• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Daerah
  • Kuansing

Mardianto: Kebijakan RAPP Bisa Menyinggung Perasaan Rakyat di Kuansing

Redaksi

Senin, 24 Mei 2021 14:29:31 WIB
Cetak
Mardianto: Kebijakan RAPP Bisa Menyinggung Perasaan Rakyat di Kuansing
Kawanan gajah yang sedang berjalan di lintasannya.

TELUKKUANTAN (RUANGRIAU) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau Mardianto Manan, geram ketika mengetahui tidak ikut sertanya Riau Andalan Pulp And Pappers (RAPP) dalam upaya penggiringan kawanan gajah liar di Inuman, Kuansing. Terlebih saat mengetahui jika RAPP baru bersedia membantu jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) harus membuat surat permohonan dulu ke manajemen RAPP.

Menurut Mardianto, Minggu (23/5/2021) malam, apa yang dilakukan oleh pihak RAPP ini bisa menyinggung perasaan seluruh warga di Kabupaten Kuansing. Sebab, kebijakan seperti itu tidak mencerminkan rasa empati kepada masyarakat di wilayah Inuman yang sedang kesusahan, bahkan ada yang nyaris kehilangan nyawa dalam menghadapi kawanan gajah liar itu.

''Kebijakan RAPP seperti itu bisa menyinggung perasaan rakyat di Kuansing. Dimana rasa empati pihak manajemennya itu. Warga sedang kesusahan dan ada juga yang nyaris kehilangan nyawa tidak dibantu. Malah menyuruh Pemkab Kuansing membuat surat permohonan dulu itu sama saja merendahkan martabat masyarakat Kuansing,'' ketus Mardianto.

Bahkan politisi PAN ini juga mengaku sangat tersinggung dengan kebijakan RAPP yang terkesan acuh dengan masyarakat Kuansing. Menurutnya selama ini keberadaan RAPP di Kuansing tidak memberikan kontribusi yang berarti terhadap masyarakat Kuansing. Untuk itu ia meminta agar keberadaan RAPP tidak menjadi musibah bagi masyarakat.

''Saya ingat dulu waktu RAPP belum ada, hutan Kuansing masih lebat. Orang-orang tua kami jika masuk hutan selalu membawa bawaan yang bermanfaat seperti hewan untuk dimakan, rotan dan buah-buahan. Sekarang semenjak RAPP ada semuanya hilang. Bahkan habitat gajah pun sampai terganggu dan hampir masuk ke pemukiman di Inuman. Itu sama saja RAPP mendatangkan musibah bagi rakyat Kuansing,'' kesal Mardianto yang merupakan anggota DPRD Riau asal dareah pemilihan Kuansing, ini.

Padahal, lanjut Mardianto, masalah surat menyurat itu bisa saja menyusul jika itu memang menjadi syarat administrasi. Namun masalahnya apa yang terjadi di Inuman itu menurutnya sudah darurat, hal itu ditandai dengan adanya korban luka dipihak masyarakat. Untuk itu, seharusnya RAPP harus ikut serta membantu terlebih dahulu sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dan bukan menunggu surat permohonan bantuan dulu baru ikut bergerak.

''Ingat, di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung! Jangan pula RAPP merasa menjadi raja di negeri orang. Konsesi RAPP itu sangat luas diwilayah Kuansing jadi berempati lah kepada masyarakat,'' kata Mardianto lagi.

Tidak hanya itu, pria yang juga akadimisi ini juga menyorot program pembangunan kemitraan atau Community Of Development RAPP dengan masyarakat sebagai bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan. Kemitraan ini ditunjukan dengan memberdayakan dan mendorong kemandirian masyarakat setempat.

Mardianto menyebut, RAPP selalu mendengungkan selama hampir dua dekade, Grup APRIL yang menaungi RAPP telah berkontribusi pada pembangunan masyarakat di Provinsi Riau dengan membantu menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup melalui berbagai program pembangunan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Juga memegang teguh prinsip Free, Prior, Informed Consent (FPIC) dalam pelaksanaan operasionalnya di Indonesia. Juga berupaya menyelesaikan konflik sosial yang ada secara adil dan transparan melalui keterbukaan dalam menerima saran dan masukan dari para pemangku kepentingan. Namun, lanjut Mardianto rasanya apa yang terjadi sekarang di Inuman sangat lah jauh dari apa yang didengungkan pihak RAPP tersebut.

Sementara itu, aktivis lingkungan nasional Dr Elviriadi, memberikan pernyataan yang berbau menyindir. Menurut dosen di salah satu universitas di Pekanbaru itu, RAPP lebih memiliki power ketimbang Pemerintah Provinsi Riau. Apalagi Pemkab Kuansing. 

Hal itu diungkapkannya karena corak pemerintahan sekarang yang lebih mengutamakan kapitalisme dari kelestarian ekologi dan nasib rakyatnya sendiri.

Sebab, menurutnya, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang berada di belahan Kabupaten Kuansing itu seharusnya tidak boleh dijadikan hutan produksi di areal sekitarnya. Karena  alur lalu lintas gajah akan terfragmentasi oleh tanaman sawit, Akasia dan Eucalyptus di areal konsesi RAPP dan PT WJT itu.

''Jadi yang ada sekarang ini namanya taman nasional setengah hati alias taman nasional semi konsesi," sindir pakar lingkungan alumni UKM Malaysia itu.

