
BENGKALIS (RUANGRIAU.COM) - Polsek Rupat bersama PT MMJ melaksanakan panen jagung pipil hibrida seluas 1,3 hektare di Desa Darul Aman, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Selasa (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada dan ketahanan pangan nasional tahun 2026.
Kapolsek Rupat AKP Faisal SH mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polsek Rupat dan manajemen PT MMJ dalam mendukung program pemerintah melalui budidaya jagung pipil jenis Hibrida BISI.
Panen dipimpin langsung oleh AKP Faisal didampingi Ps Kanit Binmas Aiptu Ahmad Fauzi dan Bripda Dewi Suwilda. Rombongan berangkat dari Polsek Rupat menuju lokasi PT MMJ melalui jalur darat dan dilanjutkan menggunakan transportasi air.
Setibanya di lokasi, rombongan disambut Penanggung Jawab Lahan Jagung PT MMJ Tomy, Head Security PT MMJ, serta perwakilan karyawan perusahaan.
Dari lahan seluas 1,3 hektare tersebut, diperoleh hasil panen sekitar 450 kilogram jagung pipil.
AKP Faisal menjelaskan hasil panen belum maksimal karena dipengaruhi musim kemarau yang menyebabkan minimnya curah hujan. Selain itu, sebagian tanaman mengalami pertumbuhan tidak optimal akibat serangan hama dan gangguan monyet.
"Hasil panen kali ini memang belum maksimal karena faktor cuaca dan gangguan hama. Namun kegiatan ini tetap menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional," ujarnya.
Jagung hasil panen selanjutnya dikelola oleh pihak PT MMJ untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak milik karyawan yang berada di lingkungan perusahaan.
Pada kesempatan tersebut, AKP Faisal juga mengajak masyarakat, khususnya kelompok tani di Kecamatan Rupat, untuk meningkatkan minat menanam jagung pipil sebagai salah satu komoditas yang mampu mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat, terutama kelompok tani, agar terus memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam jagung pipil. Selain mendukung program swasembada pangan, budidaya jagung juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani," pungkasnya. (*)