• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Ekbis

Orang Pintar Tidak akan Menabung

Redaksi

Selasa, 09 Mei 2023 10:41:05 WIB
Cetak
Orang Pintar Tidak akan Menabung
Ilustrasi

RUANGRIAU.COM - Penulis buku Rich Dad Poor Dad terkenal akan nasihatnya, yakni orang pintar tidak akan menabung.  

Mengutip blog resminya Richdad.com, dia membeberkan bahwa menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ohio State University pada tahun 2017, hasil riset  menunjukkan bahwa orang dengan IQ 130 menghasilkan pendapatan antara US$ 6.000 dan US$ 18.500 lebih banyak per tahun dibandingkan mereka yang memiliki IQ 100.  

Bloomberg juga melakukan penelitian yang menyatakan bahwa orang berpenghasilan tinggi di kota-kota besar Amerika dengan biaya hidup tinggi paling sulit menabung.  
"Jadi, orang pintar tidak menabung," jelas Kiyosaki. 

Kiyosaki lantas menjelaskan, Rich Dad mengatakan kepadanya bahwa ada dua jenis kecerdasan: kecerdasan buku dan kecerdasan jalanan. 

"Kecerdasan buku yang dia maksud adalah orang-orang seperti Poor Dad saya, ayah kandung saya, yang memiliki gelar tinggi dan pekerjaan bergaji tinggi di bidang pendidikan. Secerdas dan seberbakat apa pun ayah miskin saya, dia selalu berjuang secara finansial. Berapa banyak uang yang dia tabung, dia kalah dalam beberapa skema cepat kaya. Menjelang akhir hidupnya, dia tidak punya uang. Semua kecerdasan bukunya tidak diterjemahkan menjadi kecerdasan finansial," paparnya panjang lebar. 

Kecerdasan lainnya, yakni kecerdasan jalanan, menggambarkan orang-orang seperti dirinya yang tidak berpendidikan tinggi tetapi tahu bagaimana dunia dan uang bekerja.  

Rich Dad, yang merupakan ayah sahabat Kiyosaki, mulai bekerja dan menjalankan toko keluarganya di usia muda. Ia belajar dari pengalaman bagaimana menjalankan bisnis. Belakangan, alih-alih mendapatkan gelar yang lebih tinggi, dia mendapatkan pengalaman dunia nyata dalam bisnis, akhirnya memiliki hotel di pantai Hawaii. Dia tidak memiliki kecerdasan buku, tetapi dia memiliki kecerdasan finansial yang tinggi. 

Orang Pintar dan Hemat 

Menurut Kiyosaki, Poor Dad selalu berkata, "Bekerja keras dan hemat uang." Namun, dia tidak mengikuti sarannya sendiri. 

Kurangnya kecerdasan finansial membuatnya membuat pilihan uang yang buruk, menguras tabungannya. Dia adalah salah satu tipe orang pintar yang tidak menabung. 

"Sedangkan Rich Dad saya selalu berkata, 'Jika kamu ingin menjadi kaya dan aman secara finansial, bekerja keras dan menabung tidak akan membawamu ke sana.' Dia mengikuti sarannya sendiri, dan bukannya menabung, dia menginvestasikannya. Hasilnya, ia menumbuhkan uangnya secara eksponensial dan menjadi mandiri secara finansial di usia muda. Dia juga tipe orang pintar yang tidak menabung," urainya. 

Dalam hal menjadi pintar, Kiyosaki memilih untuk meniru keputusan Rich Dad.  

Tiga alasan mengapa orang yang cerdas secara finansial tidak menabung 

Seperti kebanyakan orang, Anda mungkin diberitahu saat tumbuh dewasa bahwa menabung adalah keputusan finansial yang cerdas. Budaya kita dipenuhi dengan pepatah kecil yang positif tentang menabung seperti, "Satu sen yang ditabung adalah satu sen yang diperoleh," "dana hari hujan," dan hari lain, satu dolar lagi."  

"Jadi pertanyaannya, jika menabung dianggap hal yang baik, mengapa kita tidak didorong oleh pemerintah untuk melakukannya, dan diberi penghargaan oleh pemerintah karena melakukannya? Di situlah letak kebenarannya," tanyanya. 

Kiyosaki menjelaskan, Rich Dad mengajari dirinya banyak pelajaran tentang uang. Secara khusus, Rich Dad mengajari Kiyosaki tiga alasan mengapa orang yang cerdas secara finansial tidak menabung. 

1. Inflasi 

Rich Dad juga menjelaskan bahwa pajak lain menghancurkan para penabung adalah inflasi. Rich Dad menggunakan angka sederhana US$ 1.000 untuk menjelaskan mengapa penabung hampir selalu menjadi pecundang dalam ekonomi. Rich Dad menjelaskan, "US$ 1.000 Anda segera dimakan oleh inflasi, jadi setiap tahun nilainya berkurang."  

Rich Dad selanjutnya menjelaskan bahwa setiap tahun bunga yang dibayarkan bank kepada Anda dimakan oleh pajak dan inflasi. Pemerintah mengambil 30 persen dari pendapatan bunga melalui pajak capital gain dan inflasi menggerogoti hampir semua sisanya atau bahkan lebih. 

Hasilnya seringkali merupakan kerugian bersih. Itulah sebabnya ayah kaya berpikir bahwa bekerja keras dan menabung adalah cara yang sulit untuk menjadi kaya. 

2. Mengambil resiko 

Saat Anda bekerja keras untuk menghemat uang, Anda menempatkan “keamanan” Anda di dalam tabungan itu. Menjadi sangat sulit bagi mereka yang menghabiskan semua uang tabungan mereka untuk menginvestasikannya karena takut semua uang hasil jerih payah mereka akan hilang. 

"Orang yang bekerja keras dan menabung sering berpikir bahwa berinvestasi itu berisiko," kata Rich Dad. “Dan ketika Anda berpikir ada sesuatu yang berisiko, Anda harus belajar menghindarinya.” 

"Sayangnya, seperti yang kita pelajari di atas, menabung itu tidak aman," jelas Kiyosaki lagi.  

3. Pajak 

Penasihat pajak dan teman Kiyosaki, Tom Wheelwright, menulis buku yang sangat bagus tentang bagaimana pajak berfungsi sebagai insentif untuk perilaku yang ingin dilihat oleh pemerintah kita dari masyarakat. Buku itu disebut Kekayaan Bebas Pajak.  

Jika pemerintah menganggap menabung adalah ide yang bagus, mengapa mereka tidak memberikan keringanan pajak bagi mereka yang menabung untuk mendorong perilaku seperti itu? Faktanya, justru sebaliknya. 

Menurut CNSNews, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan bahwa orang Amerika rata-rata membelanjakan lebih banyak untuk pajak daripada yang mereka lakukan untuk gabungan pakaian, makanan, dan perawatan kesehatan pada tahun 2021. 

"Orang-orang yang bekerja keras dan menabung akan kesulitan membangun kekayaan karena, secara relatif, mereka membayar pajak lebih banyak," kata Kiyosaki mengutip nasihat Rich Dad. (*)


[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Ekbis

BSP Siap Dukung Normalisasi Kanal untuk Penanganan Banjir di Jalur Siak - Buton

Jumat, 05 Juni 2026 - 18:58:10 WIB

SIAK (RUANGRIAU.COM) - PT Bumi Siak Pusako (BSP) menyatakan kesiapannya mendukun.

Ekbis

Catat Tanggalnya, Operasi Pasar Murah Kembali Digelar di Pekanbaru dan Siak Awal Juni

Senin, 01 Juni 2026 - 11:49:57 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kabar baik bagi masyarakat yang ingin berbelanja keb.

Ekbis

Robi Junipa Nahkoda Baru BSP

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:32:21 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Teka-teki siapa nahkoda baru di PT Bumi Siak Pusako .

Ekbis

Kejar Investasi Rp72,5 Triliun, Plt Gubri Ajak Pelaku Usaha Dukung Pertumbuhan Ekonomi Riau

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:42:17 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariy.

Ekbis

Koperasi Pucuk Rebung Pekanbaru Tembus Pasar Malaysia

Senin, 11 Mei 2026 - 09:19:24 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Koperasi Produsen Pucuk Rebung Jaya Kota Pekanbaru r.

Ekbis

Kemudahan Pajak Dongkrak PAD Pekanbaru

Sabtu, 25 April 2026 - 10:45:07 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru mencatat.


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
Jaga Pesisir Dumai, PT Pacific Indopalm Kembali Tanam 1.000 Mangrove
13 Juni 2026
Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan SPMB, Cegah Kecurangan dan Gratifikasi
12 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Polsek Rupat Gencar Edukasi Petani Lewat Polisi Cinta Petani
12 Juni 2026
Polsek Rupat Ikuti Evaluasi Program Ketahanan Pangan Melalui Zoom Meeting
12 Juni 2026
Bersama Polsek Rupat, Linmas Ikut Sukseskan Program Ketahanan Pangan
11 Juni 2026
SF Hariyanto Kejar Potensi Rp60 Miliar dari 228 Ribu Kendaraan Menunggak Pajak di Kampar
11 Juni 2026
Pimpinan Baru BAZNAS Kampar Dilantik, Purwadi: Semoga Lebih Menyejahterakan Masyarakat
11 Juni 2026
Polsek Rupat dan Petani Panen Jagung Bersama, Bukti Sinergi untuk Ketahanan Pangan
11 Juni 2026
DLHK Resmikan LPS dan Bank Sampah Sukajadi, Dorong Warga Kelola Sampah dari Lingkungan Sendiri
11 Juni 2026
Wawako Pekanbaru Lantik 42 Pejabat, Tekankan Pelayanan Cepat dan Bebas Penyalahgunaan Wewenang
10 Juni 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 SPMB SMP Pekanbaru Dibuka 22 Juni, Ini Jadwal Lengkap dan Tahapan Pendaftarannya
  • 2 Infrastruktur Jadi Perhatian, Wabup Kampar: Kita Sudah Lalukan Berbagai Langkah dan Upaya Agar Segera Diperbaiki
  • 3 TPA Muara Fajar II Diperluas, Pekanbaru Bersiap Tinggalkan Sistem Open Dumping
  • 4 Reza Merdeka Terpilih Pimpin KNPI Senapelan, Siap Berdayakan Pemuda
  • 5 Catat Tanggalnya, Operasi Pasar Murah Kembali Digelar di Pekanbaru dan Siak Awal Juni
  • 6 Baru 35 Ribu Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Pemko Pekanbaru Percepat Sosialisasi
  • 7 Polsek Rupat Ajak Warga Manfaatkan Lahan Produktif untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved