• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Pendidikan

Salah Satunya Fakta Bangsa Romawi Kono, Ternyata Memiliki Pemadam Kebakaran

Redaksi

Sabtu, 25 Februari 2023 23:04:58 WIB
Cetak
Salah Satunya Fakta Bangsa Romawi Kono, Ternyata Memiliki Pemadam Kebakaran
romawi kuno

RUANGRIAU.COM - Dimasa Romawi kuno masyarakatnya dikenal sering menyimpan catatan tertulis tentang kehidupan sehari-hari mereka. Jadi jangan heran, kalau buku-buku sejarah dunia dan peradaban barat selalu mencakup sejarah Romawi di dalamnya.  Namun, ada beberapa fakta terselubung yang tidak diketahui oleh khalayak umum. Beberapa di antaranya akan dibahas di bawah ini.

Berikut daftarnya :

Baca Juga :
  • Memperbutkan Sabuk WBC, Daud Yordan Naik Ring Lawan Petinju Korea Selatan
  • Inilah 8 Negara Sering Kritik Indonesia, Soal Papua

1. Bangsa Romawi memuja dewa kotoran.

Sterculius adalah dewa pupuk dan kotoran Romawi kuno. Entitas "kotoran" lainnya adalah Cloacina, dewi saluran pembuangan, serta Crepitus, dewa toilet. Cloacina adalah dewi pelindung saluran pembuangan kota Roma, yang dikenal sebagai Cloaca Maxima.

Bangsa Romawi juga menganggap Cloacina sebagai dewi kesucian, dewi kotoran, dan pelindung hubungan seksual dalam pernikahan. Selama berabad-abad, dia berafiliasi dengan Venus, dewi kecantikan dan cinta, dan secara bertahap dikenal oleh banyak orang sebagai Venus Cloacina.

2. Romawi pernah dipimpin oleh seorang kaisar transeksual.

Para sejarawan mungkin telah mengenal sosok Kaisar Elagabalus, walau kebanyakan orang belum pernah mendengarnya. Mengingat Elagabalus adalah seorang kaisar transeksual, tidak mengherankan kalau sebagian besar sekolah dan buku sejarah akan menghindari pembahasan tentangnya.

Beberapa sumber sejarah menyatakan kalau Elagabalus disunat seperti para pendeta pada masanya.
Namun, ada juga klaim yang mengatakan kalau penisnya telah diinfibulasi.

Menurut sejarawan dan negarawan Romawi, Dio Cassius, Elagabalus menginginkan pengebirian kelamin demi masalah "kewanitaan" alih-alih atas nama agama. Tak ayal, kalau banyak sejarawan modern yang menganggap Elagabalus sebagai seorang kaisar transeksual.

Meskipun awalnya didukung oleh tentara Romawi, Elagabalus akhirnya dibenci oleh jajaran senat Romawi.
Elagabalus pun dibunuh, mayatnya dimutilasi lalu diseret ke jalanan Kota Roma sebelum akhirnya dilempar ke Sungai Tiber.

3. Caligula menunjuk kudanya sendiri sebagai anggota senat.

Menurut sejarawan Suetonius, Kaisar Caligula sangat memuja kudanya, Incitatus. Bahkan, ia menunjuk kudanya sebagai seorang anggota Senat. Jadi, apakah ini pertanda dari kegilaan Caligula yang semakin parah?

Beberapa sejarawan berpendapat kalau hal ini dilakukan untuk menghina para senat dan elite Roma pada masa itu.
Seperti yang diketahui, pemerintahan Caligula yang relatif singkat ditandai dengan perseteruan antara dirinya dan senat Romawi.

Dengan memberikan jabatan publik yang tinggi kepada kudanya, Caligula mencoba untuk menjelaskan kepada senat kalau pekerjaan mereka tidak begitu berarti.
Toh, seekor kuda pun dapat melakukannya.

4. Mithridates tumbuh besar di alam liar dan memiliki kekebalan terhadap racun.

Meskipun secara teknis bukan seorang kaisar Romawi, Raja Mithridates VI dari Pontus memainkan peran besar dalam sejarah Romawi kuno. Dia adalah salah satu ancaman terbesar bagi Romawi layaknya Hannibal dari Kartago.
Ketika masih kecil, Mithridates dianiaya dengan kejam oleh ibunya.

Ia pun dibuang ke hutan dan dipaksa untuk tinggal di sana selama tujuh tahun. Selama di hutan, ia mencoba untuk bertahan hidup sembari mengembangkan ketertarikannya pada toksikologi.Pada saat itu, ia terus menelan racun dosis rendah sampai dia kebal terhadapnya. Sayangnya, strategi kebal racun ini menjadi bumerang ketika dia menjadi raja Pontus.

Ketika kotanya dikepung oleh pasukan Romawi yang dipimpin oleh Pompey, Mithridates mencoba untuk bunuh diri dengan racun. Sayangnya, ia tidak mati karena sudah kebal dari racun. Mithridates pun terpaksa meminta salah satu pengawalnya untuk membunuhnya.

5. Unit pemadam kebakaran Crassus yang korup.

Triumvirat pertama terdiri dari tiga orang yang sangat kuat, yakni Julius Caesar, Gnaeus Pompey, dan Marcus Crassus. Sayangnya, Crassus sering tersingkir dari sejarah Romawi kuno karena berada di bawah bayang-bayang Caesar dan Pompey yang luar biasa.

Salah satu cerita tentangnya yang kurang terkenal menyangkut unit pemadam kebakaran buatannya.
Bagaimanapun, setiap kota besar pasti memiliki pemadam kebakaran, termasuk Roma. Namun, pemadam kebakaran buatan Crassus hanya akan memadamkan api ketika sang pemilik menjual propertinya dengan harga yang murah ke Crassus.

Jadi, bisa dibayangkan ketika mereka harus mengemis kepada pemadam kebakaran untuk memadamkam api yang menghancurkan properti mereka. Satu-satunya pilihan adalah membiarkan semuanya terbakar habis atau menjualnya dengan harga lebih murah kepada Crassus.

6. Publicani, pemungut pajak di masa Romawi kuno.

Percaya atau tidak, pemungut pajak saat ini jauh lebih baik daripada pemungut pajak di masa lampau.
Selama abad ke-2 SM, para pengusaha Romawi yang disebut publicani mendominasi dunia kuno. Ketika sampai di wilayah yang baru ditaklukkan oleh pasukan Romawi, mereka akan langsung mematok biaya pajak yang tinggi.

Seperti para pemungut pajak pada masanya, publicani suka memeras uang dari orang miskin dan menginjak-injak yang termiskin dari yang miskin.

Menurut Britannica, kekayaan yang mereka dapatkan memungkinkan mereka untuk mengontrol perdagangan, perbankan, dan pengiriman barang di wilayah Romawi kuno.Mereka juga sering memakai taktik brutal untuk menjatuhkan orang-orang Timur dengan kekuatan militer yang kuat, termasuk polis-polis Yunani.

Pada saat itu, publicani akan memungut pajak yang disebut decuma (pajak panen 10 persen), yang sebagian besar jatuh ke tangan pemerintah Romawi.

7. Memiliki beberapa buku yang meramalkan masa depan.

Mengutip buku Rubicon: The Last Years of the Roman Republic, dikatakan kalau bangsa Romawi memiliki buku-buku yang ditulis dalam bahasa Yunani. Buku itu bukanlah koleksi buku biasa, karena di dalamnya terdapat ramalan tentang masa depan Romawi dan warganya, termasuk akhir yang tak terelakkan dari Republik Romawi.Buku-buku ini disimpan di dalam Kuil Yupiter di mana hanya penerjemah paling terampil yang diizinkan untuk membacanya.
 
Sebuah legenda mengatakan kalau seorang wanita tua mendekati Raja Lucius Tarquinius saat Roma masih diperintah oleh raja-raja Etruria. Yang mana dikisahkan, kalau wanita itu menawarinya sembilan buku dengan harga yang tidak masuk akal, yang kemudian ditolak oleh Tarquinius dengan ucapan "Harrumph!"

Wanita itu pun membakar tiga buku dan menawarkan enam sisanya, masih menuntut harga yang sama. Sekali lagi, Tarquinius menolak. Namun kali ini, dia mulai mempertanyakan buku-buku itu. Wanita itu kembali membakar tiga buku lagi, dan menawarkan tiga sisanya.
 
