah pada Senin (24/8/2026) demi melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebijakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/2796/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara. Surat edaran itu ditetapkan pada Minggu (23/8/2026) dan ditandatangani Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keputusan tersebut diambil setelah Pemko Pekanbaru memperhatikan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu (23/8/2026) pukul 17.00 hingga 21.00 WIB. Saat itu, konsentrasi PM2.5 terpantau berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, dengan nilai berkisar 170,2 hingga 235,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho kemudian menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami sampaikan kepada seluruh kepala sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, dan SMP di Kota Pekanbaru untuk dapat meliburkan sementara siswanya dan mengganti dengan pembelajaran daring,&quot; ujar Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Wali Kota, keselamatan dan kesehatan anak menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil keputusan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Berdasarkan pemantauan dan informasi BMKG, kondisi udara Kota Pekanbaru berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap, sehingga keselamatan dan kesehatan anak&#45;anak menjadi pertimbangan utama kami,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Enam Aturan Selama Pembelajaran Daring&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam surat edaran tersebut, Dinas Pendidikan Pekanbaru menetapkan sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan sekolah, siswa, dan orang tua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama, pembelajaran pada Senin (24/8/2026) tetap berlangsung melalui PJJ atau daring dari rumah. Peserta didik tidak perlu datang ke sekolah dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan lain yang mengharuskan kehadiran secara langsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama maupun kementerian atau lembaga lainnya diimbau menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, sekolah diminta melaksanakan pembelajaran daring secara sederhana, efektif, dan tidak membebani siswa. Meski dilakukan dari rumah, proses pembelajaran tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keempat, orang tua atau wali diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah. Anak juga diminta tidak bermain atau beraktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. Jika terpaksa keluar rumah, anak diimbau menggunakan masker.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelima, penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilakukan. Namun, makanan diambil oleh orang tua atau wali di sekolah dan tidak diperkenankan diambil langsung oleh peserta didik. Dengan demikian, MBG tetap dapat diterima dan dikonsumsi siswa di rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keenam, kegiatan pembelajaran pada hari berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara Pekanbaru berdasarkan informasi BMKG dan instansi terkait.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kualitas Udara Terus Memburuk&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi udara Pekanbaru tercatat memburuk sejak Minggu (23/8/2026) sore. Kabut asap semakin pekat di sejumlah wilayah, sementara konsentrasi partikulat halus PM2.5 berada pada level yang mengkhawatirkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemantauan BMKG pada Senin (24/8/2026) pukul 16.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 133,7 µg/m³ atau masuk kategori tidak sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, pemantauan IQAir pada pukul 17.00 WIB mencatat indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru mencapai 177, juga dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 terpantau 92,4 µg/m³.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung meminta masyarakat bersama&#45;sama menjaga kesehatan anak selama kondisi udara belum membaik. Aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan juga diminta untuk dikurangi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mari bersama&#45;sama kita menjaga kesehatan anak&#45;anak kita, kurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan karena kondisi ini bersifat sementara,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemko Pekanbaru akan terus memantau kualitas udara dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran. Keputusan mengenai kegiatan belajar pada hari berikutnya akan menyesuaikan perkembangan kondisi udara dan rekomendasi dari BMKG serta instansi terkait. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/78765469748-img-20260819-wa0093.jpg"/><pubDate>Mon, 24 Aug 2026 08:30:51 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5645/kabut-asap-memburuk-siswa-paud-hingga-smp-pekanbaru-belajar-dari-rumah</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Tanggung Penuh Biaya Domestik Haji, Agung Terima Penghargaan</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5644/pemko-pekanbaru-tanggung-penuh-biaya-domestik-haji-agung-terima-penghargaan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Kabar baik datang bagi jemaah haji Kota Pekanbaru. Pada musim haji 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru menanggung penuh biaya domestik perjalanan jemaah dari Pekanbaru menuju Batam dan sebaliknya. Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas kebijakan itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menerima piagam penghargaan dari Kemenhaj Kota Pekanbaru. Penghargaan diserahkan Kepala Kantor Kemenhaj Kota Pekanbaru Haryati dalam Tabligh Akbar dan Syukuran Jemaah Haji Kota Pekanbaru Tahun Keberangkatan 2026 di Masjid Agung Ar&#45;Rahman, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (22/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Haryati menyampaikan apresiasi kepada Pemko Pekanbaru karena untuk pertama kalinya biaya domestik jemaah haji ditanggung penuh oleh pemerintah kota.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini merupakan bantuan domestik haji yang pertama kali full dibantu oleh Pemerintah Kota Pekanbaru,” ucap Haryati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membantu jemaah, terutama mereka yang harus berjuang memenuhi kebutuhan biaya sebelum berangkat ke Tanah Suci.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini sangat berarti sekali. Karena tidak semua jemaah haji ini memiliki kategori yang mampu secara finansial,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Haryati berharap dukungan tersebut dapat terus dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan pada tahun&#45;tahun berikutnya. Sebab, masih terdapat kebutuhan lain yang harus dipersiapkan jemaah sebelum keberangkatan, termasuk biaya pemeriksaan kesehatan atau medical check&#45;up (MCU).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadi, mudah&#45;mudahan jemaah haji kita nanti tidak hanya dibantu dengan bantuan domestik saja, tapi juga ada bantuan&#45;bantuan lain seperti bantuan MCU,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran lebih dari Rp7 miliar untuk menanggung biaya domestik perjalanan jemaah haji pulang&#45;pergi Pekanbaru&#45;Batam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap jemaah mendapat bantuan sekitar Rp4,5 juta. Agung memastikan kebijakan tersebut telah disusun sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“2026 ini pertama dalam sejarah yang pernah dibayarkan full biaya domestik. Satu jemaah dibantu sekitar Rp4,5 juta. Bantuan yang kita berikan ini juga sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung menilai bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada jemaah haji Pekanbaru. Ia juga memastikan alokasi anggaran untuk biaya domestik haji tidak mengganggu pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, sejumlah program Pemko Pekanbaru tetap berjalan, mulai dari perbaikan jalan dan drainase hingga bantuan perlengkapan sekolah bagi anak&#45;anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Artinya apa? Ada keberkahan di sini. Jemaah haji senang, pembangunan jalan. Di mana&#45;mana jalan sudah bagus, drainasenya dibenahi, dibangun, lalu anak&#45;anak sekolah bajunya kita gratiskan,” terang Agung. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/34198303367-img-20260822-wa0020.jpg"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 16:31:58 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5644/pemko-pekanbaru-tanggung-penuh-biaya-domestik-haji-agung-terima-penghargaan</guid></item><item><title>HUT Ke&#45;28, DPD PAN Pekanbaru Santuni Anak Yatim dan Hadirkan PANsar Murah</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5643/hut-ke28-dpd-pan-pekanbaru-santuni-anak-yatim-dan-hadirkan-pansar-murah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pekanbaru memperingati HUT ke&#45;28 PAN dengan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Kegiatan dipusatkan di Rumah PAN, Kecamatan Sukajadi, Ahad (23/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peringatan HUT ke&#45;28 PAN tersebut sekaligus dirangkai dengan momentum HUT ke&#45;81 Kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hadir langsung Ketua DPW PAN Riau Ir H Sahidin, Ketua DPD PAN Kota Pekanbaru Roni Pasla, Sekretaris DPD PAN Arwinda Gusmalina, Bendahara Doni Saputra, Anggota Fraksi PAN DPRD Pekanbaru, serta jajaran DPC dan DPRt PAN se&#45;Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para kader PAN juga terlihat kompak mengenakan pakaian muslim berwarna putih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam peringatan HUT ke&#45;28 tahun, DPD PAN Pekanbaru menghadirkan PANsar Murah dan berbagai permainan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur atas perjalanan PAN yang kini memasuki usia 28 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua DPD PAN Kota Pekanbaru Roni Pasla menyampaikan bahwa usia 28 tahun merupakan perjalanan panjang bagi PAN sejak berdiri pada 23 Agustus 1998.