Pilihan
Fakta Miris soal ASN Ini Diungkap MenPAN-RB: Ada yang Sibuk, Ada yang Menganggur
JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Ada fakta miris soal ASN diungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Abdullah Azwar Anas. Ia menyinggung bahwa ada ASN yang sangat sibuk dan ada yang justru terlihat seolah-olah 'nganggur'.
Maka, ia mengimbau kepada kementerian/lembaga (KL) agar rutin melakukan pengecekan manajemen kinerja dari para Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk PNS dan PPPK di KL masing-masing. Hal ini disampaikannya dengan berkaca pada kesenjangan kerja yang kerap ditemukan di lapangan.
"Manajemen Kinerja dicek kembali bagaimana pembagian kewenangan. Kadang ada pegawai yang sangat sibuk sekali. Tetapi ada juga orang yang menganggur," kata Anas, dalam acara Rapat Koordinasi Pengawasan dan Pengendalian 2024, dikutip dari siaran langsung Youtube Badan Kepegawaian Negara (BKN), Selasa (6/2/2024).
Menurutnya, kondisi kesenjangan kerja tersebut bisa terjadi lantaran kewenangannya tidak terbagi dengan baik antar ASN. Oleh karena itu, pekerjaan pun tidak tercapai dengan optimal.
Selain manajemen kinerja, Anas juga turut menyoroti relasi antar sektor aktor dalam implementasi kebijakan sistem merit, yang mana menurutnya hal ini perlu diperhatikan setiap KL.
"Hampir setiap KL yang mengajukan kenaikan tunjangan kinerja ketika kami cek rata-rata sistem meritnya di berbagai KL kurang optimal. Oleh karena itu harapan kami soal sistem merit ini menjadi penting karena memberikan kepastian bagi mereka bekerja sekaligus menjadi bagian dari karir," jelas MenPANRB.
Di samping itu, Anas juga menyinggung tentang struktur organisasi, di mana masih banyak KL di kabupaten/kota yang strukturnya gemuk. Menurutnya, pemangkasan struktur bisa membuat fungsi kerja menjadi lebih optimal.
"Waktu dulu kami menjadi Bupati, kami pangkas dinas-dinas yang tidak efektif, kami jadikan satu. Dan ternyata justru menjadi ringan karena tidak menambah banyak SDM. Karena dengan memangkas struktur, fungsinya bisa kita optimalkan dan bisa jauh lebih efisien," pungkas MenPANRB. (*)
Berita Lainnya
Misteri Blackout Sumatera Terjawab, Bareskrim Pastikan Tidak Ada Unsur Sabotase
JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Misteri di balik pemadaman listrik massal (blackout) y.
Prabowo Terbitkan Aturan Baru, Ekspor Sawit hingga Batu Bara Wajib Lewat BUMN
JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, men.
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
RUANGRIAU.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto men.
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
RUANGRIAU.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meneka.
Mendagri Instruksikan Kepala Daerah Perkuat Satlinmas dan Dorong Forkopimda untuk Jaga Situasi Kondusif di Daerah
RUANGRIAU.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta .
Akan Lakukan Pengawasan, Puan Dukung Rencana Beli Gas LPG 3 Kg Pakai NIK
RUANGRIAU.COM - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyambut positif wacana pembelian .








