PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat dukungan terhadap program prioritas nasional di bidang kesehatan, mulai dari penanggulangan tuberkulosis (TB) hingga percepatan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berbagai fasilitas kesehatan disiapkan untuk memperluas deteksi dini dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Okta dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus di RSUD Arifin Achmad, Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
Markarius mengatakan, Pemko Pekanbaru terus melakukan berbagai langkah untuk menekan angka penularan TB, termasuk memperkuat fasilitas pemeriksaan dan memperluas jangkauan layanan kesehatan.
"Kami dari Pemerintah Kota Pekanbaru menekan penularan TB, dengan melakukan berbagai upaya pencegahan," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini Pekanbaru memiliki 21 puskesmas yang dilengkapi Laboratorium Pemeriksa Mikroskopis BTA untuk mendukung pemeriksaan kasus TB. Selain itu, tersedia 11 alat tes cepat molekuler yang tersebar di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.
Tidak hanya fasilitas pemerintah, penanganan TB juga didukung oleh 125 klinik serta 30 rumah sakit swasta dan pemerintah yang bekerja sama memberikan pelayanan kepada pasien.
"Kita melakukan kerja sama dengan rumah sakit swasta dan pemerintah," katanya.
Pemko Pekanbaru juga memperluas layanan penanganan TB hingga ke lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) untuk memastikan warga binaan tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
Selain penanganan TB, Markarius menyebut Pemko Pekanbaru juga mempercepat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurutnya, program CKG tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga diperluas ke lingkungan aparatur pemerintah, sekolah, hingga perguruan tinggi.
"Kami bukan hanya menjangkau masyarakat umum, tapi juga kalangan pegawai, murid di sekolah hingga mahasiswa di kampus," jelasnya. (*)