Karhutla Riau, Manggala Agni Hadapi Tantangan Berbeda di Tiga Daerah

Ahad, 31 Mei 2026

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau. Operasi pemadaman dan pendinginan ada di Kabupaten Siak, Rokan Hilir (Rohil), dan Pelalawan yang masing-masing memiliki karakteristik kebakaran berbeda sehingga membutuhkan strategi penanganan khusus.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan, tantangan yang dihadapi tim di lapangan tidak sama. Mulai dari kebakaran gambut yang tetap aktif meski diguyur hujan, keterbatasan sumber air untuk pemadaman, hingga kebakaran dengan luasan cukup besar yang terpantau melalui pemantauan udara.

"Setiap lokasi memiliki kondisi lapangan yang berbeda. Di Kandis kami menghadapi kebakaran gambut yang masih aktif meski sudah turun hujan, di Pasir Limau Kapas fokus kami memastikan ketersediaan air untuk pemadaman, sementara di Sokoi tantangannya adalah luasan area terbakar yang cukup besar dengan asap tebal yang masih terpantau," ujar Ferdian.

Di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir belum sepenuhnya memadamkan api di lahan gambut. Hasil pemantauan tim pada pagi hari masih menemukan kepulan asap dari sejumlah titik terdampak.

Menurut Ferdian, kondisi tersebut menunjukkan bara api masih bertahan di bawah permukaan gambut sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah api kembali membesar.

"Hasil pemantauan pagi ini menunjukkan kondisi masih berasap. Karena karakteristik gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan, tim terus melakukan penyekatan dan mopping up agar kebakaran tidak semakin meluas," katanya.

Sementara di Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rohil, fokus utama tim adalah menjaga ketersediaan sumber air untuk mendukung operasi pemadaman. Meski beberapa titik masih mengeluarkan asap, dukungan alat berat membantu mempercepat pekerjaan di lapangan.

"Alat berat membantu menyediakan embung air dan membersihkan parit sehingga suplai air tetap tersedia. Ini sangat penting karena keberhasilan pemadaman sangat bergantung pada kecukupan sumber air," jelasnya.

Adapun tantangan terbesar saat ini berada di wilayah Sokoi, Kabupaten Pelalawan. Tim Manggala Agni Daops VII/Rengat yang tiba di lokasi pada dini hari langsung diterjunkan untuk memperkuat operasi pemadaman.

Berdasarkan hasil pemantauan drone, area yang terbakar di Sokoi cukup luas dan masih mengeluarkan asap tebal. Kondisi tersebut membuat tim harus membagi personel untuk mempercepat pengendalian api dari berbagai sisi.

"Hasil drone pagi ini memperlihatkan kebakaran dengan luasan yang cukup besar dan masih dalam proses estimasi. Asap tebal juga masih terlihat sehingga dua tim kami bagi untuk memukul kepala api dan sayap api agar penyebarannya bisa segera dikendalikan," ungkap Ferdian.

Ia menegaskan, seluruh personel Manggala Agni bersama unsur terkait terus bekerja di lapangan untuk menekan perkembangan karhutla dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.

"Kami terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi sesuai kondisi di lapangan. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar penanganan karhutla berjalan optimal dan kebakaran tidak berkembang lebih luas," ujarnya. (*)