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Hari ini genap 28 tahun usia PAN. Dari 23 Agustus 1998, kita hari ini 28 tahun dalam rangka menyambut HUT PAN sekaligus bertepatan dengan HUT ke&#45;81 RI,” kata Roni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ditambahkan Roni, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan ulang tahun partai, tetapi juga menjadi momentum bagi PAN untuk hadir dan membantu masyarakat secara langsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satunya melalui PANsar Murah. Masyarakat bisa mendapatkan paket sembako dengan harga Rp28 ribu, sesuai dengan usia PAN yang ke&#45;28 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“PANsar murah ini ditebus cukup dengan Rp28 ribu, melambangkan 28 tahun usia PAN. Sasarannya seluruh kader PAN yang ada di Kota Pekanbaru beserta masyarakat. Hari ini kita diberi arahan oleh ketua umum untuk bagaimana membantu secara riil, langsung menyentuh ke tengah&#45;tengah masyarakat,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memasuki usia ke&#45;28 tahun, PAN harus semakin matang dalam menjalankan peran politik. Kedewasaan dalam berpolitik bukan hanya ditunjukkan dengan upaya memenangkan pemilu atau mendapatkan banyak kursi di parlemen, tetapi juga melalui kebermanfaatan bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Di usia ke&#45;28 PAN, ini adalah usia yang dewasa. Artinya, kita sudah dewasa dalam berpolitik. Kita tidak sekadar hanya untuk mencari kursi yang banyak dalam pemilu, tapi juga harus banyak bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegas Roni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Roni yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Pekanbaru ini mengingatkan, semangat diusia ke&#45;28 tahun harus sejalan dengan tagline PAN, yakni ‘Bantu Rakyat’. Tagline tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata dan tidak berhenti sebagai slogan politik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tagline PAN adalah ‘Bantu Rakyat’. Jadi ini jangan hanya jadi slogan. Contohnya hari ini, kami PAN Kota Pekanbaru memberikan santunan kepada anak yatim dan sekaligus melaksanakan PANsar murah,” tutupnya. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/9010487226-img-20260823-wa0013.jpg"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 16:23:02 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5643/hut-ke28-dpd-pan-pekanbaru-santuni-anak-yatim-dan-hadirkan-pansar-murah</guid></item><item><title>Hafal Juz 30 Jadi Jalan ASN Pekanbaru Menuju Umrah</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5642/hafal-juz-30-jadi-jalan-asn-pekanbaru-menuju-umrah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Ada hadiah istimewa bagi ASN dan non&#45;ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru yang berhasil menjadi juara Lomba Tahfidz Juz 30. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyiapkan hadiah utama berupa perjalanan umrah bagi peserta yang meraih juara pertama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lomba Tahfidz Juz 30 antar ASN dan non&#45;ASN Masjid Paripurna Agung Ar&#45;Rahman tersebut digelar di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Jumat (21/8/2026). Sebanyak 70 peserta tercatat mendaftar untuk mengikuti perlombaan yang dibuka langsung oleh Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain menguji kemampuan menghafal Al&#45;Qur’an, ia ingin kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para ASN dan non&#45;ASN untuk semakin dekat dengan Al&#45;Qur’an, memahami isinya, serta mengamalkan nilai&#45;nilainya dalam kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ini untuk memacu kita semua bersama&#45;sama agar lebih semangat mengamalkan Al&#45;Qur’an, bukan hanya membaca tetapi juga memahami dan mengamalkannya,&quot; kata Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari 70 peserta yang mendaftar, sebanyak 50 orang telah melakukan daftar ulang. Mereka terdiri dari 36 peserta laki&#45;laki dan 14 perempuan, sementara 20 peserta lainnya masih dalam perjalanan menuju lokasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya mendapatkan pengalaman mengikuti lomba, peserta terbaik juga berkesempatan membawa pulang hadiah. Juara pertama mendapat hadiah utama berupa perjalanan umrah yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Juara satu umrah, juara dua lima juta, juara tiga tiga juta,&quot; ujar Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap hadiah tersebut menjadi tambahan motivasi bagi peserta untuk mengikuti perlombaan dengan sungguh&#45;sungguh. Namun, menurutnya, tujuan utama kegiatan tetap bagaimana Al&#45;Qur’an semakin dekat dengan kehidupan para ASN dan non&#45;ASN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung juga berharap kegiatan tahfidz tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Hafalan yang dimiliki para peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari&#45;hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita kembali kepada kaidah, selesaikan akhirat maka dunia akan selesai. Kalau urusan akhirat kita benahi, insyaallah urusan dunia juga akan mengikuti,” ucap Agung&lt;strong&gt;. (*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/47322982332-img-20260822-wa0012.jpg"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 14:07:12 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5642/hafal-juz-30-jadi-jalan-asn-pekanbaru-menuju-umrah</guid></item><item><title>BSP Perkuat Transformasi, Keandalan Operasi dan Ketahanan Bisnis melalui BCMS</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5641/bsp-perkuat-transformasi-keandalan-operasi-dan-ketahanan-bisnis-melalui-bcms</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;PT Bumi Siak Pusako (BSP) terus memperkuat agenda transformasi perusahaan melalui peningkatan tata kelola, keandalan operasi, ketahanan bisnis, pemanfaatan teknologi serta penguatan kolaborasi lintas fungsi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mendorong peningkatan produksi di Wilayah Kerja Coastal Plains and Pekanbaru (WK CPP).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Business Continuity Management System (BCMS) yang dilaksanakan di Kantor PT Bumi Siak Pusako, Pekanbaru, 19 &#45; 21 Agustus 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan dibuka secara langsung oleh Direktur PT Bumi Siak Pusako, Robi Junipa, dan diikuti para Manager, PIC dari berbagai fungsi perusahaan, Koordinator BCMS Al Maududi Hadi, serta konsultan yang mendampingi proses penyusunan dan penguatan BCMS PT BSP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam arahannya, Direktur PT Bumi Siak Pusako Robi Junipa menegaskan bahwa transformasi perusahaan harus dibangun di atas fondasi compliance dan Good Corporate Governance (GCG) yang kuat. Kepatuhan dan tata kelola menjadi landasan agar setiap program perusahaan dapat dilaksanakan secara efektif, terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Transformasi bukan hanya mengenai perubahan sistem, tetapi juga bagaimana kita membangun cara kerja yang lebih baik, lebih terintegrasi, dan memiliki orientasi yang sama terhadap pencapaian target perusahaan,” ujar Robi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, penguatan tata kelola harus berjalan beriringan dengan peningkatan keandalan operasi serta percepatan pelaksanaan berbagai program strategis perusahaan, termasuk pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;BCMS Perkuat Ketahanan dan Keberlangsungan Bisnis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Workshop BCMS menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan perusahaan menghadapi berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi keberlangsungan proses bisnis dan operasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyusunan Business Impact Analysis (BIA), Disruption Risk Assessment (DRA), Business Continuity Strategy (BCS) &amp;nbsp;dan Business Continuty Plan (BCP) dengan melibatkan berbagai fungsi terkait di lingkungan perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Koordinator BCMS PT BSP, Al Maududi Hadi, menjelaskan bahwa proses tersebut diharapkan dapat menghasilkan pemetaan yang semakin komprehensif terhadap proses bisnis kritikal, potensi gangguan serta strategi keberlangsungan bisnis yang diperlukan perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui BCMS, BSP terus memperkuat kemampuan organisasi dalam melakukan antisipasi, respons, pemulihan, dan menjaga keberlangsungan fungsi&#45;fungsi kritikal apabila terjadi kondisi yang berpotensi mengganggu kegiatan perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Digitalisasi Mendukung Pengambilan Keputusan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur juga menyoroti pentingnya integrasi data dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kegiatan operasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BSP mendorong agar data produksi dan operasional dapat dikelola secara semakin terintegrasi sehingga mendukung proses monitoring, evaluasi, serta pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Data harus mampu memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada tim sehingga setiap kondisi operasi dapat segera direspons. Dengan informasi yang baik, kita dapat menentukan prioritas dan mengambil keputusan secara lebih efektif,” jelas Robi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Digitalisasi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat kemampuan perusahaan dalam melakukan pemantauan kinerja operasi, menentukan prioritas pekerjaan serta mempercepat respons terhadap berbagai kondisi di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keandalan Operasi dan Peningkatan Produksi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BSP juga menempatkan operational reliability sebagai salah satu prioritas dalam mendukung peningkatan produksi. Perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja sumur dan fasilitas produksi untuk mengidentifikasi berbagai peluang optimalisasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan monitoring, evaluasi kinerja fasilitas, optimalisasi sumur produksi serta penentuan prioritas program yang memberikan kontribusi terhadap kinerja operasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur menekankan bahwa peningkatan produksi bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi operasi, tetapi membutuhkan dukungan seluruh fungsi perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita mempunyai tujuan yang sama. Seluruh fungsi harus saling mendukung dan berkolaborasi untuk menjaga keandalan operasi dan mendorong