• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Pendidikan

Sevilla Kota Peradaban Dunia dan Banyak Kisah Kejayaan Islam di Spanyol

Redaksi

Sabtu, 25 Februari 2023 18:08:02 WIB
Cetak
Sevilla  Kota Peradaban Dunia dan Banyak Kisah Kejayaan Islam di Spanyol
Sejak runtuhnya kerajaan Khalifah Umayyah ke tangan Raja Ferdinand III, kota Sevilla sudah tak memiliki lagi masjid yang menjadi tempat ibadah orang Islam. Namun setelah 700 tahun silam, penduduk kota

RUANGRIAU.COM - Asybiliyyah adalah sebutan dalam bahasa Arab untuk Sevilla. Kota itu terletak di tepian Sungai Guadalquiver. Kaum Muslim menaklukkan kota itu sekitar 712 M. Namun, sumber lain menyebutkan kota ini jatuh ke tangan kaum Muslim sekitar 716 M. Sejak itu, Sevilla menjadi kota terbesar kedua setelah Cordoba, dengan luas area mencakup 187 hektare.

Kota itu telah berada di bawah kekuasaan Islam selama lebih kurang 500 tahun. Sejumlah penguasa Muslim silih berganti menguasai Sevilla dari abad ke-8 M hingga 13 M. Para penguasa Muslim tersebut berasal dari Dinasti Umayyah, Dinasti Murabitun (Almoravid), dan Dinasti Muwahiddun (Almohad).

Baca Juga :
  • Alissa Wahid : Komunikasi Publik Harus Dibangun, Sehingga Masyarakat Mendapat Info Resmi
  • Sutanadil Institute Gelar Zoominar Tentang True Back History Hubungan Tiongkok dengan Sumatera dan Atlantis Ada di Nusantara
  • Nenek Nurbaidah, Kagum Dengan AKP. Koko Ferdinan Sinuraya SH.MH Sosok Kapolsek yang dekat Dengan Masyarakat

Di masa lalu, Sevilla merupakan kota peradaban dunia. Berbagai macam kebudayaan berkembang di sana, mulai dari kebudayaan Arab, non-Arab, Muslim, Kristen, Yahudi, dan agama lain. Hingga abad ke-9 M, kawasan perkotaan di Sevilla masih menyisakan banyak jejak peninggalan bangsa Romawi. Pada masa Romawi, kota ini bernama Romula Agusta.

Namun, ketika kota ini jatuh ke tangan umat Muslim, penguasa Muslim saat itu, Khalifah Abdurrahman II dari Dinasti Umayyah, segera memerintahkan untuk melakukan rekonstruksi besar-besaran bangunan peninggalan Romawi. Salah satunya adalah memerintahkan agar tembok kota dibangun kembali serta diperkuat. Begitu pula kawasan permukiman yang terletak di sisi timur dan utara.
 
Pembangunan terus berlanjut hingga Khalifah Abu Ya’qub Yusuf memindahkan ibu kota ke Sevilla. Termasuk di antaranya merekonstruksi Istana Alcazar. Khalifah juga membangun beberapa masjid besar.
Salah satunya adalah Masjid Agung Sevilla yang didirikan pada 1171-1172 M, yang kini telah berubah menjadi gereja dengan nama Santa Maria de la Sede. Hingga kota itu direbut oleh pasukan Nasrani pimpinan Ferdinand III dari Kastila di tahun 1248, sudah terdapat sebanyak 72 unit masjid di seluruh Sevilla.

Pada masa keemasannya, saat pemerintahan Dinasti Almovarid sejak 1091, Sevilla adalah kota yang sangat sibuk. Ia pusat dari banyak bidang kehidupan, mulai dari keagamaan, ilmu pengetahuan, ekonomi, hingga budaya. Banyaknya masjid, ungkap Thomas Glick dalam karyanya The Dictionary of the Middle Ages, menandakan berkembangannya aspek agama di sana. Sedangkan, hadirnya madrasah serta perpustakaan besar menunjang geliat intelektualitas.

Keberadaan bangunan-bangunan berarsitektur menawan di Sevilla menunjukkan bahwa kota itu mengalami perkembangan yang pesat dalam bidang seni dan budaya. Dalam artikel bertajuk "Sevilla Islamic Heritage", Sara Irving menyatakan keindahan arsitektur Islam di Sevilla telah menghadirkan kekaguman hingga berabad-abad. Ini menjadi salah satu bukti kebesaran peradaban Islam di Spanyol.

Sevilla juga merupakan pusat perekonomian di kawasan Laut Mediterania. Kehidupan ekonomi yang sangat kental diabadikan dalam risalah yang ditulis Ibnu Abdun. Sejarawan itu mengungkap secara akurat denyut nadi perekonomian dan perdagangan sehari-hari di kota itu.

Dia menyebutkan, produk unggulan dari wilayah ini yakni minyak zaitun. Sentra pembuatannya berada di Aljarafe. Selain itu, menurut Ibn Abdun, di pasar-pasar yang ada berlangsung transaksi dagang dalam jumlah besar untuk komoditas tekstil, rempah-rempah, dan kerajinan logam.

Setelah 700 Tahun Kota Sevilla, Spanyol Segera Memiliki Masjid Lagi
arsitektur gedung-gedung bersejarah.

Keberadaan bangunan berarsitektur menawan di kota Sevilla menunjukkan tingginya peradaban dan berkembangnya kebudayaan semasa itu. Ini bisa dilihat dari bukti kehidupan agama dan jejak peninggalan bangunan yang ada di kota Sevilla.

Penulis Sara Irving dalam artikelnya berjudul Sevilla Islamic Heritage mengungkapkan keindahan arsitektur Islam di kota Spanyol Selatan itu menghadirkan kekaguman berabad-abad lamanya. Ini menjadi salah satu bukti kebesaran peradaban Islam yang pernah berjaya di Spanyol. Seperti di Alhambra ada bangunan masjid dan benteng dengan arsitektur bekas peradaban Islam kuno, yang berada di kota Granada, Andalusia, Spanyol.
 
Kini kota peradaban Islam kuno itu menjadi tempat tujuan wisata berlabel ‘halal’ yang sangat dikenal. Menurut data pengelola pariwisata kota itu, dalam setahun, Alhambra telah dikunjungi sekitar 2 miliar wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Pembangunan masjid

Sejak runtuhnya kerajaan Khalifah Umayyah ke tangan Raja Ferdinand III, kota Sevilla sudah tak memiliki lagi masjid yang menjadi tempat ibadah orang Islam. Namun setelah 700 tahun silam, penduduk kota Sevilla yang minoritas Islam itu memimpikan kembali keberadaan masjid.

Mimpi itu tak lama lagi akan terwujud, setelah Frederic Kanoute mantan pemain sepak bola terkenal kelahiran Prancis, memprakarsai pembangunan masjid tersebut. Kini mantan pemain Tottenham Hotspur (Inggris) dan Sevilla (Spanyol) itu telah menggalang dana melalui daring.

Dana yang terkumpul sudah sebesar US$ 1 juta atau setara dengan Rp 14,9 miliar melalui kampanye (syiar) Kanoute4SevilleMosque.Langkah yang diprakarsai Frederic Kanoute ini membuat bahagia penduduk Sevilla yang minoritas Islam.
 
Mereka bakal memiliki masjid untuk pertama kalinya sejak 700 tahun silam. Selama ini warga muslim kota Sevilla tak ada tempat ibadah ke masjid. Untuk melakukan ibadah shalat di musallah tempatnya masih kontrak. Setiap habis kontrak, mereka mengumpulkan donasi untuk bayar perpanjangan kontraknya.

Namun saat Frederic Kanoute mulai tinggal di kota Sevilla karena dikontrak untuk bermain di club sepak bola asal kota tersebut, ia beli tempat musalla itu pada 2007. Padahal waktu itu tempat musalla yang satu-satunya ini hampir habis masa kontraknya.

“Katika saya bermain di club Sevilla, saya membantu komunitas muslim untuk tempat musalla. Sekarang mereka ingin memiliki sebuah masjid di kota Sevilla. Karena sudah lebih dari 700 tahun kota ini belum memiliki masjid,” ujarnya melalui video twitter seperti dikutip BBC News.

Dia mengaku merasa terhormat saat dirinya dipercaya untuk proyek pembangunan masjid ini. “Saya membangun masjid ini akan menjadi contoh kehidupan Islam di zaman sekarang,Insya Allah,” cetus Kanoute yang memeluk agama Islam sejak berusia 20 tahun.

“Saya berterima kasih banyak. Semoga Allah membalasnya, dan mengangkat Anda yang telah berpartisipasi dalam syiar ini atau mereka yang berkontribusi, apakah  dengan menyumbangkan uang atau hanya menyebarkan pesan,” ujar mantan pemain yang meraih dua kali juara Piala UEFA dan dua kali Piala Super UEFA bersama Sevilla pada 2006 dan 2007 itu.

