Dari Rumah ke Produk Bernilai, Wali Kota Pekanbaru Dorong Pemilahan Sampah

Selasa, 03 Maret 2026

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, meresmikan Kawasan Kelompok Masyarakat Sadar Sampah, RW 01, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Senin (2/3/2026).

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, mendorong warga untuk tidak sekadar membuang sampah, tapi juga memilahnya sejak rumah. Sampah yang dipilah pun bisa diolah menjadi produk bernilai, mulai dari sabun cuci piring, lilin aromaterapi, hingga eco enzim.

Demikian disampaikan Agung usai meresmikan Kawasan Kelompok Masyarakat Sadar Sampah (Kemas) RW 01, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Senin (2/3/2026). "Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap sampah. Hari ini kita resmikan Kemas sebagai bentuk nyata aksi mereka," jelasnya.

Kemas dibentuk sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah. Kelompok ini aktif melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik langsung dari rumah warga. Saat ini, sekitar 70 rumah tangga di kawasan tersebut telah tergabung dalam program ini.

Uniknya, Kemas juga mengembangkan aplikasi yang dapat memantau jumlah sampah organik, non-organik, dan residu. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui seberapa besar pengurangan sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar II.

Sampah yang dipilah tidak hanya dibuang, tapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai. Beberapa contohnya, Maggot untuk pakan ternak; Eco enzim dari kulit buah segar, yang kemudian diolah menjadi sabun cuci piring dan sabun padat; dan Minyak jelantah yang dijadikan lilin dengan aromaterapi.

Wali Kota menekankan bahwa kegiatan ini penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan sampah sejak sumbernya, yaitu rumah tangga. "Selain mengurangi volume sampah, ini juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra, memastikan pihaknya siap mendukung Kemas, baik dari segi pendampingan maupun fasilitasi kebutuhan operasional. 

"Kami akan carikan CSR untuk kegiatan ini karena program ini non-APBD. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat," ujarnya.

Dengan Kemas, Pekanbaru tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber manfaat. Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi RW dan kelurahan lain di Kota Pekanbaru. (*)