pertumbuhan produksi,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bangun Kolaborasi dan Solution&#45;Oriented Mindset&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain perbaikan sistem dan proses, transformasi BSP juga diarahkan pada perubahan pola pikir. Seluruh insan perusahaan didorong untuk mengurangi pola kerja yang terkotak&#45;kotak atau silo mentality, serta membangun kolaborasi yang semakin kuat antar fungsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur juga mengajak seluruh jajaran untuk membangun solution&#45;oriented mindset, dengan melihat setiap tantangan sebagai ruang untuk mencari solusi, melakukan inovasi, dan menemukan peluang perbaikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan penguatan compliance, governance, BCMS, digitalisasi, operational reliability, serta kolaborasi lintas fungsi, BSP berkomitmen membangun organisasi yang semakin tangguh, adaptif, terintegrasi dan berorientasi pada kinerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BSP untuk menjaga keberlangsungan operasi, mempercepat pelaksanaan program strategis, meningkatkan efisiensi dan mengoptimalkan potensi produksi WK CPP sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, daerah, masyarakat serta mendukung ketahanan energi nasional.&lt;strong&gt; (*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/6867282638-img-20260822-wa0006.jpg"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 12:10:38 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5641/bsp-perkuat-transformasi-keandalan-operasi-dan-ketahanan-bisnis-melalui-bcms</guid></item><item><title>Tak Perlu Jauh ke MPP, Layanan Perizinan Pekanbaru Bakal Hadir di Kecamatan</title><link>https://ruangriau.com/news/detail/5640/tak-perlu-jauh-ke-mpp-layanan-perizinan-pekanbaru-bakal-hadir-di-kecamatan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) &#45; &lt;/strong&gt;Warga Pekanbaru ke depan tak perlu selalu datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mengurus sejumlah perizinan. Pemerintah Kota Pekanbaru akan membawa layanan perizinan dan nonperizinan lebih dekat ke masyarakat dengan membuka layanan di kantor kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahap awal, layanan tersebut akan hadir di empat kecamatan, yakni Binawidya, Rumbai, Bukit Raya, dan Tenayan Raya. Pemko Pekanbaru menyiapkan layanan ini sebagai bagian dari upaya memperpendek jarak pelayanan publik bagi warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, layanan di kecamatan nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengurus berbagai kebutuhan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan izin usaha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita ingin bagaimana pelayanan yang saat ini ada di MPP (Mal Pelayanan Publik), juga bisa ada di kecamatan&#45;kecamatan. Sehingga untuk mengurus PBG, izin usaha dan lain&#45;lain, itu tidak perlu lagi ke MPP,” ujar Agung, Jumat (21/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM&#45;PTSP) Kota Pekanbaru Zaki Helmi mengatakan layanan tersebut untuk sementara disebut sebagai “MPP mini”. Namun, nama resmi layanan akan ditentukan saat peluncuran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“MPP mini ini istilah spontan saja. Nanti kita carikan nama yang pas saat launching,” ucap Zaki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Zaki, pembukaan layanan di kantor kecamatan merupakan inovasi Pemko Pekanbaru untuk mendekatkan pelayanan kepada warga. Dengan wilayah Kota Pekanbaru yang cukup luas, masyarakat diharapkan tidak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk mengurus kebutuhan administrasi dan perizinan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dengan Kota Pekanbaru yang cukup luas, bapak wali kota dan bapak wakil wali kota mendorong bagaimana pelayanan itu bisa didekatkan ke masyarakat,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nantinya, layanan di empat kecamatan tersebut akan menjadi proyek percontohan. DPM&#45;PTSP akan melihat respons dan tingkat kebutuhan masyarakat sebelum memperluas layanan ke kecamatan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apabila animo masyarakat cukup tinggi, nanti bisa kita lakukan pengembangan ke kecamatan lainnya. Jadi untuk tahap awal di empat kecamatan dulu, Binawidya, Rumbai, Bukit Raya dan Tenayan Raya,” terang Zaki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, bagi 11 kecamatan lainnya, DPM&#45;PTSP menyiapkan Mobil Layanan Keliling NIB (Nomor Induk Berusaha).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mobil tersebut akan dimaksimalkan untuk memberikan pelayanan perizinan, khususnya pengurusan NIB, langsung di wilayah kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Intinya, kita ingin bagaimana pelayanan publik bisa semakin dekat pada masyarakat,” tutupnya. &lt;strong&gt;(*)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://ruangriau.com/assets//berita/original/20652685339-img-20260806-wa0192.jpg"/><pubDate>Sat, 22 Aug 2026 12:07:37 +0700</pubDate><guid>https://ruangriau.com/news/detail/5640/tak-perlu-jauh-ke-mpp-layanan-perizinan-pekanbaru-bakal-hadir-di-kecamatan</guid></item></channel></rss>