Pilihan
Paparkan Kinerja Operasional dan Laba Positif, PT BSP Fokus Perbaiki Infrastruktur
SIAK (RUANGRIAU.COM) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Siak, PT Bumi Siak Pusako (BSP) terus melakukan upaya pembenahan untuk memastikan keberlanjutan usaha dan peningkatan kinerja jangka panjang.
Demikian diungkapkan Direktur PT Bumi Siak Pusako (BSP) Raihan, saat memaparkan kinerja operasional, keuangan, dan laba positif serta tantangan yang dihadapi perusahaan.
Pemaparan tersebut dilakukan saat konferensi pers capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Siak tahun 2025 dan transparansi agenda 2026 di Pendopo Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Senin (29/12/2025).
Konferensi pers tersebut dihadiri Bupati Siak Dr Afni Zulkifli, Wabup Syamsurizal, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Mahadar, staf ahli, para asisten, kepala dinas, jajaran direksi BUMD, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau Bambang Pratama SH MH, Anggota DPRD Siak Sujarwo, insan pers, tokoh masyarakat, serta sejumlah elemen masyarakat.
Dalam pemaparannya, Raihan yang didampingi Corporate Secretary Manager Ardian Ardi dan SPRM Manager Zulfahmi menyampaikan capaian kinerja operasional PT BSP sepanjang 2025.
Ia mengatakan untuk program pemboran eksplorasi sejumlah sumur yang direncanakan belum terealisasi. Demikian pula pemboran sumur pengembangan yang ditargetkan sebanyak 10 sumur belum terlaksana.
Sementara itu, kegiatan kerja ulang (workover) terealisasi 4 sumur dari rencana 6 sumur. Kegiatan well service tercapai 100 persen, dengan realisasi 217 sumur dari target 217 sumur.
"Akuisisi seismik 2D terealisasi sepanjang 50 kilometer sesuai rencana, sedangkan studi GGR dari target lima kegiatan baru terealisasi dua kegiatan," katanya.
Penundaan proyek pemboran ini kata Raihan, turut dipengaruhi oleh harga rata-rata minyak mentah SLC pada 2025 yang menurun menjadi USD 68,64 per barel, lebih rendah dibandingkan target APBN sebesar USD 83,82 per barel.
Alhasil, perusahaan harus melakukan efisiensi secara optimal agar bisa mencetak laba di tahun 2025. Upaya ini membuahkan hasil dengan mencatat Kinerja Keuangan tahun 2025 membukukan laba bersih sebesar USD 1,88 juta.
Raihan juga mengungkapkan sejumlah tantangan operasional yang dihadapi perusahaan, antara lain kondisi fasilitas produksi yang menua sehingga menurunkan keandalan, terjadinya congeal pada shipping line Zamrud–Minas, serta penggunaan moda transportasi minyak mentah.
"Sementara seperti trucking, barging, dan FSO yang memerlukan biaya tambahan signifikan," ujarnya.
Selain itu, pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) membutuhkan investasi besar sekitar USD 130 juta dengan risiko bisnis tinggi serta waktu pelaksanaan yang terbatas, yakni lima tahun sejak 9 Agustus 2022.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, kata Raihan, PT BSP menyiapkan sejumlah strategi di antaranya mempertahankan produksi optimal Wilayah Kerja Coastal Plains and Pekanbaru (WK CPP) dengan moda transportasi sementara hingga terbangunnya shipping line baru.
Selain itu, optimalisasi program kerja dan efisiensi anggaran, serta pembangunan shipping line baru berdasarkan hasil feasibility study (FS) dan front end engineering design (FEED) dengan estimasi waktu pengerjaan 2,5 tahun.
PT BSP juga berencana mengajukan pola kerja sama kemitraan dengan skema berbagi risiko dan keuntungan (sharing the risk, sharing the gain) guna menyelesaikan program KKP, dengan target calon mitra terpilih pada kuartal II tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Raihan turut menyampaikan berbagai prestasi yang diraih PT BSP, di antaranya Proper Biru (Compliance) secara berturut-turut sejak 2014 hingga 2025, sertifikasi ISO 45001:2018 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, ISO 14001:2015 tentang sistem manajemen lingkungan, serta sertifikat sistem manajemen K3 dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) juga dipaparkan. Pada 2024, PT BSP merealisasikan CSR sebesar Rp6,08 miliar, sementara pada 2025 sebesar Rp4,36 miliar.
Sementara itu dalam Kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang bersumber dari WP&B Tahun Anggaran 2025, PT BSP juga selalu berkontribusi dan berkomitmen untuk memperhatikan daerah-daerah di sekitar area operasinya.
Masih kata Raihan, baik itu dari sisi peningkatan SDM Masyarakat, Pembinaan UMKM, Perbaikan Jalan Lingkungan, Semenisasi Jalan, Normalisasi Saluran Air/Sungai dan Kegiatan Sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitarnya.
“Alhamdulillah, kita mampu menyelesaikan persoalan yang ada dan optimis pada 2026 BSP kembali bangkit. Pada 2025 produksi kita mencapai 7.666 barrel oil per day (BOPD), meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 5.678 BOPD,” ujar Raihan.
Ia juga menyebutkan bahwa pada 2026 PT BSP akan mulai melakukan lelang pipa, sehingga ke depan tidak lagi mengandalkan trucking yang biayanya jauh lebih besar dibandingkan penggunaan pipa.

