• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Disebut Ida BLUD Dishub Cacat Hukum, Yuliarso Bilang Persyaratan Sudah Terpenuhi

Redaksi

Selasa, 16 Februari 2021 12:49:26 WIB
Cetak
Disebut Ida BLUD Dishub Cacat Hukum, Yuliarso Bilang Persyaratan Sudah Terpenuhi

RUANGRIAU.COM - Komisi I DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Bagian Hukum Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, dan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kota Pekanbaru, Senin (15/2) siang.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Krismat Hutagalung dihadiri anggota lainnya Ida Yulita Susanti SH MH, Firmansyah, Aidil Amri, Muhammad Isa Lahamid, dan Victor Parulian. Sementara dari pihak Pemko Pekanbaru dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Yuliarso.

Adapun rapat membahas terkait legalitas Penerapan Pengelolaan Keuangan (PPK) bersifat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru yang dinilai adanya indikasi cacat hukum.

Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Ida Yulita Susanti SH MH mengatakan bahwa pendirian penerapan BLUD belum legal alias cacat hukum karena Dishub belum memenuhi syarat sesuai yang tertera dalam Permendagri Nomor 79 tahun 2018, yakni untuk membentuk BLUD ada tiga persyaratan yang harus dilengkapi dan dipenuhi, diantaranya adalah substansi, administrasi, dan teknis.

"Dari tiga persyaratan ini kita sudah tanyakan apa saja yang Dishub miliki untuk menetapkan BLUD tersebut. Karena SK Walikota sudah ada di tahun 2019, yang mana UPTD parkir menerapkan pola BLUD, tetapi ternyata masih ada aturan yang belum dipenuhi," kata Ida.

Ida menyebut, Komisi I DPRD hanya memfokuskan pembahasan tentang masalah legalitas berdirinya penerapan BLUD yang dibuat oleh Dinas Perhubungan. "Jadi dari pertemuan tadi kita baru masuk wilayah kulit-kulitnya saja, dalam arti kata legalitas berdirinya penerapan BLUD tersebut ternyata mereka tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi BLUD," ujarnya.

Ida menyebut, saat ini Dinas Perhubungan hanya memiliki empat Perwako, yang pertama adalah Perwako Penyelenggaraan Perparkiran, Perwako kedua Layanan Tarif, dan ketiga terkait Tata Cara Kerjasama.

"Hanya tiga yang dimiliki, kalau empat itu maksudnya mereka memiliki Tata Cara Kerjasama mereka ada dua Perwako ada perubahan satu makanya jadi empat. Seharusnya untuk mendirikan BLUD itu ada lagi namanya Perwako Tata Kelola, Perwako Renstra yang menjadi RBA yang berlaku selama lima tahun. Renstra ini adalah induknya, karena Renstra akan menjadi RBA yang kemudian menjadi RKA, dan kemudian RKA menjadi RKPD yang kemudian menjadi DPA APBD," kata Ida Yulita menjabarkan secara detail.

Dilanjutkan Ida lagi, hal-hal yang tidak dimiliki Dishub menurut aspek hukum, kemudian persyaratan tidak terpenuhi berarti apa yang dilaksanakan oleh Dishub merupakan cacat hukum. Karena BLUD belum memenuhi persyaratan Permendagri Nomor 79 Tahun 2018.

"Kalau kita bicara legalitas, ini batal demi hukum karena persyaratan tidak cukup, kita tidak berbicara penunjukan pihak ketiga karena penunjukan pihak ketiga rumah besarnya harus legal dulu. Ketika sudah legal dilihat lagi kebijakannya sesuai aturan atau tidak. Penunjukan pihak ketiga juga tanpa Perwako, menurut Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 pengadaan barang dan jasa diatur oleh Perwako," ungkapnya.

Dengan melihat masih banyaknya pembahasan yang belum selesai diutarakan terkait polemik perparkiran tersebut, Komisi I DPRD Pekanbaru menjadwalkan kembali melakukan rapat bersama Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru.

Menanggapi polemik pengelolaan parkir, Kadishub Pekanbaru Yuliarso menyebut bahwa alasan pihaknya merubah tata pengelolaan parkir dari UPTD ke bentuk Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD yakni berawal dari banyaknya kebocoran dan persoalan perparkiran sehingga tidak tercapainya realisasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Jadi pola pengelolaan keuangan BLUD ini prinsipnya fleksibilitas dan bisa lebih profesional. Karena potensi pengelolaan parkir ini adalah sumber PAD sehingga apa yang menjadi sumber permasalahan itu salah satunya ya karena tidak tercapainya PAD secara maksimal. Banyak kekurangan dan juga kebocoran yang membuat tidak maksimalnya nilai retribusi parkir ini tidak bisa dipenuhi," jelasnya.

