• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Nasional

PHK2I Minta Setara Guru, Ijazah SMA Diakomodasi

"Pak MenPAN-RB yang Terhormat, Kami Tenaga Teknis Ini Mau Dibawa ke Mana?"

Redaksi

Selasa, 21 Maret 2023 11:20:20 WIB
Cetak
Honorer K2 teknis administrasi minta diakomodir dalam seleksi PPPK 2023. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) -  Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Sahirudin Anto, meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas bersikap adil dalam penetapan formasi PPPK 2023. 

Jangan sampai formasi PPPK 2023 hanya didominasi guru, penyuluh, dan tenaga kesehatan (Nakes).

"Tolong, Pak MenPAN-RB Azwar Anas, berikan keadilan kepada kami honorer K2 tenaga teknis. Selama ini pemerintah sudah zalim kepada tenaga teknis," kata Udin, sapaan akrab Sahirudin, Selasa (21/3/2023).

Udin mengungkapkan sejak rekrutmen PPPK 2021, kuota guru sangat banyak, disusul nakes dan penyuluh. Sementara, honorer tenaga teknis yang nyata-nyata bekerja di semua lintas instansi malah terabaikan.

Persyaratan yang sulit, ditambah tidak adanya afirmasi membuat honorer K2 teknis administrasi kalah sebelum bertempur.

"Baru persyaratan pendidikan saja sudah banyak yang tumbang, karena hanya mengantonginya ijazah SD, SMP, dan SMA," terangnya.

Jika memang pemerintah enggan mengakomodasi lulusan SD dan SMP, Udin meminta keringanan untuk pendidikan SMA.

Walaupun berijazah SMA, lanjut Udin, kemampuan honorer K2 teknis administrasi dan teknis lainnya melebihi PNS.

Pengalaman bekerja belasan tahun membuat honorer K2 punya keahlian di bidangnya. Oleh karena itu Udin mengimbau pemerintah jangan mengabaikan pengalaman kerja honorer K2.

Honorer K2 Tenaga Teknis Tersiksa Batin

Udin ikut mengritisi surat MenPAN-RB Azwar Anas soal pengadaan ASN 2023.

KemenPAN-RB membuka usulan formasi CPNS dan PPPK 2023 lewat e-formasi pada 20 Maret hingga 30 April.

Bagi guru honorer, nakes, dan penyuluh sangat berbangga hati karena fokus rekrutmen ASN 2023 hanya pada tiga formasi tersebut.

Sebaliknya, ujar Udin, honorer tenaga teknis sangat tersiksa batinnya, karena tidak mempunyai kementerian yang mengikat untuk dijadikan dasar dalam menata tingkat kebutuhan. 

"MenPAN-RB menyampaikan kebutuhan semua diserahkan kepada Pemda untuk mengusulkan, tetapi bagi kami tenaga teknis sangat sulit mendapatkan kuota penerimaan karena nomenklatur yang membatasi terhadap tingkat kebutuhan," tuturnya.

Dia mencontohkan, jabatan arsiparis tidak ada nomenklatur yang menjadi dasar untuk diajukan sebagai kebutuhan.

Sebab, jenjang kualifikasi pendidikan minimal tingkat terampil dan pratama, sedangkan hampir 90 persen rata-rata honorernya berstatus pendidikan SMA. 

Lalu, sampai kapan honorer ini dijadikan tameng dalam rutinitas kerja kantor yang diberi honor di bawah garis kemanusiaan dan keadilan.

"Pak MenPAN-RB yang terhormat, kami percaya niat Bapak untuk menuntaskan honorer sudah terskema, tetapi hanya guru, kesehatan dan penyuluh yang signifikan kuotanya, lalu, kami tenaga teknis ini mau dibawa ke mana," ujarnya.

"Apakah ini suatu keadilan atau tenaga teknis hanya menunggu sampai seluruh guru dan kesehatan habis?" ujarnya.

