• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Travel

Ini Dia Gelombang Berikutnya yang Siap Menerjang Industri Pariwisata

Redaksi

Rabu, 26 Mei 2021 14:38:33 WIB
Cetak
Ini Dia Gelombang Berikutnya yang Siap Menerjang Industri Pariwisata
geliat wisatawan domestik dari masyarakat pendapatan menengah ke bawah seperti yang terjadi pada momen Idulfitri kemarin tidak memberi dampak signifikan

JAKARTA (RUANGRIAU.COM)- Industri pariwisata, yang masih dalam mode bertahan akibat terdampak pandemi, mesti bersiap-siap untuk menyambut kemungkinan datangnya hantaman gelombang baru setelah masyarakat menengah ke atas sebagai kontributor utama pemberi cuan diperkirakan menahan belanja untuk kebutuhan tersier. 

Hal tersebut diperkirakan terjadi setelah pemerintah berencana menaikkan tarif pajak penghasilan bagi wajib pajak berpenghasilan minimal Rp5 miliar per tahun dari 30 persen menjadi 35 persen. Rencana tersebut, akan membuat orang-orang kaya akan menahan belanja untuk kebutuhan pariwisata.

Baca Juga :
  • Pekantua Kampar, kerajaan Sumatera – Prov. Riau, kab. Pelalawan
  • Sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura Didirikan Pada Tahun 1723 M
  • Peninggalan Sejarah Agama Buddha di Riau, Candi Muara Takus

"Williningness to spend mereka akan tertahan karena pengeluarannya digunakan untuk menambal ongkos pajak pada masa depan. Sektor tersier seperti pariwisata pun akan menjadi sasaran pemangkasan belanja," ujar Ekonom Universitas Indonesia sekaligus Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi, Rabu (26/5/2021).

Menurutnya, rencana pemerintah tersebut akan mengacaukan ekspektasi kelompok menengah ke atas yang menguasai hampir 50 persen dari total keseluruhan konsumsi di Tanah Air menurut data World Bank.

Sayangnya, lanjut Fithra, rencana tersebut diumumkan oleh pemerintah pada saat kecenderungan konsumsi membaik.  

Hasil survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) mengindikasikan peningkatan kinerja secara bulanan pada Maret 2021. Tren penjualan eceran juga diperkirakan kembali membaik pada April 2021. 

Menurut data BI, indeks penjualan riil pada Maret 2021 tumbuh 6,1 persen secara bulanan, meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar -2,7 persen. Peningkatan tersebut pada seluruh subkelompok sandang, barang budaya dan rekreasi, dan bahan bakar kendaraan bermotor.

Masing-masing subkelompok mengalami pertumbuhan bulanan sebesar 8,4 persen untuk subkelompok sandang, 2,5 persen barang budaya dan rekreasi, serta 8,1 persen bahan bakar kendaraan bermotor. 

"Ketika ini diumumkan saat ini, tentunya akan mengacaukan ekspektasi kelompok menengah ke atas," kata Fithra. 

Dengan kata lain, momentum perbaikan konsumsi yang sedang berlangsung terdistraksi oleh rencana menaikkan tarif pajak tersebut. Hal ini tentunya akan memperburuk kondisi di industri pariwisata.

Pada masa pandemi, industri pariwisata bisa dikatakan masih berharap dari wisatawan domestik seiring dengan belum dibukanya pintu masuk bagi turis asing. 

Sementara itu, geliat wisatawan domestik dari masyarakat pendapatan menengah ke bawah seperti yang terjadi pada momen Idulfitri kemarin tidak memberi dampak signifikan, dan, belanja dari orang-orang kaya memang menjadi salah satu tumpuan bagi pemulihan ekonomi saat ini.

Namun, kondisi bisa saja tidak seburuk yang dibayangkan mengingat kemungkinan secara psikologis ada orang kaya yang menganggap berwisata adalah kebutuhan primer. 

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai rencana tersebut justru berpotensi meningkatkan penerimaan pajak sehingga memberikan ruang yang lebih luas kepada pemerintah dalam mengalokasikan anggaran untuk membantu pemulihan sektor industri terdampak pandemi, terutama pariwisata. 

"Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling urgen karena paling terdampak. Pemerintah tinggal mencari terobosan agar rencana tersebut bisa diiringi dengan penerimaan pajak yang maksimal. Bisa dilakukan melalui penerapan reward and punishment, serta memperkuat integritas pemerintah itu sendiri," ujarnya.


Sumber : bisnis.com /  Editor : Muhar

[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Travel

Tol Sicincin - Padang Gratis Selama Lebaran, Simak Aturannya!

Sabtu, 22 Maret 2025 - 22:14:07 WIB

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) – Kabar baik bagi pemudik yang melintasi Sumatera. PT .

Travel

Persiapan Mudik! Ini Daftar Tarif Tol Trans Sumatera untuk Lebaran 2025

Sabtu, 15 Maret 2025 - 12:04:04 WIB

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Musim mudik Lebaran sudah di depan mata! Bagi yang ber.

Travel

Diskon 20% Tarif Tol untuk Mudik Lebaran 2025, Cek Daftar Ruas dan Jadwalnya!

Selasa, 04 Maret 2025 - 22:42:23 WIB

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) –Kabar baik bagi pemudik! PT Jasa Marga dan PT Hutama .

Travel

7 Tempat Ngabuburit Seru di Pekanbaru, Biar Nggak Ngelamun Nunggu Bedug

Senin, 03 Maret 2025 - 13:16:57 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) – Pekanbaru panas? Iya. Perut kosong pas puasa? Juga.

Travel

Solo Traveling Makin Populer: Tidak Ada Indonesia, Ini Negara-Negara Favorit 2025

Ahad, 23 Februari 2025 - 23:02:05 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Perjalanan solo semakin populer di kalangan wisatawa.

Travel

Sumatera Bike Week: 500 Motor Besar dari Berbagai Provinsi dan Negara Kirab Bendera Merah Putih di Pekanbaru

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 10:44:49 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - 500 motor besar dari berbagai negara dan provinsi di.


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
Perkuat Kepastian Hukum, BSP Tandatangani MoU dengan Kejati Riau
30 Oktober 2026
Kunjungi Siak, Kapolda Riau Puji Keberanian Bupati Afni Membela Hak Daerah
30 Oktober 2026
Labkesmas Bengkalis Raih Akreditasi Utama, Siap Tingkatkan Mutu Pelayanan
29 Oktober 2026
Petakan Titik Rawan Banjir, Pemko Pekanbaru Siapkan Penanganan Teknis
29 Oktober 2026
Bupati Bengkalis Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Iskandar Hoesin
28 Oktober 2026
Awasi Pemutakhiran Data, Bawaslu Kampar Buka Ruang Diskusi bagi Parpol
27 Oktober 2026
Jadi Pemateri di KKP OSIS SMAN 1 Bangkinang Kota, Syawir Sampaikan Materi Pendidikan Pemilih Pemula
26 Oktober 2026
Kinerja BSP Terjaga, Keuangan Tetap Positif, Produksi Lampaui Target APBN, BSP Perkuat Strategi Keberlanjutan Operasi
26 Oktober 2026
Wawako Tinjau PTM Pekanbaru, Siswa Dibekali Masker dan Vitamin
19 Oktober 2026
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
17 Oktober 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Wawako Tinjau PTM Pekanbaru, Siswa Dibekali Masker dan Vitamin
  • 2 Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
  • 3 Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, BSP Gandeng Kejari Siak Melalui Kesepakatan Bersama
  • 4 Pemko Pekanbaru Targetkan 60 Km Jalan Mulus, 28 Km Masih Dikebut
  • 5 Perizinan Pekanbaru Raih Predikat Sangat Baik, Investasi Lampaui Target
  • 6 Kombes Ronny Riantoko Eppang Gantikan Muharman Arta sebagai Kapolresta Pekanbaru
  • 7 Asap Kembali Menyelimuti Pekanbaru, Sekolah Tatap Muka Dievaluasi

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved