Project Terra Diluncurkan di Pekanbaru, Konsep Kandang Terpadu Dorong Gizi dan Ekonomi Keluarga

Kamis, 12 Maret 2026

Pemko Pekanbaru menyambut positif peluncuran Project Terra yang memperkenalkan konsep "Kandang Terra", sebuah model produksi pangan terpadu skala rumah tangga.

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyambut positif peluncuran Project Terra yang memperkenalkan konsep "Kandang Terra", sebuah model produksi pangan terpadu skala rumah tangga. Melalui sistem ini, masyarakat didorong memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan dari rumah.

Gagasan membangun ketahanan gizi sekaligus ketahanan ekonomi dari lingkungan rumah tangga mulai diperkenalkan melalui konsep Kandang Terra. Inovasi ini digagas Founder Terra Group, Yuhendra Prayoga, bersama sejumlah akademisi sebagai upaya mendorong masyarakat memproduksi pangan secara mandiri dalam skala sederhana.

Konsep tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Soft Launching Project Terra yang berlangsung di Hotel Khas Pekanbaru, Rabu (11/3/2026).

Yuhendra menjelaskan, Kandang Terra merupakan gagasan yang lahir dari semangat anak muda di Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru, untuk membangun sistem ketahanan gizi berbasis rumah tangga. Model ini menggabungkan beberapa kegiatan produksi pangan dalam satu sistem terpadu yang ringkas dan mudah diterapkan.

"Konsep ini pada dasarnya menyederhanakan pola peternakan dan pertanian skala besar menjadi model rumah tangga. Dalam satu kandang terpadu terdapat kolam ikan, kandang ayam petelur, serta kebun sayuran hidroponik," ujarnya.

Menurutnya, Kandang Terra memiliki dua tujuan utama. Pertama meningkatkan kualitas gizi keluarga, terutama bagi anak-anak. Kedua membuka peluang tambahan pendapatan bagi rumah tangga dari hasil produksi pangan tersebut.

"Ketahanan gizi dan ketahanan ekonomi tidak bisa dipisahkan. Apalagi kebutuhan bahan pangan terus meningkat, termasuk untuk dapur umum penyedia makanan bergizi," jelas Yuhendra.

Dalam sistem Kandang Terra terdapat tiga komponen utama, yaitu ayam petelur sebagai penghasil telur, kolam ikan sebagai sumber protein hewani, serta tanaman sayuran hidroponik yang dapat dipanen secara berkala. Ketiga unsur tersebut dirancang menjadi satu ekosistem pangan skala rumah tangga.

Ia berharap konsep ini dapat menjadi proyek percontohan pengembangan ketahanan pangan keluarga di Kota Pekanbaru.

"Melalui konsep sederhana ini, masyarakat diharapkan dapat mulai memproduksi pangan dari lingkungan rumah sendiri," katanya.

Kandang Terra merupakan bagian dari program yang lebih luas bernama Project Terra, yang merupakan akronim dari Terpadu Raya. Program ini menggambarkan sistem integrasi produksi pangan dari hulu hingga hilir.

Dalam pengembangannya, Terra Group juga menggandeng sejumlah akademisi, termasuk dosen dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, khususnya dari Fakultas Peternakan dan Pertanian.

Melalui proyek tersebut, berbagai produk protein hewani akan dikembangkan dengan standar sehat dan berkualitas, mulai dari ayam, ikan, kambing hingga sapi.

Selain itu, konsep ini juga menyesuaikan dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat di masyarakat, seperti komunitas sepeda, sepak bola, dan futsal yang dinilai memiliki potensi sebagai pasar produk pangan sehat.

"Kami tidak hanya menyasar pasar umum, tetapi juga komunitas yang menjalani gaya hidup sehat," ujar Yuhendra.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyambut baik peluncuran Project Terra karena dinilai mampu memperkuat kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga.

Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru Martin Manouluk mengatakan, konsep tersebut memperkenalkan sistem mini ketahanan pangan berbasis rumah tangga yang mengintegrasikan peternakan ayam petelur, budidaya ikan, dan penanaman sayuran hidroponik dalam satu sistem terpadu.

"Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari," ujarnya.

Selain meningkatkan gizi keluarga, sistem ini juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Hasil produksi seperti telur, ikan, dan sayuran segar nantinya dapat menjadi pemasok bahan pangan bagi berbagai kebutuhan, termasuk dapur umum penyedia makanan bergizi gratis.

Pemko Pekanbaru berharap Project Terra dapat berkembang lebih luas dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Inovasi ini diharapkan menjadi contoh pengembangan sistem pangan terpadu yang berkelanjutan di tengah masyarakat," ujarnya. (*)