Tanpa pertimbangan lagi, Tarquinius pun langsung membeli tiga buku tebal itu. Setelah membacanya dengan teliti, ia tahu kalau buku-buku itu adalah ramalan yang menceritakan tentang naik turunnya peradaban Romawi.
Banyak yang mengaitkan wanita tua itu dengan sibyl (orakel) yang telah meramalkan jatuhnya Troy.

Sejak hari itu, buku-buku itu terus dirahasiakan dan dijaga ketat.Buku-buku itu hanya dibawa keluar ketika Kota Roma sedang dalam bahaya atau para pemimpinnya membutuhkan jawaban atas masalah yang sedang dihadapi.
Sebenarnya, masih ada banyak kisah terselubung dari peradaban Romawi kuno. Karena semakin dalam kita menggali sejarah, semakin banyak pula fakta baru yang terungkap darinya.***


 Editor : A.Muharram

[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Pendidikan

SPMB 2026, Pemko Pekanbaru Targetkan Tak Ada Lagi Anak Tak Tertampung Sekolah

Rabu, 25 Februari 2026 - 22:07:53 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, memimpin .

Pendidikan

Bhabinkamtibmas Polsek Bukitraya Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja di SD Ecclesia

Senin, 23 Februari 2026 - 13:59:13 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Dalam rangka menanamkan kedisiplinan dan membentuk k.

Pendidikan

Disdik Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Program Cinta Alquran dan Pesantren Kilat

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:52:16 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat p.

Pendidikan

SPAN PTKIN 2026 Dibuka, Segera Daftar Sebelum 28 Februari!

Senin, 16 Februari 2026 - 12:39:42 WIB

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Rangkaian Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan.

Pendidikan

Agung Nugroho: Tidak Boleh Ada Anak Putus Sekolah di Pekanbaru

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:26:51 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Penjaringan terhadap anak putus sekolah di Kota Peka.

Pendidikan

Pembelajaran Selama Ramadan: TK-PAUD Libur, SD-SMP Tetap Belajar dengan Penyesuaian

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:35:07 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menetapkan .


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
Pemko Pekanbaru dan APJII Riau Siapkan MoU, Layanan Internet Ditargetkan Makin Optimal
26 Februari 2026
SPMB 2026, Pemko Pekanbaru Targetkan Tak Ada Lagi Anak Tak Tertampung Sekolah
25 Februari 2026
Jaga Kondusivitas Ramadan, Polsek Bukitraya Pasang Spanduk Kamtibmas di MAN 1 Tangkerang
25 Februari 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Rp7 Miliar untuk Biaya Lokal Jemaah Haji 2026
25 Februari 2026
Diatas Rata-rata Nasional, Skor IDSD Pekanbaru Tahun 2025 Capai 4,24
25 Februari 2026
Tindaklanjuti Kick Off Bawaslu RI, Bawaslu Kampar Ngabuburit di SMA Muhammadiyah
25 Februari 2026
Dua Warga Tenayan Raya Dapat RLH, Wako: Bantuan Harus Tepat Sasaran
25 Februari 2026
Dukung Program Asta Cita, Polsek Bukitraya Tanam Jagung di Maharatu
24 Februari 2026
Bapenda Pekanbaru Gencar Lakukan Pendataan Objek Pajak Potensial
24 Februari 2026
Bhabinkamtibmas Polsek Bukitraya Edukasi Bahaya Kenakalan Remaja di SD Ecclesia
23 Februari 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Hukum Puasa Sehari Sebelum Ramadan Menurut Islam
  • 2 Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Bangkinang Sampaikan Program dan Kerjasama Saat Dies Natalis IX & Wisuda
  • 3 PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
  • 4 Langkah Optimis PT BSP 2026 Diawali Silaturahmi dengan Dua Camat
  • 5 PAD Pemko Pekanbaru Naik 43 Persen
  • 6 Penanganan Banjir di Pekanbaru, PUPR Optimalkan Normalisasi Saluran Air
  • 7 Paparkan Kinerja Operasional dan Laba Positif, PT BSP Fokus Perbaiki Infrastruktur

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved