PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memetakan titik-titik rawan banjir di setiap kecamatan untuk mempercepat penanganan genangan saat hujan. Sejumlah lokasi telah disurvei, tetapi beberapa titik masih membutuhkan kajian teknis karena persoalan kondisi jalan dan aliran air.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, mengatakan pemetaan tersebut menjadi salah satu fokus evaluasi kinerja para camat dalam kegiatan coffee morning di Kantor Kecamatan Sail, Rabu (28/10/2026).
Menurut Markarius, laporan dari sejumlah kecamatan menunjukkan perkembangan positif. Beberapa camat bahkan telah menggunakan aplikasi untuk memetakan persebaran titik rawan banjir sehingga lokasi masalah dapat diketahui dengan lebih jelas.
“Fokus pertama tadi adalah memetakan daerah yang rawan banjir di setiap kecamatan. Beberapa camat sudah bagus laporannya. Bahkan, ada yang sudah menggunakan aplikasi sehingga titik-titik sebarannya dapat diketahui,” ujarnya.
Sebagian besar lokasi yang dilaporkan telah disurvei. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru juga telah menerjunkan petugas untuk meninjau langsung sejumlah titik guna mengetahui kondisi di lapangan.
Markarius mengatakan, hasil pemetaan dan survei tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti dengan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi.
“Saya dan wali kota berharap hasil pemetaan dan survei itu segera ditindaklanjuti melalui langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” ucapnya.
Meski demikian, tidak semua persoalan dapat diselesaikan langsung oleh pihak kecamatan. Salah satu kendala yang ditemukan adalah badan jalan yang lebih rendah atau membentuk cekungan sehingga berpotensi menampung air saat hujan.
Kondisi seperti ini membutuhkan pendampingan teknis dari Dinas PUPR agar penanganannya tidak sekadar bersifat sementara, tetapi juga dapat mengatasi penyebab genangan.
“Memang ada beberapa titik yang belum ditemukan solusinya oleh pihak kecamatan, seperti cekungan jalan. Persoalan seperti ini perlu pendampingan teknis dari Dinas PUPR,” jelas Markarius.
Untuk menentukan solusi yang tepat, sejumlah lokasi kemungkinan membutuhkan perencanaan lebih terperinci dengan melibatkan konsultan atau tenaga ahli. Pilihan penanganannya dapat berupa peninggian badan jalan atau pembenahan jalur aliran air, bergantung pada hasil kajian teknis.
“Apakah nanti jalannya perlu dinaikkan atau ada solusi lain, tentu ahli yang memahami. Mungkin juga perlu dibuat tembusan aliran air dan sebagainya,” sebut Markarius. (*)