• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Tim Penyelamat Masyarakat Adat Melayu Pekanbaru Akan Bentuk LAM Pekanbaru

Redaksi

Rabu, 24 Mei 2023 19:58:31 WIB
Cetak
Tim Penyelamat Masyarakat Adat Melayu Pekanbaru Akan Bentuk LAM Pekanbaru

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Menyikapi kondisi dan polemik yang terjadi di Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau saat ini, tokoh masyarakat yang tergabung dalam kelompok-kelompok masyarakat adat Pekanbaru menyampaikan kepada masyarakat yang ada di Pekanbaru, akan mendeklarasikan Lembaga Adat Melayu Pekanbaru yang berisikan di dalamnya penduduk berasal dari Pekanbaru. 

Hal ini disampaikan langsung oleh mantan Ketua LAM Kota Pekanbaru, Datuk H Nasrun Efendi pada Rabu (24/5) dikantor LAM Kota Pekanbaru. "Insya Allah dalam dalam waktu dekat ini kami akan deklarasikan keputusan setelah diadakan musyawarah besar oleh seluruh kelompok-kelompok masyarakat lembaga adat Melayu Pekanbaru bahwa telah kami bentuk lembaga adat melayu Pekanbaru yang penduduknya berasal dari Pekanbaru," ujarnya. 

Nasrun juga mengungkapkan lembaga adat melayu itu baru diakui apabila ada masyarakatnya, ada wilayahnya, aturan dan pranatanya masih berlaku dan juga turun temurun masih ada. Inilah yang disebut dengan adat Melayu Pekanbaru sesuai dengan undang-undang dan Permendagri. 

"Masing-masing kota punya adat tersendiri, khusus Kota Pekanbaru punya adat yang berbeda," jelas Nasrun Efendi. 

Tim Penyelamat Masyarakat Adat Melayu Pekanbaru akan segera membentuk Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru. Pembentukan ini sebagai respon atas kisruh yang terjadi di tubuh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru beberapa tahun terakhir. 

"Sudah terlalu lama kita melihat kisruh ini. Makanya kita ingin membentuk yang namanya LAM Pekanbaru. Kita ingin kembali ke Lembaga Adat Melayu asalnya," lanjut Nasrun Effendi. 

Sementara itu, tokoh masyarakat Senapelan, H Bukhari Mahmud mengatakan Lembaga Adat Masyarakat Pekanbaru berisikan masyarakat asli dari kota Pekanbaru. Namun setelah adanya AD ART yang diubah LAM Riau, LAM Riau seakan bersikap sewenang-wenang terhadap kepengurusan LAM Riau kota Pekanbaru yang telah ada. 

“Kami dari Tim Penyelamat Masyarakat Adat Melayu Pekanbaru betul-betul bekerja dalam menyampaikan musyawarah besar nantinya. Kami akan berdiri sendiri, marilah kita bersama-sama seceptnya mengadakan musyawarah besar jangan tunggu-tunggu lagi,” ajak Bukhari. 

Disambung oleh Datuk H Syahrizal Usnan selaku Tokoh Masyarakat dari Pekanbaru Kota, terkait rencana pembentukan Lembaga Adat Melayu Pekanbaru, pihaknya mendukung hal ini. Dikarenakan dirinya menilai hampir 7 tahun LAM Pekanbaru dilecehkan oleh LAM Riau. 

“Kami berharap dengan adanya LAM Riau yang diketuai Taufik Ikram dapat baik namun LAM Riau semakin hari semakin menurun perkembangannya. Apalagi dengan adanya AD ART yang baru. LAM Riau seenaknya saja mengangkat dan memberhentikan pengurus. Bila AD ART ini tidak dirubah saya yakin kabupaten kota lain akan berbuat seperti kami. Kalau masih dibuat seperti ini, kami sepakat membuat lembaga adat melayu tidak ada riaunya,” jelas Syahrizal Usman. 

Tokoh adat Melayu Kota Pekanbaru, H Aprizal Usman menegaskan Sudah hampir 7 tahun kami melayu asli Kota Pekanbaru merasa kecewa dengan kondisi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru setelah berjalannya waktu sepertinya kami melayu asli Pekanbaru merasa lembaga adat yang ada bukan milik Kota Pekanbaru. 

"Kami sepakat akan membentuk Lembaga Adat Melayu Kota Pekanbaru dalam waktu dekat dan akan di deklarasikan. Termasuk keberadaan gedung milik LAM Pekanbaru kami yang menguasai karena ini adalah perjuangan kami mulai dari membeli tanah, dan membangunnya. Kami juga minta Pemko merestui langkah kami ini," tegasnya. 

Disinggung terkait adanya penunjukan Datuk Muspidauan untuk melakukan Musdalub LAMR Kota Pekanbaru tahun 2023 oleh LAMR Provinsi Riau, dengan tegas Nasrun mengatakan pihaknya tidak mempedulikan hal tersebut. 

"Kami sebagai masyarakat adat Pekanbaru tak pedulikan itu lagi, terserah saja. Yang penting kami sebagai masyarakat adat Melayu Pekanbaru akan membentuk LAM Pekanbaru yang aslinya. Kami tak mau ikut campur soal itu," ungkap Nasrun menambahkan. 

Pada kesempatan tersebut dirinya juga menegaskan jika kantor LAM Pekanbaru yang beralamat di Jalan Senapelan dengan tegas disampaikan kalau kantor tersebut adalah milik mereka. 

"Untuk kantor yang di Jalan Senapelan itu punya LAM Pekanbaru ya. Proses pembangunan itu sudah sangat lama dari berapa tahun yang lalu. Jadi kami tegaskan itu adalah milik LAM Pekanbaru. Itulah yang akan kita bentuk lagi, kita kembalikan ke asal," pungkasnya. 

Untuk diketahui, kepengurusn LAMR Kota Pekanbaru terjadi dualisme yakni kepemimpinan Muspidauan yang terpilih melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) II yang digelar pada 24 Januari 2021 di Hotel Resty Menara, Pekanbaru. Berdasar Musdalub, Muspidauan memimpin LAMR Pekanbaru periode 2021-2026. 

Sedangkan hasil Musdalub LAMR Pekanbaru yang lain pada 4 Oktober 2021 menunjuk Datuk Dr Rizaldi Putra sebagai Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Pekanbaru. Sedangkan Ketua Majlis Kerapatan Adat (MKA), yaitu Datuk Dr Muhammad Syarullah. 

Sementara pada Desember 2022 lalu Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) versi Ketua Umum MKA Datuk Marjohan Yusuf, secara resmi memberikan Surat Keputusan (SK) kepada Dewan Pengurus Sementara (DPS) LAMR Kota Pekanbaru yang diketuai oleh Tengku Abdul Rahman. 

Untuk diketahui, Tengku Abdul Rahman saat ini merupakan ketua umum Ikatan Pemuda Pekanbaru periode 2020 - 2025. (*)


[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Daerah

Upacara Hari Koperasi Ke-79, H Paisal: Mari Kita Bangun Koperasi Modern dan Profesional

Senin, 13 Juli 2026 - 19:17:51 WIB

DUMAI (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Riau menggelar upacara me.

Daerah

Wawako Dumai Hadiri Hari Peringatan Anak Nasional di Inhu

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:01:17 WIB

INHU (RUANGRIAU.COM) - Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto didampingi istri Anik Sul.

Daerah

Dumai Raih WTP 2025, Sembilan Kali Beruntun dari BPK

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:57:58 WIB

DUMAI (RUANGRIAU.COM) - Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kota (Pe.

Daerah

DPRD Pekanbaru Soroti Ketidakhadiran Kepala OPD di Paripurna Laporan Reses

Selasa, 01 September 2026 - 11:08:54 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Rapat Paripurna DPRD Kota Pekanbaru dengan agenda pe.

Daerah

Karhutla Dekati Sumur Minyak BSP, Robi: Api di Selatan NEB#08 Berhasil Dipadamkan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:05:37 WIB

SIAK (RUANGRIAU.COM) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di sekit.

Daerah

Karhutla Makin Meluas, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:05:37 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melu.


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
16 Sekolah di Pekanbaru Dapat Rp17 Miliar untuk Revitalisasi
01 September 2026
DPRD Pekanbaru Soroti Ketidakhadiran Kepala OPD di Paripurna Laporan Reses
01 September 2026
Asap Karhutla Ancam Prestasi Anak hingga Penghasilan Rendah saat Dewasa
31 Agustus 2026
Mutasi Polri, Wakapolda dan Tiga Kapolres di Riau Berganti
31 Agustus 2026
Titik Api Nol, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
30 Agustus 2026
Karhutla Dekati Sumur Minyak BSP, Robi: Api di Selatan NEB#08 Berhasil Dipadamkan
28 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Rp10 Miliar untuk Beasiswa 2027
28 Agustus 2026
ISPA Meningkat Saat Udara Pekanbaru Memburuk, 177 Kasus Tercatat
27 Agustus 2026
Karhutla Makin Meluas, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat
27 Agustus 2026
Kabut Asap Karhutla, Ibu Hamil, Bayi hingga Lansian Jadi Perhatian Khusus
26 Agustus 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Karhutla Makin Meluas, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat
  • 2 Ratusan Pedagang Jalan Teratai Pekanbaru Mulai Direlokasi Pekan Ini
  • 3 Urus Dokumen Kependudukan Kini Bisa dari Rumah, Disdukcapil Pekanbaru Andalkan Sipenduduk dan LAGU
  • 4 DPRD Pekanbaru Dorong Pemerintah Cari Solusi Stabilkan Harga Ayam
  • 5 Kualitas Udara Bisa Dipantau Lewat Videotron di Rumah Dinas Gubernur
  • 6 Kabut Asap Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP Pekanbaru Belajar dari Rumah
  • 7 Pemko Pekanbaru Tanggung Penuh Biaya Domestik Haji, Agung Terima Penghargaan

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved