KIT Tenayan Serap 14 Ribu Pekerja, Pemko Siapkan SDM Lewat Pendidikan Vokasi

Senin, 06 April 2026

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Pekanbaru, Masykur Tarmizi.

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong kehadiran perguruan tinggi vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja lokal. Langkah ini menyusul kebutuhan hingga 14 ribu pekerja di Kawasan Industri Tenayan (KIT) saat mulai beroperasi.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan tanpa persiapan sejak dini, peluang kerja itu berpotensi diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

Kalau tidak dipersiapkan, masyarakat lokal bisa kalah bersaing dan peluang ini diambil oleh tenaga kerja dari luar," ujarnya.

Untuk itu, Pemko Pekanbaru terus mendorong kehadiran perguruan tinggi vokasi yang mampu mencetak tenaga kerja siap pakai sesuai kebutuhan industri.

Upaya ini sebenarnya sudah dirintis sejak 2014 melalui pembentukan yayasan pendidikan. Namun, rencana tersebut terkendala regulasi yang tidak lagi memperbolehkan pemerintah daerah mendirikan yayasan untuk perguruan tinggi.

Pemko juga sempat mengusulkan pembangunan pendidikan vokasi berbasis hilirisasi kelapa sawit ke pemerintah pusat. Meski sempat mendapat respons positif, rencana itu batal direalisasikan akibat dinamika kebijakan.

Pada 2022, Pemko kembali mengajukan pembangunan perguruan tinggi vokasi negeri, namun kembali terhambat karena adanya moratorium pendirian perguruan tinggi negeri.

Sebagai alternatif, pemerintah pusat menyarankan kerja sama dengan politeknik melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Kerja sama sempat dijajaki dengan Politeknik Batam, namun hingga kini belum terealisasi.

Ke depan, Pemko Pekanbaru berharap dukungan dari berbagai pihak agar rencana pembangunan perguruan tinggi vokasi dapat terwujud.

"Kehadiran kampus vokasi ini penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja lima hingga sepuluh tahun ke depan," ucap Masykur. (*)