Pilihan
Prabowo Bentuk 70 Ribu Koperasi Desa, Begini Skema dan Sumber Dananya
JAKARTA (RUANGRIAU.COM) – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di 70 ribu desa di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa dengan menjadikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi dan penampung hasil pertanian.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa pembentukan koperasi ini melibatkan berbagai kementerian, termasuk Menteri Koperasi, Menteri Desa, Menteri Pertanian, Badan Gizi Nasional (BGN), BUMN, serta Bank Milik Negara (Himbara).
Anggaran dari Dana Desa dan Bank Milik Negara
Sumber pendanaan utama Kopdes Merah Putih berasal dari dana desa yang saat ini sudah ada. Namun, karena anggaran dana desa hanya sekitar Rp 1 miliar per tahun, maka pendanaan awal akan ditanggung oleh bank milik negara (Himbara).
"Setiap desa diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 3 hingga 5 miliar. Karena dana desa hanya Rp 1 miliar per tahun, maka bank milik negara akan menalangi dulu. Desa nantinya mengangsur hingga lunas dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun," jelas Zulhas dikutip dari jpnn, Selasa (4/3/2025).
Tiga Model Pembangunan Koperasi Desa
Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa pembangunan Kopdes Merah Putih akan dilakukan dalam tiga model, yaitu:
• Membentuk koperasi baru di desa yang belum memiliki koperasi.
• Merevitalisasi koperasi yang sudah ada agar lebih berdaya guna.
• Membangun dan mengembangkan koperasi yang masih aktif, agar lebih besar dan kuat.
Saat ini, terdapat sekitar 64 ribu kelompok tani yang siap bermigrasi menjadi koperasi. Dengan sistem ini, diharapkan rantai distribusi bisa dipangkas sehingga harga barang lebih murah bagi masyarakat, sekaligus menguntungkan petani dan produsen desa.
Perubahan Regulasi untuk Dukung Program Ini
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyatakan bahwa pemerintah akan merevisi Peraturan Mendes Nomor 2 Tahun 2024 agar penggunaan dana desa bisa difokuskan untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih.
"Kita ingin desa semakin maju dan mandiri. Dengan koperasi ini, desa akan berkembang lebih cepat dan ekonomi masyarakat meningkat," ujar Yandri Susanto dikutip dari wartaekonomi.
Program ini diharapkan menjadi langkah besar menuju swasembada pangan dan pemberdayaan ekonomi desa yang lebih merata di seluruh Indonesia. (*)
Berita Lainnya
Robi Junipa Nahkoda Baru BSP
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Teka-teki siapa nahkoda baru di PT Bumi Siak Pusako .
Kejar Investasi Rp72,5 Triliun, Plt Gubri Ajak Pelaku Usaha Dukung Pertumbuhan Ekonomi Riau
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariy.
Koperasi Pucuk Rebung Pekanbaru Tembus Pasar Malaysia
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Koperasi Produsen Pucuk Rebung Jaya Kota Pekanbaru r.
Kemudahan Pajak Dongkrak PAD Pekanbaru
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru mencatat.
PAD Naik Tajam, Pemko Pekanbaru Turunkan Pajak PBB hingga 70 Persen
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendorong P.
PT Bumi Siak Pusako Gelar RUPS Bagikan Dividen Interim dari Kinerja Tahun Buku 2025
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) – PT Bumi Siak Pusako (BSP) membagikan dividen inter.




.jpeg)



