Pilihan
DLHK dan Lapas Kelas IIA, Ubah Sampah Jadi Produk Bernilai
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, jalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di lingkungan Lapas.
Kerjasama ini ditandai dengan pertemuan kedua belah pihak di Lapas Kelas II Pekanbaru, Selasa (3/2/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan untuk menyusun program kerjasama yang mencakup penyuluhan pengelolaan sampah serta pelatihan pembuatan pupuk organik.
Program ini diharapkan dapat mengubah stigma sampah dari limbah menjadi produk bernilai guna untuk mendukung kegiatan pertanian di dalam Lapas.
Hadir mewakili Kepala Dinas DLHK Kota Pekanbaru, Rima Septisia selaku Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Madya.
Rima mengaku, pengelolaan sampah di area publik, seperti Lapas merupakan langkah nyata dalam menjaga ekosistem kota.
"Kami mendukung program ini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan Kota Pekanbaru yang lebih bersih dan sehat, khususnya di area Lapas Pekanbaru. Melalui edukasi dan pelatihan teknis nantinya, kami berharap sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan potensi ekonomi dan edukasi bagi para warga binaan," ujarnya.
Sementara, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesediaan DLHK Kota Pekanbaru dalam memberikan pendampingan teknis.
Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar menjaga kebersihan, tapi juga bagian dari proses reintegrasi sosial warga binaan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DLHK Kota Pekanbaru atas kerja sama ini. Kegiatan ini akan sangat bermanfaat bagi warga binaan sebagai bekal keterampilan (skill) baru. Dengan mengubah sampah menjadi pupuk organik, warga binaan tidak hanya belajar mencintai lingkungan, tetapi juga memiliki modal kemandirian yang produktif untuk bekal saat kembali ke masyarakat nanti," paparnya.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, program akan dieksekusi secara kolaboratif di lapangan oleh Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) untuk mengoordinasikan proses produksi dan pelatihan teknis di lapangan dan Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) untuk memastikan partisipasi dari warga binaan berjalan sesuai proses pembinaan.
Melalui langkah ini, Lapas Pekanbaru diharapkan dapat menjadi institusi yang mandiri dalam pengelolaan limbah domestik sekaligus menjadi percontohan bagi unit pelaksana teknis lainnya dalam hal pelestarian lingkungan. (*)
Berita Lainnya
PT Astra: Perkuat Desa Sejahtera Astra Sumba Timur melalui Pelestarian Tenun Ikat dan Pemberdayaan Perempuan
SUMBA TIMUR (RUANGRIAU.COM) - PT Astra International Tbk ("Astra") terus memperk.
Nelayan di Rohil Diserang Buaya Saat Pasang Pukat, Alami Luka Gigitan di Punggung
ROHIL (RUANGRIAU.COM) - Seorang nelayan di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Ro.
Pekanbaru Pecahkan Rekor MURI, 9.184 ASN Serentak Baca Surah Al-Mulk
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mencatatka.
Hadiri Upacara Hari Bhayangkara Ke 80 di Lapangan Pelajar Bangkinang, Ini Ucapan Kordiv HPS Bawaslu Kampar
BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU.COM) - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) .
Polsek Rupat Perkuat Sinergi dengan Warga, Dorong Kamtibmas dan Ketahanan Pangan
RUPAT (RUANGRIAU.COM) - Polsek Rupat terus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Polsek Rupat Intens Pantau Lahan Pertanian, Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa
RUPAT (RUANGRIAU.COM) - Polsek Rupat terus menunjukkan komitmennya dalam menduku.








