Pilihan
Darah di Kamar, Jeritan di Pagi Hujan
Jejak Darah di Hutan Singingi
Hujan lebat mengguyur Teluk Kuantan pagi itu, Senin (24/2/2025). Di sebuah rumah sederhana, jeritan seorang anak laki-laki pecah di antara suara rintik hujan. Ia baru saja menemukan ibunya, Juniwarti (51), seorang guru yang dikenal ramah, tergeletak bersimbah darah di kasurnya.
Laporan: KUANSING (RUANGRIAU.COM)
Daster merah yang dikenakan ibunya sudah basah oleh darah. Lehernya nyaris putus, luka menganga tampak jelas. Sang anak, yang masih duduk di kelas II SMA, berlari ke rumah tetangga, mengetuk pintu dengan panik, suaranya bergetar memohon pertolongan.
Tetangga berdatangan, tetapi semuanya sudah terlambat. Juniwarti telah tiada, meninggalkan duka yang tak terbayangkan.
Pelarian ke Dalam Hutan
Kecurigaan segera mengarah pada suaminya, Elvis Ardi (48), seorang ASN di Pemkab Kuansing. Pria itu menghilang sejak subuh, pergi dengan sepeda motor Honda Scoopy.
Namun ada satu hal yang membuat bulu kuduk meremang—sebelum ditemukan, anaknya menerima sebuah pesan WhatsApp dari sang ayah:
"Lihat ibumu di kamar."
Polisi tak butuh waktu lama untuk menetapkannya sebagai tersangka. Namun, ketika tim bergerak menangkapnya, Elvis sudah menghilang ke arah Singingi, memasuki hutan Muara Lembu.
Saat akhirnya ditangkap, Elvis mengaku bahwa ia membunuh istrinya karena cemburu. Ia menduga sang istri sudah tak setia, meskipun tak memiliki bukti. Namun yang lebih mengerikan, ia mengaku ada suara-suara gaib yang membisikkan perintah kepadanya.
"Saya melawan, saya mengucap, tapi suara itu terus terdengar dan ada kekuatan yang mendorong saya melakukan itu. Dan akhirnya terjadilah kejadian itu."
Setelah menghabisi istrinya, suara itu kembali membisikkan arahan. Kali ini, untuk melarikan diri.
Elvis pergi ke sebuah ATM di Muara Lembu, hendak mengambil uang. Tetapi, bisikan itu melarangnya. Ia pun berbalik arah, meninggalkan ATM dan masuk ke hutan lebat.
Di dalam rimba, ia bertahan hidup selama dua hari. Tidur di gubuk-gubuk tua peninggalan warga, makan dedaunan, dan terus mengikuti suara-suara yang entah datang dari mana.
Akhir Pelarian
Sementara Elvis bersembunyi dalam bayang-bayang pepohonan, tim Opsnal Polres Kuansing mulai bergerak. Pengejaran ini bukan sekadar tugas, tetapi juga tanggung jawab untuk menegakkan keadilan.
Para polisi menyusuri jejak pelaku dengan kesabaran dan strategi. Mereka tidur di hutan, menghadapi dingin malam dan medan yang sulit. Hingga akhirnya, mereka menemukan sebuah gubuk tempat Elvis sempat menginap.
Pelaku, yang merasa diintai, panik dan lari menyeberangi Sungai Singingi. Arus deras nyaris menyeretnya, tetapi ia berhasil mencapai seberang.
Namun, polisi tidak menyerah. Dengan siasat cermat, mereka mempersempit ruang gerak Elvis, memaksanya kembali ke arah permukiman warga. Saat ia memasuki sebuah rumah kosong di Kelurahan Muara Lembu, polisi pun menyergapnya.
Rabu pagi, pukul 09.30 WIB, perburuan berakhir. .jpg)
Tanpa Perlawanan, Tanpa Ekspresi
Dalam video yang beredar, Elvis Ardi terlihat mengenakan kaos merah dan celana pendek, digiring oleh beberapa petugas berpakaian preman. Wajahnya datar, tanpa ekspresi, seolah tak ada rasa penyesalan. Kedua tangannya berada di belakang, seperti dalam posisi diborgol.
Ia tak melawan, hanya mengikuti perintah polisi, melangkah perlahan menuju mobil operasional yang akan membawanya ke Mapolres Kuansing.
Setibanya di Mapolres, Elvis langsung diperiksa secara intensif. Kapolres Kuansing AKBP Angga F Herlambang menegaskan bahwa pihaknya akan membawa pelaku untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.
"Ada pernyataan pelaku yang tidak masuk akal. Kami akan membawanya ke Pekanbaru untuk diperiksa lebih lanjut," ujar Kapolres.
Sementara itu, masyarakat masih terkejut dengan peristiwa ini. Seorang istri telah kehilangan nyawanya, seorang anak menjadi piatu, dan seorang pria kini harus mempertanggungjawabkan dosanya.
Jejak darah di hutan Singingi telah mengering. Namun kisahnya akan terus diingat—tentang bisikan yang menggiring seorang pria pada pembunuhan, tentang pelarian putus asa, dan tentang para polisi yang tak kenal lelah dalam mengejar keadilan. (***)
Berita Lainnya
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng Insan Pers dan Mubaligh Kampar
BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU.COM) - Anggota DPR RI Dapil Riau II Dr H Syahrul Aidi.
Bupati dan Pj Sekda Kampar Safari Ramadhan di Masjid Al Fur'qan Bangkinang Kota
BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar kembali men.
Pj Sekda Pimpin Safari Ramadhan di Binuang, Ini Kata Camat Bangkinang
BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar melaksana.
TMMD ke-127 di Pekanbaru Tuntaskan Infrastruktur, Dorong Ekonomi Warga
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 d.
Pejabat dan ASN Dilarang Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik Lebaran
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar m.
Malam Takbiran di Pekanbaru Bakal Diramaikan Pawai Obor dan Mobil Hias
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan menggelar tak.








