
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera meluncurkan program Zero Gepeng sebagai upaya mengatasi keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah persimpangan jalan. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga menghadirkan solusi agar para gepeng tidak kembali turun ke jalan.
Menurut Agung, konsep program tersebut saat ini masih dimatangkan. Ia telah meminta Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengoordinasikan penyusunan program bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Ini lintas OPD. Zero gepeng ini tidak hanya penertiban, tapi kita juga mencarikan solusi dari (permasalahan) itu semua," ujar Wali Kota.
Ia mengatakan, hingga kini gelandangan dan pengemis masih kerap terlihat di sejumlah persimpangan jalan di Kota Pekanbaru. Padahal, Dinas Sosial Kota Pekanbaru secara rutin melakukan penjangkauan dan penertiban.
Namun, menurut Agung, para gepeng sering menghindari petugas saat operasi berlangsung dan kembali beraktivitas di lokasi yang sama setelah penertiban selesai. Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang berasal dari luar Kota Pekanbaru.
Karena itu, Pemko Pekanbaru ingin menghadirkan penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan. Penertiban, kata Agung, harus dibarengi dengan langkah-langkah yang humanis agar persoalan sosial tersebut tidak terus berulang.
Agung juga mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang maupun barang kepada gelandangan dan pengemis di jalan atau di persimpangan lampu lalu lintas. Menurutnya, kebiasaan tersebut justru dapat mendorong mereka untuk terus kembali ke jalan.
Melalui program Zero Gepeng, Pemko Pekanbaru berharap penanganan persoalan gelandangan dan pengemis tidak lagi bersifat sementara, melainkan mampu memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan. (*)