Saat ditanyakan adanya indikasi cacat hukum, Yuliarso menampik adanya dugaan hal tersebut yang dilakukan oleh pihaknya. Ia menyebut bahwa pihaknya tidak sembarangan membuat kebijakan regulasi parkir dengan sistem BLUD.

"Menurut kami, Permendagri itu sudah mengatur untuk pembentukan BLUD. Kita juga meminta BPKP untuk memberikan masukkan terkait BLUD ini. Jadi untuk persyaratan itu sudah terpenuhi, yang dimaksud dengan cacat hukum tadi tentu kita harus duduk bersama lagi, dimana letaknya. Tidak mungkin kita sembarangan karena perjalanan sudah cukup panjang, dan kita juga sudah bolak-balek ke Biro Hukum," katanya.

Diakui Yuliarso, bahwa dirinya telah melengkapi persyaratan untuk melakukan pembentukan PPK BLUD. Seperti syarat substantif, admistratif, dan teknis. Ia menyebut bahwa BLUD juga memiliki tim penetapan yaitu terdiri dari Walikota sebagai pengarahnya, Sekeetaris Daerah, Inspektorat, Bapenda, BPKAD, dan instansi teknis terkait.

"Kami sudah memenuhi syaratnya, jadi ketika ini sudah terpenuhi maka ini sudah bisa dikelola. BLUD ini hanya tata cara pengelolaan keuangannya, seperti analoginya di rumah sakit atau puskesmas, dan Trans Metro. Sehingga ini demi bisnis namanya. Semua aspek itu sudah kita lengkapi," pungkasnya. (*)


 Editor : RR1/Anto

[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Daerah

Upacara Hari Koperasi Ke-79, H Paisal: Mari Kita Bangun Koperasi Modern dan Profesional

Senin, 13 Juli 2026 - 19:17:51 WIB

DUMAI (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Riau menggelar upacara me.

Daerah

Wawako Dumai Hadiri Hari Peringatan Anak Nasional di Inhu

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:01:17 WIB

INHU (RUANGRIAU.COM) - Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto didampingi istri Anik Sul.

Daerah

Dumai Raih WTP 2025, Sembilan Kali Beruntun dari BPK

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:57:58 WIB

DUMAI (RUANGRIAU.COM) - Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kota (Pe.

Daerah

DPRD Pekanbaru Soroti Ketidakhadiran Kepala OPD di Paripurna Laporan Reses

Selasa, 01 September 2026 - 11:08:54 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Rapat Paripurna DPRD Kota Pekanbaru dengan agenda pe.

Daerah

Karhutla Dekati Sumur Minyak BSP, Robi: Api di Selatan NEB#08 Berhasil Dipadamkan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:05:37 WIB

SIAK (RUANGRIAU.COM) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di sekit.

Daerah

Karhutla Makin Meluas, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:05:37 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melu.


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
16 Sekolah di Pekanbaru Dapat Rp17 Miliar untuk Revitalisasi
01 September 2026
DPRD Pekanbaru Soroti Ketidakhadiran Kepala OPD di Paripurna Laporan Reses
01 September 2026
Asap Karhutla Ancam Prestasi Anak hingga Penghasilan Rendah saat Dewasa
31 Agustus 2026
Mutasi Polri, Wakapolda dan Tiga Kapolres di Riau Berganti
31 Agustus 2026
Titik Api Nol, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
30 Agustus 2026
Karhutla Dekati Sumur Minyak BSP, Robi: Api di Selatan NEB#08 Berhasil Dipadamkan
28 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Rp10 Miliar untuk Beasiswa 2027
28 Agustus 2026
ISPA Meningkat Saat Udara Pekanbaru Memburuk, 177 Kasus Tercatat
27 Agustus 2026
Karhutla Makin Meluas, Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat
27 Agustus 2026
Kabut Asap Karhutla, Ibu Hamil, Bayi hingga Lansian Jadi Perhatian Khusus
26 Agustus 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Urus Dokumen Kependudukan Kini Bisa dari Rumah, Disdukcapil Pekanbaru Andalkan Sipenduduk dan LAGU
  • 2 DPRD Pekanbaru Dorong Pemerintah Cari Solusi Stabilkan Harga Ayam
  • 3 Kualitas Udara Bisa Dipantau Lewat Videotron di Rumah Dinas Gubernur
  • 4 Kabut Asap Memburuk, Siswa PAUD hingga SMP Pekanbaru Belajar dari Rumah
  • 5 Pemko Pekanbaru Tanggung Penuh Biaya Domestik Haji, Agung Terima Penghargaan
  • 6 HUT Ke-28, DPD PAN Pekanbaru Santuni Anak Yatim dan Hadirkan PANsar Murah
  • 7 Hafal Juz 30 Jadi Jalan ASN Pekanbaru Menuju Umrah

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved