PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Suryana Hakim secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) untuk pengangkatan sebagai Dewan Pengawas periode 2026-2030 sekaligus diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (Perumdam) Tirta Siak. SK itu diaerahkan langsung oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar di Kantor Perumdam Tirta Siak, Jumat (6/2/2026).
Wawako menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dewan Pengawas dan Plt Direktur Perumdam Tirta Siak di masa sebelumnya. Kemudian mengucapkan selamat kepada pejabat baru yang sudah ditunjuk.
Jabatan yang telah diamanahkan ini merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar, khususnya dalam memastikan pengelolaan BUMD. BUMD harua dikelola sesuai prinsip good corporate governance, yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.
"Saya berharap, Dewan Pengawas sekaligus sebagai Pit Direktur yang baru dapat bekerja secara objektif, independen, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Sehingga, Perumdam Tirta Siak mampu tumbuh sehat, berdaya saing," ucal Markarius.
Pemko Pekanbaru juga sedang menyiapkan seleksi untuk pemilihan Calon Direktur Perumdam Tirta Siak defenitif. Diharapkan, Plt Direktur saat ini tetap bekerja dengan maksimal untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan guna meningkatkan pelayanan Tirta Siak kepada masyarakat.
"Pejabat definitif sebagai Direktur Perumdam Tirta Siak sedang kami siapkan seleksi. Saya harap, pejabat saat ini juga dapat bekerja maksimal untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Wawako.
Sementara itu, Suryana Hakim berkomitmen untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Meski, ia dihadapkan pada kondisi yang tidak mudah.
Usai menerima SK jabatan Plt Direktur Perumdam Tirta Siak, ia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar atas kepercayaan yang telah diberikan untuk mengemban amanah sebagai Dewan Pengawas sekaligus Plt Direktur Perumdam Tirta Siak.
Ia tahu bahwa jabatan yang diemban ini bukan tugas yang mudah. "Apalagi, melihat kondisi Perumdam Tirta Siak saat ini,” ucapnya.
Perumdam Tirta Siak tidak hanya berfungsi sebagai perusahaan daerah. Perumdam Tirta Siak etapi juga memegang peran strategis sebagai penyedia Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang air minum bagi masyarakat. Oleh karena itu, keberlangsungan dan kualitas layanan menjadi hal yang sangat krusial.
“Perumdam Tirta Siak memegang standar pelayanan minimal. Air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan menyangkut hajat hidup orang banyak,” jelas Suryana.
Tugas yang diembannya bersifat sementara hingga ditetapkannya direktur definitif. Meski demikian, ia berupaya maksimal agar operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik selama masa transisi.
Masalah satu tantangan terbesar yang dihadapi Perumdam Tirta Siak adalah tingginya angka Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air akibat kebocoran dan faktor teknis lainnya. Kondisi tersebut dinilai menjadi sumber kerugian perusahaan sekaligus membebani keuangan daerah.
“NRW kami masih tinggi. Air yang terbuang akibat kebocoran ini menjadi kerugian bagi Perumdam dan berdampak pada beban fiskal,” ungkap Suryana.
Selain itu, ia juga menyoroti kewajiban pembayaran kepada mitra kerja sama melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang berpotensi menjadi beban tambahan, baik bagi Perumdam Tirta Siak maupun Pemko Pekanbaru. Ke depan, ia menekankan pentingnya efisiensi keuangan, optimalisasi pelayanan kepada pelanggan, serta pembenahan sistem operasional.
"Saya ingin Perumdam Tirta Siak dapat menjalankan fungsinya secara lebih efektif dan berkelanjutan," ujar Suryana. (*)