Dia berharap masjid yang akan dibangun ini, selain menjadi tempat shalat, juga menjadi pusat kebudayaan Islam di Sevilla. “Masjid bisa bakal dipakai kegiatan komunitas muslim setempat, a.l. persalinan, seni Andalusia, memasak, juga ada klinik kesehatan, ada kegiatan kelas belajar bahasa Arab dan Alquran,” paparnya.

Seorang pengusaha asal Inggris yang juga warga Sevilla, Abdiya Meddings, mengatakan kota Sevilla memiliki daya tarik wisata utama bagi umat Islam. Sebab, Sevilla memiliki sejarah Islam sejak abad ke-8, namun traveler muslim justru sulit menemukan tempat beribadah di Sevilla.

“Sekarang wisatawan muslim datang ke Sevilla bisa menemukan tempat ibadah. Penting bagi wisatawan muslim menemukan ruang untuk sholat. Bukankah Allah menciptakan kita dalam suku-suku sehingga kita dapat saling mengenal?,” ****


 Editor : A.Muharram

[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Pendidikan

Kemendikdasmen Siapkan 5 Strategi Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Rabu, 03 Juni 2026 - 15:11:11 WIB

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah terus memperkuat upaya menekan angka Anak T.

Pendidikan

Pekanbaru Dapat Sekolah Baru dari Program Nasional, Dibangun di Kulim Tahun 2027

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:48:08 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kabar baik bagi dunia pendidikan di Kota Pekanbaru. .

Pendidikan

PMII Pekanbaru Bina Calon Pemimpin Muda Lewat Pelatihan OSIS

Senin, 25 Mei 2026 - 09:08:15 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Pendidikan

Pemko Pekanbaru Siapkan Bantuan Seragam hingga Alat Tulis untuk Siswa Kurang Mampu

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:01:26 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan program.

Pendidikan

Pemko Pekanbaru Segera Cairkan Beasiswa Tahfidz dan Mahasiswa Hingga Jenjang S3

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16:59 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota Pekanbaru segera menyalurkan bantuan.

Pendidikan

STIE Bangkinang akan Bertransformasi Jadi ITB Bangkinang dengan Program Studi STI

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:33:14 WIB

BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU.COM) - Seiriing perkembangan dunia pendidikan di Kabu.


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
Lurah Batu Panjang: Program Penanaman Jagung Digerakkan Polsek Rupat Meningkatkan Pendapatan Petani
06 Juni 2026
Camat Apresiasi Peran Aktif Polsek Rupat Dalam Mendukung Ketahanan Pangan
06 Juni 2026
BSP Siap Dukung Normalisasi Kanal untuk Penanganan Banjir di Jalur Siak - Buton
05 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Polsek Rupat Gelar DDS, Ajak Warga Sukseskan Ketahanan Pangan Nasional
05 Juni 2026
Dukung Swasembada Pangan, Polsek Rupat Bersama Kelompok Tani Panen Jagung Kuartal 2
05 Juni 2026
Jamaah Haji Mulai Pulang, Dinkes Pekanbaru Siagakan 10 Tim Medis di Bandara SSQ II
05 Juni 2026
Mahasiswa Unri Tewas Tenggelam Saat Menangkap Ikan di Waduk Kampus
05 Juni 2026
Pembukaan P2P, Ketua Bawaslu Kampar Minta Peserta Jadi Kader Pengawas Partisipatif Pada Pemilu 2029
04 Juni 2026
Polsek Rupat Gencarkan Edukasi Pekarangan Bergizi untuk Warga
04 Juni 2026
Polsek Rupat Dampingi Petani Cek Pertumbuhan Jagung Program Ketahanan Pangan
04 Juni 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Baru 35 Ribu Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Pemko Pekanbaru Percepat Sosialisasi
  • 2 Polsek Rupat Ajak Warga Manfaatkan Lahan Produktif untuk Perkuat Ketahanan Pangan
  • 3 Karhutla di Riau, Manggala Agni Fokus Pendinginan di Rohil dan Siak
  • 4 Wali Kota Pekanbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga November 2026
  • 5 Polsek Rupat Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Silaturahmi dan Pendampingan Warga
  • 6 Meriahkan HUT Pekanbaru ke-242, Kecamatan Payung Sekaki Gelar Pacu Sampan dan Libatkan UMKM
  • 7 Polsek Rupat Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan, Jagung Pipil Jadi Fokus Pengembangan

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved