6 Helikopter Disiagakan di Riau untuk Hadapi Ancaman Karhutla

Sabtu, 20 Juni 2026

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau semakin diperkuat. Setelah mendapat tambahan satu unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kini total enam helikopter disiagakan untuk mendukung upaya pemadaman karhutla di wilayah Riau.

Provinsi Riau kembali menerima tambahan armada udara berupa satu unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Helikopter tersebut telah mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, Khoiril Fahmi, Sabtu (20/6/2026) mengatakan, helikopter tambahan tersebut merupakan tipe Mi-8.

“Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan satu unit helikopter water bombing dari BNPB. Saat ini helikopter tersebut sudah berada di Pekanbaru,” ujarnya.

Dengan tambahan armada ini, total helikopter yang disiagakan untuk penanganan karhutla di Riau kini berjumlah enam unit, terdiri dari lima helikopter water bombing dan satu helikopter patroli.

“Sekarang total ada enam helikopter, yakni lima helikopter water bombing dan satu helikopter patroli,” jelas Khoiril.

Menurutnya, keberadaan helikopter water bombing sangat penting untuk mempercepat pemadaman kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau tim darat.

“Helikopter ini akan digunakan untuk memadamkan karhutla di lokasi yang sulit dijangkau tim darat, sehingga api bisa lebih cepat dikendalikan sebelum meluas,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau menilai dukungan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun ini.

Dengan armada yang semakin lengkap, respons terhadap kemunculan titik api diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif sehingga risiko kebakaran besar dapat diminimalkan.

“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan dukungan armada yang memadai, penanganan titik api bisa dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya dapat ditekan,” ujarnya. (*)