Pilihan
Hati-Hati di Jalan! Gagal Jaga Jarak Jadi Pemicu Utama Kecelakaan Mudik
JAKARTA (RUANGRIAU.COM) – Mudik Lebaran seharusnya menjadi perjalanan penuh kebahagiaan, tapi justru banyak yang berakhir tragis di jalan. Berdasarkan data kecelakaan dalam Operasi Ketupat 2022-2024, penyebab utama kecelakaan saat mudik ternyata bukan sekadar faktor kelelahan atau kendaraan bermasalah, melainkan gagal menjaga jarak aman.
Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono, mengungkap bahwa lebih dari 1.100 kecelakaan dalam tiga tahun terakhir terjadi akibat pengemudi tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.
"Ini yang paling utama. Gagal menjaga jarak menyumbang kecelakaan paling banyak, baik di jalan tol maupun jalan nasional," ungkapnya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Kecerobohan Pengemudi Jadi Faktor Utama
Selain gagal menjaga jarak, faktor kecerobohan lain juga menjadi penyebab utama kecelakaan. Tidak memperhatikan lalu lintas dari depan, seperti mengabaikan rambu atau persimpangan, menempati posisi kedua dengan 956 insiden.
Kemudian, ceroboh saat berbelok menyebabkan 553 kecelakaan, disusul pelanggaran aturan lajur sebanyak 442 insiden, dan melampaui batas kecepatan dengan 397 kecelakaan.
"Banyak yang tidak melihat rambu dengan baik. Seharusnya mereka lebih waspada, terutama di titik-titik rawan seperti simpangan dan tikungan," tegas Rivan.
Jam Rawan Kecelakaan: Menjelang Petang Jadi Waktu Paling Berisiko
Banyak yang mengira kecelakaan lebih sering terjadi pada malam hari. Namun, data menunjukkan bahwa periode paling rawan justru terjadi antara pukul 15.00 hingga 17.59, menyumbang 18% dari total kecelakaan.
Posisi kedua adalah pukul 09.00-11.59 (16%), diikuti pukul 18.00-20.59 (14%), dan pagi hari pukul 06.00-08.59 (13%).
"Menariknya, dugaan awal kami kecelakaan lebih banyak di malam hari. Ternyata fakta di lapangan berbeda—menjelang petang, pengemudi justru lebih tergesa-gesa ingin sampai di tujuan," jelas Rivan.
Jangan Tergesa-Gesa, Keselamatan Lebih Utama!
Dengan tingginya angka kecelakaan akibat kecerobohan, para pemudik diimbau untuk lebih waspada dan tidak terburu-buru di jalan. Menjaga jarak, mengikuti aturan lalu lintas, serta berkendara dengan tenang bisa menyelamatkan nyawa.
Mudik seharusnya membawa kebahagiaan, bukan duka. Jadi, lebih baik lambat asal selamat!
Berita Lainnya
Gerak Cepat 3 Jam, Polsek Mandau Bongkar Jaringan Sabu dari Pengguna hingga Bandar
BENGKALIS (RUANGRIAU.COM) - Dalam waktu kurang dari tiga jam, jajaran Polsek Man.
Polsek Bukit Raya Bersama Ayskar Theking dan XTC Bagikan Takjil di Simpang Tiga
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Semangat berbagi di bulan suci Ramadan terlihat di p.
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Bukitraya Cek Lahan Jagung Pipil di Marpoyan
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) – Polsek Bukitraya menunjukkan komitmennya dalam men.
Menegangkan: Polres Rohil Diserang OTK
TANAH PUTIH (RUANGRIAU.COM) - Suasana tegang tercipta di Mapolres Rokan Hilir (R.
Kejari dan PWI Pekanbaru Sepakat Perkuat Kolaborasi Edukasi Hukum untuk Masyarakat
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan I.
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kepolisian Resor (Polres) merespon surat yang telah .