PT BSP Fokus Perbaikan Infrastruktur untuk Kinerja Berkelanjutan
Salah satu BUMD strategis, PT BSP terus melakukan upaya pembenahan untuk memastikan keberlanjutan usaha dan peningkatan kinerja jangka panjang.
Direktur PT BSP Raihan menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi perusahaan saat ini adalah kondisi pipa minyak yang telah berusia lebih dari 50 tahun dan dinyatakan tidak layak operasi.
"Kondisi tersebut memaksa perusahaan menggunakan moda alternatif seperti trucking, barging, dan FSO," katanya.
Akibatnya, biaya operasional meningkat signifikan dari sekitar USD 9 juta menjadi USD 32 juta per tahun. Meski demikian, PT BSP tetap mampu mencatatkan tren produksi positif.
Pada tahun 2025, produksi minyak PT BSP meningkat. Hal ini menunjukkan kinerja operasional yang terus membaik di tengah keterbatasan infrastruktur.
“Selama BSP belum memiliki pipa baru, tentu dividen besar belum bisa diharapkan. Namun jika pipa baru terealisasi dan pengembangan sumur berjalan optimal, kami optimistis BSP dapat rebound pada akhir 2027 atau awal 2028,” jelas Raihan.
Menanggapi hal tersebut, Asisten II Sekdakab Siak yang juga Komisaris PT BSP, Heriyanto, meminta dukungan dan doa agar proses lelang pipa dapat berjalan lancar.
Ia berharap PT BSP sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) andalan dapat kembali memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“PT BSP adalah salah satu BUMD yang menjadi harapan Pemkab Siak. Mari kita bersama-sama memberi dukungan agar BSP kembali memberi dividen untuk daerah,” ujar Heriyanto.

Optimalisasi BUMD Jadi Kunci Penguatan Keuangan Daerah
Pemerintah Kabupaten Siak menegaskan komitmennya untuk menjadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pilar utama penguatan keuangan daerah.
Demikian disampaikan Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli dalam arahannya terkait pengelolaan fiskal dan kinerja BUMD.
Menurut Bupati, ruang fiskal daerah akan sangat terbatas apabila hanya mengandalkan pajak dan retribusi. Kenaikan pajak daerah dinilai tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kebutuhan belanja daerah yang terus meningkat.
“Kalau kita naikkan pajak restoran, parkir, dan lainnya, hasilnya tidak akan mengangkat keuangan daerah. Dapat Rp2–4 miliar, sementara TPP ASN saja mencapai Rp22 miliar per bulan. Uang rakyat Siak itu adanya di BUMD,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya restrukturisasi, efisiensi, dan profesionalisme dalam tubuh BUMD agar benar-benar mampu memberikan kontribusi nyata berupa dividen bagi daerah.
“BUMD jangan hanya jadi tempat numpang hidup. Kita butuh hasil, kita butuh dividen,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa BUMD harus benar-benar bekerja dan memberi kontribusi nyata bagi daerah, bukan justru “menumpang kerja” dengan membentuk banyak anak perusahaan.
"Namun dalam praktiknya, masih terdapat BUMD yang justru tidak memberikan kontribusi signifikan dan malah membentuk anak perusahaan hingga berkali-kali perubahan," katanya.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Afni menanggapi pertanyaan seorang warga bernama Dedi yang meminta agar dilakukan restrukturisasi BUMD. Dedi menilai keberadaan sejumlah BUMD di Kabupaten Siak belum menjadi andalan dalam mendongkrak PAD daerah.
“Pada prinsipnya saya sepakat. Memang seharusnya BUMD itu bukan numpang cari kerja, tapi benar-benar mencari kerja dan menghasilkan,” tegas Afni.
Ia menambahkan, terkait persoalan BUMD, Pemerintah Kabupaten Siak telah dan akan terus melakukan langkah efisiensi agar badan usaha daerah dapat dikelola secara sehat dan profesional.
Khusus untuk BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP), Afni menilai persoalan utama yang menghambat kontribusi terhadap daerah adalah kondisi pipa distribusi yang sudah tidak memadai. Selama persoalan tersebut belum diselesaikan, PT BSP dinilai akan sulit memberikan dividen kepada pemerintah daerah.
“Selagi pipanya tidak diganti, PT BSP tidak akan pernah memberi dividen ke daerah. Karena itu saya sudah meminta agar pada 2026 dilakukan lelang pipa,” ujar Afni.
Ia memprediksi, jika rencana tersebut berjalan sesuai harapan, maka pada 2027 PT BSP dapat kembali bangkit dan mulai mencatat sejarah baru sebagai BUMD yang memberi manfaat nyata bagi daerah.
“Kalau Presiden Prabowo bangga dengan karya anak bangsa, maka kita juga harus bangga dengan karya kita sendiri. Kita bangun pipa milik PT BSP sendiri, yang hasilnya bisa dinikmati, bahkan bisa dipakai hingga 100 tahun untuk anak cucu kita,” ucap Afni. (***)
Berita Lainnya
PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
SIAK (UANGRIAU.COM) – PT Bumi Siak Pusako (BSP) kembali menegaskan eksistensin.
Gandeng Unri hingga Rumah Sakit, Ini Strategi Pemko Pekanbaru Tuntaskan Banjir
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Penanganan banjir di Pekanbaru kini melibatkan kolab.
Agung: Pembangunan Infrastruktur, dari Jalan hingga Fasum, Tetap Jadi Fokus Utama di 2026
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, pemben.
Ketua Fraksi PPP Sambangi Tokoh Senior dan PPP Kampar, Ini Harapan Yurmailis Saruji
BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU.COM) - Salah seorang tokoh senior dan pentolan dari P.
Langkah Optimis PT BSP 2026 Diawali Silaturahmi dengan Dua Camat
SIAK (RUANGRIAU.COM) - Mengawali aktivitas di tahun 2026, PT Bumi Siak Pusako (B.
Penanganan Banjir di Pekanbaru, PUPR Optimalkan Normalisasi Saluran Air
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Penanganan banjir di Pekanbaru terus berlanjut. Saat.



.jpg)