Udin mengingatkan Azwar Anas bahwa sampai kapan pun guru dan tenaga kesehatan tidak akan pernah cukup karena sangat banyak jabatan struktural ditempati guru dan nakes yang hijrah. 

Ada guru yang jadi kepala seksi, kepala bidang atau kepala dinas. Perawat dan bidan yang bersekolah lanjut, kuliah di prodi kesehatan masyarakat agar bisa duduk di jabatan struktural dan masih banyak lagi. 

"Pak menteri yang terhormat, tahun ini pada penerimaan ASN tenaga teknis harus mendapatkan porsi sama seperti guru dan nakes dengan memerhatikan kualifikasi pendidikan SMA dalam jabatan pemula yang menjadi prioritasnya. Kami yakin pemerintah hadir untuk rakyatnya karena pemerintah bekerja untuk rakyat," pungkas Sahirudin Anto. (*)


Sumber : Jpnn.com /  Editor : Bam

[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Nasional

Herry Heryawan Tinggalkan Kursi Kapolda Riau, Dipercaya Jadi Kabaharkam Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 10:19:41 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mendapat penug.

Nasional

Gaji PPPK Tak Boleh Tersendat, Mendagri Siapkan Tiga Skema untuk Daerah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:30:24 WIB

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah memastikan pegawai pemerintah dengan perjan.

Nasional

Misteri Blackout Sumatera Terjawab, Bareskrim Pastikan Tidak Ada Unsur Sabotase

Senin, 25 Mei 2026 - 15:08:09 WIB

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Misteri di balik pemadaman listrik massal (blackout) y.

Nasional

Prabowo Terbitkan Aturan Baru, Ekspor Sawit hingga Batu Bara Wajib Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:10:43 WIB

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, men.

Nasional

Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung

Selasa, 09 September 2025 - 10:33:26 WIB

RUANGRIAU.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto men.

Nasional

Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran

Senin, 08 September 2025 - 14:50:00 WIB

RUANGRIAU.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meneka.


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
Perkuat Kepastian Hukum, BSP Tandatangani MoU dengan Kejati Riau
30 Oktober 2026
Kunjungi Siak, Kapolda Riau Puji Keberanian Bupati Afni Membela Hak Daerah
30 Oktober 2026
Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
29 Oktober 2026
Petakan Titik Rawan Banjir, Pemko Pekanbaru Siapkan Penanganan Teknis
29 Oktober 2026
Bupati Bengkalis Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Iskandar Hoesin
28 Oktober 2026
Awasi Pemutakhiran Data, Bawaslu Kampar Buka Ruang Diskusi bagi Parpol
27 Oktober 2026
Jadi Pemateri di KKP OSIS SMAN 1 Bangkinang Kota, Syawir Sampaikan Materi Pendidikan Pemilih Pemula
26 Oktober 2026
Kinerja BSP Terjaga, Keuangan Tetap Positif, Produksi Lampaui Target APBN, BSP Perkuat Strategi Keberlanjutan Operasi
26 Oktober 2026
Wawako Tinjau PTM Pekanbaru, Siswa Dibekali Masker dan Vitamin
19 Oktober 2026
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
17 Oktober 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Wawako Tinjau PTM Pekanbaru, Siswa Dibekali Masker dan Vitamin
  • 2 Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
  • 3 Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, BSP Gandeng Kejari Siak Melalui Kesepakatan Bersama
  • 4 Pemko Pekanbaru Targetkan 60 Km Jalan Mulus, 28 Km Masih Dikebut
  • 5 Perizinan Pekanbaru Raih Predikat Sangat Baik, Investasi Lampaui Target
  • 6 Kombes Ronny Riantoko Eppang Gantikan Muharman Arta sebagai Kapolresta Pekanbaru
  • 7 Asap Kembali Menyelimuti Pekanbaru, Sekolah Tatap Muka Dievaluasi

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved