
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander.
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) melalui langkah kolaboratif lintas sektor. Sebanyak 24 instansi dan pemangku kepentingan di Riau dilibatkan untuk memperketat pengawasan sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu kini menjadi perhatian serius karena dinilai berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, terutama generasi muda. Menyikapi kondisi tersebut, BBPOM Pekanbaru mendorong penguatan sinergi antarlembaga agar penanganan tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga pencegahan secara berkelanjutan.
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, mengatakan pihaknya telah menggelar penandatanganan komitmen bersama dengan melibatkan 24 perwakilan instansi dan pemangku kepentingan di Provinsi Riau serta Kota Pekanbaru.
"Kemarin sudah dilakukan penandatanganan komitmen bersama yang melibatkan 24 perwakilan instansi dan pemangku kepentingan di Provinsi Riau serta Kota Pekanbaru," kata Alex Sander, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, penyalahgunaan sejumlah obat tertentu seperti Tramadol, Triheksifenidil, Ketamin, hingga Dekstrometorfan saat ini memerlukan perhatian khusus karena tren penyalahgunaannya dinilai semakin mengkhawatirkan.
"Penyalahgunaan obat-obat tertentu ini bukan hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam kualitas sumber daya manusia kita, terutama generasi muda," ujarnya.
Alex menjelaskan, selama ini BPOM terus melakukan langkah pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat ilegal. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup apabila tidak dibarengi langkah preventif yang melibatkan seluruh pihak.
"Karena itu diperlukan sinergi semua pihak agar upaya pencegahan bisa berjalan lebih efektif, mulai dari pengawasan di lapangan hingga edukasi kepada masyarakat," jelasnya.
Melalui komitmen bersama tersebut, BBPOM berharap pengawasan terhadap peredaran obat dapat semakin diperketat, sekaligus memperluas sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu.
Selain memperkuat pengawasan, BBPOM juga mendorong penerapan gaya hidup sehat melalui pemanfaatan obat bahan alam. Salah satunya dengan mengajak masyarakat membiasakan konsumsi jamu sebagai alternatif yang lebih aman dan bermanfaat.
"Yang paling penting bukan hanya deklarasi atau penandatanganan komitmen, tetapi bagaimana seluruh pihak tetap konsisten menjalankan pengawasan dan edukasi demi menyelamatkan masa depan bangsa," tegas Alex.
BBPOM menilai pendekatan berbasis kearifan lokal tersebut dapat menjadi salah satu langkah preventif, khususnya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap obat-obatan kimia yang berpotensi disalahgunakan. (*)