MBG Ringankan Warga, Pekanbaru Perkuat Upaya Tekan Stunting

Jumat, 24 April 2026

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dirasakan manfaatnya oleh warga Pekanbaru. Selain meringankan beban orang tua, program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan gizi anak sekaligus menekan angka stunting.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengajak masyarakat untuk ikut mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Program ini dinilai menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas gizi anak, khususnya di lingkungan sekolah.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, MBG telah memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama para orang tua siswa. Menurutnya, program ini membantu mengurangi beban pengeluaran harian keluarga.

"Program ini sangat membantu. Sebelumnya orang tua harus memberikan uang saku untuk makan siang anak, sekarang sudah terpenuhi melalui MBG," ujarnya.

Selain meringankan beban ekonomi, MBG juga memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih terjaga selama berada di sekolah. Hal ini dinilai penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Agung mengakui masih ada pihak yang meragukan efektivitas program tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia juga berharap berbagai program pemerintah pusat dapat terus berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak warga.

Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga terus memperkuat penanganan stunting yang masih menjadi perhatian. Salah satu wilayah fokus saat ini adalah Kecamatan Sukajadi.

Di kesempatan sebelumnya, Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, menyebut terdapat 22 anak yang mengalami stunting di wilayah tersebut dan seluruhnya tengah dalam proses penanganan.

"Penanganan stunting tidak bisa instan. Harus dilakukan secara berkelanjutan melalui intervensi gizi hingga kondisi anak membaik," jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya peran aktif camat dan lurah dalam memantau kondisi anak-anak terdampak. Selain itu, keterlibatan dunia usaha juga terus didorong melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sejumlah pihak telah berkontribusi, di antaranya Angkasa Pura serta Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) yang telah menyalurkan bantuan untuk mendukung penanganan stunting.

Pemko juga memperkuat program “orang tua asuh” atau “bapak asuh” bagi anak-anak stunting. Melalui program ini, diharapkan kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara rutin hingga kondisi mereka berangsur membaik.

Dengan sinergi antara program pemenuhan gizi seperti MBG dan intervensi langsung di lapangan, Pemko Pekanbaru berharap kualitas kesehatan anak-anak terus meningkat dan angka stunting dapat ditekan secara bertahap. (*)