RANTAU KOPAR (RUANGRIAU.COM) - Sejumlah nelayan tradisional di perairan Sungai Rokan, tepatnya di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau mengeluhkan eceng gondok (bakong) di sepanjang aliran sungai.
Kehadiran tanaman mengambang ini membuat aktivitas mereka terganggu, bahkan tidak bisa mencari tangkapan ikan di sungai. Sebab keberadaan eceng gondok ini dapat tersangkut di propeler mesin tempel perahu jika nelayan nekat untuk melajukan perahunya melewati tumpukan tanaman air tersebut.
Anto, nelayan berusia 39 tahun mengatakan, adanya eceng gondok itu disebut meresahkan nelayan. Khususnya nelayan tradisional seperti dirinya.
"Gara-gara eceng gondok ini pula ada ratusan nelayan tradisional di sejumlah desa Kecamatan Rantau Kopar tidak bisa mencari ikan," kata Anto, Ahad (23/11/2025).
Dirinya menyebutkan, eceng gondok yang berada aliran Sungai Rokan inni seringkali menutup akses nelayan menuju sungai.
Kondisi ini membuat para nelayan tradisional mengalami kerugian. Ia menghitung saru nelayan bisa kehilangan Rp300 ribu per hari karena tidak bisa mencari ikan di sungai.
Senada diungkapkan Amir Pohan (74). Ia berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi. Yakni, supaya eceng gondok tersebut bisa di musnahkan atau dimanfaatkan, sehingga tidak mengganggu nelayan mencari ikan di sungai.
“Paling tidak pemerintah bisa memfasilitasi, agar sampah-sampah tersebut diangkut ke darat, sehingga tidak menganggu aktifitas kami lagi mencari ikan di sungai ” tutupnya. (*)