Apalagi, lanjut Elvy, kebanyakan orang di bangsa ini menganut supremasi industri kehutanan, maka posisi rakyat sangat lemah dan dibawah. Apalagi satwa seperti gajah, harimau sumatera dan hewan hewan lainnya. Jadi tidak lah perlu herani lagi, dengan sikap RAPP yang harus menunggu surat permohonan bantuan penggiringan gajah dari Pemkab Kuansing untuk bisa turun menangani gajah liar tersebut.

''Bargaining politik RAPP itu jauh diatas Pemprov Riau apalagi Pemkab Kuansing. Syukur syukur mau RAPP merespon surat permintaan bantuan dari Pemkab Kuansing. Kalau mau mereka respon itu sudah sangat luar biasa,'' pungkas Elvi.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Koto Inuman, Kecamatan Inuman, Kuansing Dermawan ketika dikonfirmasi Minggu (23/05/2021) siang, menjelaskan, pihak BBKSDA yang dibantu perangkat Desa dan warga masih berusaha secara manual melakukan penggiringan terhadap kawanan gajah. Terakhir penggiringan kawanan gajah tersebut, menurut Dermawan sudah masuk ke pinggiran areal kebun sawit milik PT Wana Jingga Timur yang masih berbatasan dengan kebun masyarakat.

''Sekarang sudah masuk pinggiran areal PT WJT. Tapi masih dekat sama kebun-kebun warga. Tapi penggiringan masih secara manual,'' ujar Dermawan.

Sedangkan pihak RAPP belum ikut serta dalam penggiringan gajah itu. Sebab, kata Dermawan keikutsertaan PT RAPP harus memakai surat dari Pemerintah Kabupaten Kuansing dan harus ditujukan dulu ke pihak manajemen PT RAPP, dan itu juga butuh proses yang cukup lama. Karena lanjut Dermawan, PT WJT tidak punya peralatan untuk penggiringan gajah, sementara RAPP memiliki peralatan, satgas gajah dan juga memiliki gajah yang sudah dilatih oleh pihak RAPP untuk keperluan penggiringan gajah liar.

''Yang punya alat dan satuan tugas untuk gajah itu memang RAPP sedangkan PT WJT tidak punya. Namun, mereka minta surat permohonan dari Pemkab Kuansing terlebih dahulu prosesnya tentu lama. Padahal pihak RAPP sudah di undang rapat di kecamatan kemaren yang diwakili oleh humasnya,''pungkas Dermawan. (*)


 Editor : RR5/Muhar

[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Daerah

Perkuat Kepastian Hukum, BSP Tandatangani MoU dengan Kejati Riau

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:08:00 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Memperkuat kepastian hukum sejak awal pengambilan ke.

Daerah

Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:32:36 WIB

BENGKALIS (RUANGRIAU.COM) - Unit Pelaksana Teknis Daerah Laboratorium Kesehatan .

Daerah

Bupati Bengkalis Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Iskandar Hoesin

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:58:23 WIB

BENGKALIS (RUANGRIAU.COM) - Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar .

Daerah

Kunjungi Siak, Kapolda Riau Puji Keberanian Bupati Afni Membela Hak Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:10:23 WIB

SIAK (RUANGRIAU.COM) - Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat memberikan apresiasi.

Daerah

Petakan Titik Rawan Banjir, Pemko Pekanbaru Siapkan Penanganan Teknis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:29:17 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memetakan titik-ti.

Daerah

Jadi Pemateri di KKP OSIS SMAN 1 Bangkinang Kota, Syawir Sampaikan Materi Pendidikan Pemilih Pemula

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:06:24 WIB

?BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU.COM) - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
Perkuat Kepastian Hukum, BSP Tandatangani MoU dengan Kejati Riau
30 Oktober 2026
Kunjungi Siak, Kapolda Riau Puji Keberanian Bupati Afni Membela Hak Daerah
30 Oktober 2026
Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
29 Oktober 2026
Petakan Titik Rawan Banjir, Pemko Pekanbaru Siapkan Penanganan Teknis
29 Oktober 2026
Bupati Bengkalis Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Iskandar Hoesin
28 Oktober 2026
Awasi Pemutakhiran Data, Bawaslu Kampar Buka Ruang Diskusi bagi Parpol
27 Oktober 2026
Jadi Pemateri di KKP OSIS SMAN 1 Bangkinang Kota, Syawir Sampaikan Materi Pendidikan Pemilih Pemula
26 Oktober 2026
Kinerja BSP Terjaga, Keuangan Tetap Positif, Produksi Lampaui Target APBN, BSP Perkuat Strategi Keberlanjutan Operasi
26 Oktober 2026
Wawako Tinjau PTM Pekanbaru, Siswa Dibekali Masker dan Vitamin
19 Oktober 2026
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
17 Oktober 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Bupati Bengkalis Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Iskandar Hoesin
  • 2 Wawako Tinjau PTM Pekanbaru, Siswa Dibekali Masker dan Vitamin
  • 3 Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
  • 4 Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, BSP Gandeng Kejari Siak Melalui Kesepakatan Bersama
  • 5 Pemko Pekanbaru Targetkan 60 Km Jalan Mulus, 28 Km Masih Dikebut
  • 6 Perizinan Pekanbaru Raih Predikat Sangat Baik, Investasi Lampaui Target
  • 7 Kombes Ronny Riantoko Eppang Gantikan Muharman Arta sebagai Kapolresta Pekanbaru

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved