• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Daerah

Kabut Asap Karhutla, Ibu Hamil, Bayi hingga Lansian Jadi Perhatian Khusus

Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 12:01:50 WIB
Cetak
Kabut Asap Karhutla, Ibu Hamil, Bayi hingga Lansian Jadi Perhatian Khusus
Kepala Dinkes Riau Zulkifli.

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat. Ibu hamil, bayi, lansia, balita, dan kelompok rentan menjadi perhatian khusus, terutama di daerah yang terdampak asap.

Dinkes Riau kini berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memetakan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan kesehatan, termasuk tambahan makanan dan vitamin.

Kepala Dinkes Riau Zulkifli mengatakan, koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah daerah, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan.

"Kami sudah kontak dengan Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan untuk memetakan ibu hamil, bayi dan kelompok rentan yang terdampak kabut asap. Kami akan support asupan makanan tambahan dan vitamin," kata Zulkifli.

Dinkes Riau juga terus mengawasi perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak. Dalam periode 19-22 Agustus 2026, tercatat 445 kasus ISPA di empat kabupaten/kota. Rinciannya, 211 kasus pada 19 Agustus, 71 kasus pada 20 Agustus, 108 kasus pada 21 Agustus dan 55 kasus pada 22 Agustus.

Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak dalam periode tersebut, yakni 97 kasus pada 19 Agustus, 20 kasus pada 20 Agustus, 47 kasus pada 21 Agustus dan 13 kasus pada 22 Agustus.

Kampar mencatat 48 kasus pada 19 Agustus, empat kasus pada 20 Agustus, enam kasus pada 21 Agustus dan tiga kasus pada 22 Agustus.

Sementara Pelalawan mencatat 44 kasus pada 19 Agustus, 26 kasus pada 20 Agustus dan 36 kasus pada 21 Agustus. Sedangkan di Siak tercatat 22 kasus pada 19 Agustus.

Secara kumulatif, data Kementerian Kesehatan hingga 21 Agustus 2026 mencatat 1.948 kasus ISPA di Riau. Selain itu, terdapat 43 kasus asma, 36 kasus iritasi kulit dan 16 kasus konjungtivitis.

Meski kasus ISPA masih ditemukan, Zulkifli menyebut perkembangannya belum menunjukkan peningkatan signifikan. Dinkes tetap mengutamakan langkah pencegahan agar paparan asap tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.

"Alhamdulillah, kasus ISPA ini dapat teratasi. Agar tidak terjadi peningkatan kasus, kami terus mengedepankan langkah preventif dengan mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar," ucapnya.

Dinkes Riau juga memastikan fasilitas kesehatan tetap siap menghadapi kemungkinan kondisi darurat. Puskesmas telah diminta menyiagakan tim layanan kegawatdaruratan serta memastikan ketersediaan oksigen, khususnya untuk pasien yang mengalami sesak napas.

"Di Puskesmas sudah ada tim layanan emergency. Oksigen juga sudah disiapkan dan distandby-kan sebagai pertolongan pertama bagi pasien yang mengalami sesak napas," kata Zulkifli.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kualitas udara di dalam rumah. Ketika kabut asap semakin pekat, ventilasi atau bukaan yang memungkinkan asap masuk dapat dikurangi.

Kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker, menjaga asupan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi.

"Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, mata perih atau mual," imbaunya. (*)


[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Salat Istisqa Serentak di 15 Kecamatan

Ketika Pekanbaru Mengetuk Pintu Langit Memohon Hujan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:55:36 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Di tengah kemarau dan kabut asap yang belum sepenuhn.

Daerah

Urus Akta Kematian Kini Tak Perlu ke Disdukcapil, Ada Pekan Emas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:40:20 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Mengurus dokumen kependudukan setelah anggota keluar.

Daerah

Ratusan Pedagang Jalan Teratai Pekanbaru Mulai Direlokasi Pekan Ini

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:08:05 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Wajah Jalan Teratai, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru,.

Daerah

Urus Dokumen Kependudukan Kini Bisa dari Rumah, Disdukcapil Pekanbaru Andalkan Sipenduduk dan LAGU

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:05:27 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Warga Pekanbaru kini semakin mudah mengurus berbagai.

Daerah

DPRD Pekanbaru Dorong Pemerintah Cari Solusi Stabilkan Harga Ayam

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:49:51 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin, .

Daerah

Kualitas Udara Bisa Dipantau Lewat Videotron di Rumah Dinas Gubernur

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:51:54 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Masyarakat Pekanbaru kini bisa memantau kondisi kual.


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
Kabut Asap Karhutla, Ibu Hamil, Bayi hingga Lansian Jadi Perhatian Khusus
26 Agustus 2026
Ketika Pekanbaru Mengetuk Pintu Langit Memohon Hujan
26 Agustus 2026
Urus Akta Kematian Kini Tak Perlu ke Disdukcapil, Ada Pekan Emas
26 Agustus 2026
Ratusan Pedagang Jalan Teratai Pekanbaru Mulai Direlokasi Pekan Ini
25 Agustus 2026
Urus Dokumen Kependudukan Kini Bisa dari Rumah, Disdukcapil Pekanbaru Andalkan Sipenduduk dan LAGU
24 Agustus 2026
DPRD Pekanbaru Dorong Pemerintah Cari Solusi Stabilkan Harga Ayam
24 Agustus 2026
Kualitas Udara Bisa Dipantau Lewat Videotron di Rumah Dinas Gubernur
24 Agustus 2026
Kabut Asap Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP Pekanbaru Belajar dari Rumah
24 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Tanggung Penuh Biaya Domestik Haji, Agung Terima Penghargaan
23 Agustus 2026
HUT Ke-28, DPD PAN Pekanbaru Santuni Anak Yatim dan Hadirkan PANsar Murah
23 Agustus 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Direktur BSP: Semangat Kemerdekaan Menjadi Energi untuk Transformasi dan Ketahanan Energi
  • 2 Tembus Menteri PU, Agung Perjuangkan Pembangunan Jalan Lingkar dan Jembatan Siak V
  • 3 Zulkardi Resmi Sandang Gelar Magister Hukum, Tegaskan Ilmu Harus Kembali untuk Masyarakat
  • 4 Bikin Kumuh dan Bahayakan Pengendara, Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan
  • 5 Soal Polemik HGB STC, Agung Buka Suara: Bukan Rekomendasi Mendagri, Tapi Hasil Konsultasi
  • 6 Investasi Tembus Rp7,35 Triliun, Pekanbaru Raih Peringkat I Riau Investment Award 2026
  • 7 Kak Sulastri Raih Lencana Darma Bakti dari Kwarnas Pramuka

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved