• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Pendidikan

Asap Karhutla Ancam Prestasi Anak hingga Penghasilan Rendah saat Dewasa

Redaksi

Senin, 31 Agustus 2026 11:54:55 WIB
Cetak
Asap Karhutla Ancam Prestasi Anak hingga Penghasilan Rendah saat Dewasa

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Karhutla tak hanya mengancam kesehatan dan mengganggu aktivitas belajar anak saat bencana terjadi. Sejumlah penelitian menunjukkan, paparan kebakaran hutan dan asapnya dapat meninggalkan dampak jangka panjang, mulai dari menurunnya prestasi akademik hingga berpotensi memengaruhi penghasilan ketika mereka dewasa.

Temuan tersebut terungkap dalam sejumlah riset yang dilakukan di Australia dan Amerika Serikat. Anak-anak yang berada di wilayah dengan dampak karhutla lebih parah tercatat mengalami penurunan capaian akademik dibandingkan mereka yang tinggal di wilayah dengan dampak lebih ringan. Penelitian lain bahkan menemukan paparan asap saat jam sekolah berkaitan dengan penurunan skor tes bahasa Inggris dan matematika, yang dalam jangka panjang berpotensi berkaitan dengan penghasilan seseorang ketika dewasa.

Penelitian di Australia yang diterbitkan pada 2019 berjudul "Delayed disaster impacts on academic performance of primary school children" dalam jurnal Child Development milik Society for Research in Child Development.

Salah satu peneliti, Lisa Gibbs, mengatakan penelitian tersebut menganalisis performa akademik anak-anak yang terdampak karhutla selama empat tahun.

"Temuan ini menyoroti dampak akademik yang berlangsung dalam jangka panjang serta mengidentifikasi peluang penting bagi intervensi dalam sistem pendidikan agar anak-anak dapat mencapai potensi maksimal mereka," jelasnya, dikutip dari Science Daily.

Penelitian itu menggunakan data 24.642 siswa sekolah dasar di Victoria, Australia, yang terdampak kebakaran hutan Black Saturday pada Februari 2009. Peneliti membandingkan siswa dari sekolah yang mengalami dampak tinggi atau sedang dengan siswa di sekolah yang mengalami dampak rendah atau tidak terdampak.

Performa siswa kemudian dilihat melalui tes membaca, menulis, mengeja, berhitung, dan tata bahasa, dua dan empat tahun setelah kebakaran. Tes tersebut merupakan bagian dari National Assessment Program untuk mengukur perkembangan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Dalam analisisnya, peneliti juga mempertimbangkan berbagai kondisi yang dapat memengaruhi capaian akademik, seperti tingkat pendidikan orang tua, bahasa, budaya, kesehatan, kondisi keluarga, serta kemungkinan pengaruh dari lingkungan sekolah.

Hasilnya menunjukkan, peningkatan capaian akademik yang diharapkan dari kelas 3 ke kelas 5 dalam kemampuan membaca dan berhitung lebih rendah pada sekolah yang terdampak kebakaran parah. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan dampak signifikan terhadap perkembangan nilai menulis, mengeja, dan tata bahasa. Tidak ditemukan pula perbedaan berdasarkan jenis kelamin.

Para peneliti menjelaskan, pengalaman trauma pada masa awal kehidupan dapat memengaruhi keterampilan kognitif yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Setelah bencana, berbagai persoalan yang terus berlangsung di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat juga dapat mengurangi kesempatan anak untuk belajar secara optimal.

Penelitian tersebut tidak memasukkan siswa yang pindah sekolah antara kelas 3 dan kelas 5. Namun, peneliti mencatat keluarga yang kehilangan harta benda akibat bencana lebih mungkin berpindah tempat tinggal, sehingga anak-anak dalam kelompok tersebut juga berpotensi menghadapi gangguan terhadap proses belajar.

Riset Stanford: Asap Karhutla dan Penghasilan Masa Depan

Temuan mengenai dampak jangka panjang karhutla juga muncul dalam penelitian Stanford University pada 2022. Penelitian itu menunjukkan bahwa ketika asap kebakaran hutan mencemari lingkungan sekolah dan ruang kelas, dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan anak, tetapi juga kemampuan belajar dan potensi penghasilan mereka di masa depan.

Studi berjudul "Lower test scores from wildfire smoke exposure" tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Sustainability. Peneliti menganalisis data skor tes terstandar nasional selama delapan tahun dari hampir 11.700 distrik sekolah negeri yang mencakup enam jenjang kelas. Data tersebut kemudian dipadukan dengan estimasi paparan asap harian berdasarkan pengukuran satelit.

Hasil penelitian menunjukkan skor tes bahasa Inggris dan matematika menurun secara signifikan ketika siswa terpapar asap kebakaran hutan, bahkan pada tingkat paparan yang relatif rendah. Penurunan skor semakin besar seiring meningkatnya konsentrasi asap yang dihirup siswa.

Dampaknya hampir dua kali lebih besar ketika paparan asap terjadi selama jam sekolah dibandingkan saat akhir pekan. Penelitian juga menemukan dampak yang lebih besar pada siswa kelas tiga hingga lima dibandingkan siswa kelas enam hingga delapan.

Penulis utama studi, Jeff Wen, menjelaskan anak-anak yang lebih muda kemungkinan lebih rentan terhadap dampak asap karena sistem pertahanan paru-paru mereka masih berkembang dan memiliki laju pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan ukuran tubuhnya.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan pertahanan alami di paru-paru mereka masih dalam tahap perkembangan dan mereka memiliki laju pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ukuran tubuh mereka," jelas Wen, dikutip dari laman Stanford University.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat anak-anak lebih rentan terhadap dampak asap yang dapat memengaruhi kemampuan kognitif, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya melalui peningkatan risiko serangan asma yang dapat mengganggu proses belajar dan menyebabkan lebih banyak ketidakhadiran di sekolah.

Studi tersebut memperkuat bukti bahwa paparan polusi udara dapat memberikan dampak terhadap kemampuan kognitif anak.

"Meskipun skor tes merupakan ukuran kognisi yang tidak sempurna, skor tersebut merupakan tolok ukur umum untuk mengevaluasi pembelajaran siswa, dengan relevansi terhadap hasil dan peluang jangka panjang," tulis para peneliti.

Para peneliti juga mengacu pada studi sebelumnya yang memperkirakan adanya hubungan antara capaian tes akademik dengan penghasilan seseorang di masa depan. Berdasarkan perkiraan tersebut, mereka menghitung bahwa paparan asap kebakaran hutan yang dialami siswa di Amerika Serikat hanya dalam satu tahun, yakni pada 2016, berpotensi menurunkan total penghasilan masa depan secara nasional hingga hampir US$1,9 miliar. (*)


Sumber : DetikEdu /

[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Pendidikan

16 Sekolah di Pekanbaru Dapat Rp17 Miliar untuk Revitalisasi

Selasa, 01 September 2026 - 11:50:28 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Sebanyak 16 sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Pekan.

Pendidikan

Titik Api Nol, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka

Ahad, 30 Agustus 2026 - 20:08:31 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota.

Pendidikan

Pemko Pekanbaru Siapkan Rp10 Miliar untuk Beasiswa 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:31:25 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kesempatan mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota.

Pendidikan

Kabut Asap Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP Pekanbaru Belajar dari Rumah

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:30:51 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kabut asap yang membuat kualitas udara Pekanbaru mas.

Pendidikan

Agung Pastikan Tak Ada Lagi Ijazah Siswa Ditahan karena Tunggakan Biaya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:50:15 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Persoalan tunggakan biaya sekolah tidak boleh membua.

Pendidikan

Syahrul Aidi Pimpin Upacara HUT RI di Hayfalah Boarding School, Berikut Pesan Kemerdekaannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:50:15 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan .


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
16 Sekolah di Pekanbaru Dapat Rp17 Miliar untuk Revitalisasi
01 September 2026
DPRD Pekanbaru Soroti Ketidakhadiran Kepala OPD di Paripurna Laporan Reses
01 September 2026
Asap Karhutla Ancam Prestasi Anak hingga Penghasilan Rendah saat Dewasa
31 Agustus 2026
Mutasi Polri, Wakapolda dan Tiga Kapolres di Riau Berganti
31 Agustus 2026
Titik Api Nol, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
30 Agustus 2026
Karhutla Dekati Sumur Minyak BSP, Robi: Api di Selatan NEB#08 Berhasil Dipadamkan
28 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Rp10 Miliar untuk Beasiswa 2027
28 Agustus 2026
ISPA Meningkat Saat Udara Pekanbaru Memburuk, 177 Kasus Tercatat
27 Agustus 2026
Karhutla Makin Meluas, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat
27 Agustus 2026
Kabut Asap Karhutla, Ibu Hamil, Bayi hingga Lansian Jadi Perhatian Khusus
26 Agustus 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Kabut Asap Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP Pekanbaru Belajar dari Rumah
  • 2 Pemko Pekanbaru Tanggung Penuh Biaya Domestik Haji, Agung Terima Penghargaan
  • 3 HUT Ke-28, DPD PAN Pekanbaru Santuni Anak Yatim dan Hadirkan PANsar Murah
  • 4 Hafal Juz 30 Jadi Jalan ASN Pekanbaru Menuju Umrah
  • 5 BSP Perkuat Transformasi, Keandalan Operasi dan Ketahanan Bisnis melalui BCMS
  • 6 Tak Perlu Jauh ke MPP, Layanan Perizinan Pekanbaru Bakal Hadir di Kecamatan
  • 7 Empat Tahun Alih Kelola WK CPP, BSP Perkuat Integritas dan Transformasi untuk Menjawab Tantangan ke Depan

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved