Pilihan
Timnas Indonesia Pegang Bola, Australia Pegang Skor: 1-5 yang Menampar
SYDNEY (RUANGRIAU.COM) - Timnas Indonesia tampak nyaman memegang bola, tapi Australia lebih nyaman menendangnya ke gawang. Lima kali Garuda kebobolan, satu gol hiburan tak cukup menutupi luka.
Bertanding di Sydney Football Stadium pada Kamis (20/3/2025), Timnas Indonesia mencatatkan 61% penguasaan bola, namun dominasi itu tak berarti banyak. Penalti yang gagal, pertahanan yang rapuh, dan efektivitas lawan menjadi kombinasi yang membuat kekalahan ini terasa menampar.
Padahal, skenario pertandingan bisa saja berbeda andai Kevin Diks sukses mengeksekusi penalti di menit ke-7. Tendangannya yang hanya membentur tiang menjadi titik balik.
Australia merespons dengan kejam. Martin Boyle membuka keunggulan lewat penalti di menit ke-18, disusul gol Nishan Velupillay hanya dua menit berselang. Jackson Irvine menutup babak pertama dengan gol ketiga yang semakin mempersulit situasi Garuda.
Indonesia berusaha bangkit di babak kedua, tapi Australia terlalu disiplin. Sementara Garuda mencari celah, Socceroos kembali menghukum lewat skema sederhana. Lewis Miller mencetak gol keempat di menit ke-61, sebelum Irvine menutup pesta dengan gol keduanya di menit ke-90.
Indonesia akhirnya mencetak gol hiburan melalui Ole Romeny di menit ke-84, debut manis dalam malam yang pahit.
Patrick Kluivert mengakui timnya telah berjuang, tapi kehilangan momentum setelah penalti yang gagal. "Kami bertarung seperti Singa, tapi kehilangan kepercayaan diri setelah itu," ujarnya.
Ole Romeny pun mengungkapkan kekecewaannya. "Senang bisa mencetak gol, tapi hasilnya mengecewakan. Setelah penalti itu, kami kehilangan kepercayaan diri, dan itu tidak boleh terjadi."
Di kubu lawan, Toni Popovic puas dengan efektivitas timnya. "Lima gol di kualifikasi Piala Dunia selalu menyenangkan," katanya.
Sementara itu, mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyoroti kelemahan dalam duel satu lawan satu dan set-piece. "Sangat disayangkan, tidak perlu sama sekali kebobolan gol dari set-piece," ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa keterbatasan waktu Patrick Kluivert dalam melatih bisa menjadi salah satu faktor.
Kekalahan ini menempatkan Indonesia di posisi keempat grup, tertinggal dari Arab Saudi meski sama-sama mengoleksi enam poin. Dominasi penguasaan bola tak berarti jika tidak bisa dikonversi menjadi kemenangan.
Jika Garuda ingin melangkah lebih jauh, bukan hanya penguasaan bola yang harus diperbaiki, tapi juga mentalitas, ketajaman di depan gawang, serta pertahanan yang lebih disiplin terutama dalam situasi bola mati. (*)
Berita Lainnya
Kampar Junior FA Wakili Riau di Piala Garuda Nasional, Terkendala Biaya Keberangkatan
BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU.COM) - Tim sepak bola usia dini Kampar Junior FA kemb.
Buka Turnamen Sepak Bola di Padang Luas, Misharti Ingin Jangan Sekadar Kompetisi, Tapi Ajang Pembinaan
TAMBANG (RUANGRIAU.COM) - Wakil Bupati Kampar Dr Hj Misharti menyampaikan harapa.
Sukses Tahun Lalu, Kampar Kembali Gelar Kejurnas Motoprix Region A Sumatera Seri 3 Riau 2026
BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU.COM) - Kabupaten Kampar kembali membuat gebrakan lewa.
PWI Dumai Borong Juara Domino dan Tenis Meja di HPN Riau 2026
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kontingen PWI Dumai tampil gemilang dalam rangkaian .
Tiga Atlet Dumai Siap Unjuk Gigi di Kejurnas Domino Bogor
BOGOR (RUANGRIAU.COM) - Tiga atlet terbaik asal Kota Dumai membawa harapan Riau .
Halal Bihalal Legend Voli Riau, Ajang Pererat Silaturahmi dan Kekompakan
PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan.








