• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Internasional
  • Ruang Bebas
  • Nasional
  • Politik
  • Hukrim
  • Sport
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • More
    • Tekno
    • Mom & Kids
    • Hiburan
    • Kesehatan
    • Travel
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
Pilihan
Aktivasi Siskamling, Bima Arya "Ronda" Bareng Wali Kota Bandung
Harga Beras Mulai Ada Penurunan di Banyak Daerah
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem, Mendagri Tekankan Bantuan ke Masyarakat Harus Tepat Sasaran
Dinas Koperasi Kampar: 50 Persen Lahan Sawit yang Diserahkan PT Ciliandra ke Koperasi Siabu Tidak Layak
Ini Respon Kasat Lantas Polres Kampar, Terkait Keresahan Masyarakat Desa Siabu Terhadap Mobil Perusahaan Melebihi Tonase

  • Home
  • Kesehatan

Program MBG Diperlukan di Tengah Tantangan Ekonomi

Redaksi

Sabtu, 07 Februari 2026 11:54:49 WIB
Cetak
Program MBG Diperlukan di Tengah Tantangan Ekonomi

JAKARTA (RUANGRIAU.COM) - Program makan bergizi gratis (MBG) diperlukan di tengah dinamika ekonomi global yang tidak terprediksi karena merupakan intervensi sosial yang fundamental bagi masa depan bangsa.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif di lembaga penelitian Kiprah, Fakhrido Susilo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Dia mengakui munculnya berbagai pendapat terkait program tersebut seperti kebijakan ini baik karena menunjukkan negara hadir memenuhi tanggung jawabnya dalam memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat atau sebaliknya menganggap sebagai pemborosan anggaran di tengah dinamika ekonomi yang belum menentu.

Menurutnya, dinamika ekonomi global tidak hanya dirasakan Indonesia, seluruh negara di dunia seperti India, Brasil, dan Amerika juga mengalami, tetapi tetap ada tanggung jawab sosial negara yang harus dipenuhi dan mereka tidak menghentikan program midday meal-nya.

"Saya pikir ada banyak instrumen kebijakan yang bisa ditawarkan pemerintah untuk bisa memitigasi atau mengatasi dinamika ekonomi, tanpa harus mengorbankan MBG," ujar Fakhrido. 

Fakhrido juga melihat fenomena orangtua Indonesia yang bisa bekerja pagi, siang, hingga malam karena memiliki lebih dari satu profesi, sehingga membuat perhatian terhadap gizi anak sering terabaikan.

"Adanya MBG justru meringankan beban orang tua, memastikan anak mendapatkan asupan berkualitas tanpa mengganggu produktivitas kerja mereka," ujar Dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik President University itu. 

Menurutnya, nutrisi yang ditawarkan MBG bukan sekadar urusan perut kenyang, melainkan pembentuk kemampuan berpikir. Intervensi di level pendidikan tinggi tidak akan sukses jika fondasi gizi pada usia dini rapuh.

Lanjutnya, tanpa gizi yang baik, skor PISA (Program for International Student Assessment) Indonesia akan sulit bersaing, dan target Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi angan-angan.

Namun demikian, Fakhrido mendorong aspek efisiensi anggaran MBG bisa lebih baik lagi. Pemerintah diharapkan melakukan studi komparatif agar tata kelola (governance) program ini bisa ditekan biayanya tanpa mengurangi kualitas gizi. 

Pemerintah, lanjutnya, perlu menggandeng lembaga penelitian independen untuk melakukan impact evaluation. Apakah MBG benar-benar meningkatkan angka kehadiran sekolah, efektif menaikkan skor IQ anak atau berdampak langsung pada UMKM dan koperasi lokal, sekaligus studi komparatif dengan program serupa dengan efisiensi tinggi seperti India dan Brasil.

"Menurut saya, selama ini studinya sangat kurang terkait MBG ini. Belum banyak yang melakukan," katanya. 

Dia menegaskan, tanpa data dan riset yang kuat, kebijakan ini akan terus dihantui kontroversi, namun sebagai sebuah investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia Indonesia, MBG adalah langkah berani yang layak dikawal bersama.

Sementara itu, pakar kesehatan dr Rita Ramayulis, DCN, M Kes menilai MBG adalah solusi konkret pemerintah dalam menjawab kekhawatiran atas semakin jauhnya akses anak-anak terhadap makanan bergizi. "Sekaligus, apabila dimaksimalkan akan mampu menggerakkan perekonomian melalui olahan pangan lokal," katanya.

Kehadiran program MBG, tambahnya, sebenarnya untuk mendekatkan dan memudahkan akses ke makanan bergizi. Salah satu kunci keberhasilannya adalah diversifikasi menu, oleh karena itu agar program ini tidak hanya berorientasi pada menu tunggal seperti ayam goreng, telur, tahu, dan tempe semata.

Penggunaan pangan lokal, menurut dia, sebagai strategi untuk menjaga stok pangan keluarga, sekaligus menggerakkan ekonomi akar rumput sekaligus menjadi kunci efisiensi anggaran yang selama ini menjadi perdebatan publik.

"Kalau kita fokus pada pangan lokal, aneka ragam pangan anak meningkat, lapangan pekerjaan dan pendapatan penduduk pun tentu ikut naik. Jadi efek ekonominya nyata," ujarnya. (*)


Sumber : Antara /

[ Ikuti RuangRiau.com ]


RuangRiau.com

Berita Lainnya
+INDEKS
Kesehatan

Musim Pancaroba Tiba: Ini Alasan Tubuh Butuh Asupan Zinc dan Vitamin B6 Harian

Rabu, 30 September 2026 - 12:08:55 WIB

KETAHUI penyebab tubuh mudah lelah dan lemas saat cuaca tak tentu. Simak penting.

Kesehatan

3.425 Anak di Pekanbaru Belum Pernah Imunisasi, Dinkes Pekanbaru Siapkan Percepatan

Selasa, 15 September 2026 - 19:34:12 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Sebanyak 3.425 anak usia 0–2 tahun di Kota Pekanba.

Kesehatan

ISPA Meningkat Saat Udara Pekanbaru Memburuk, 177 Kasus Tercatat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:42:16 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Penurunan kualitas udara di Kota Pekanbaru mulai dii.

Kesehatan

Kasus Suspek Dengue di Pekanbaru Naik Jadi 42, Dinkes Perkuat Kewaspadaan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:13:30 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU COM) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat ken.

Kesehatan

Stok Obat Malaria di Rohil Aman, Pasien Diminta Tak Hentikan Pengobatan

Jumat, 07 Agustus 2026 - 11:45:24 WIB

BAGANSIAPIAPI (RUANGRIAU.COM) - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rokan Hilir (.

Kesehatan

Pemko Pekanbaru Perkuat Perang Lawan TB, CKG Dipercepat hingga Sekolah dan Kampus

Kamis, 06 Agustus 2026 - 14:05:01 WIB

PEKANBARU (RUANGRIAU.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat dukunga.


Tulis Komentar
+INDEKS


Terkini
+INDEKS
Herry Heryawan Tinggalkan Kursi Kapolda Riau, Dipercaya Jadi Kabaharkam Polri
03 Oktober 2026
Musim Pancaroba Tiba: Ini Alasan Tubuh Butuh Asupan Zinc dan Vitamin B6 Harian
30 September 2026
Dari Bengkel Pelatihan BSP, Pemuda Desa Menatap Dunia Kerja
30 September 2026
Riau Nihil Karhutla, Kabut Asap Kembali Selimuti Sejumlah Daerah
29 September 2026
63 Pejabat Pemko Pekanbaru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
29 September 2026
Jelang Pleno PDPB Triwulan III, Bawaslu Kampar Imbau Masyarakat dan Parpol Tentang Data Pemilih 2026
28 September 2026
PT BSP Tuntaskan Rehabilitasi DAS Seluas 772 Hektare di Taman Nasional Tesso Nilo
28 September 2026
Jelang Musim Hujan, Pemko Pekanbaru Prioritaskan Rumbai
26 September 2026
Pemko Pekanbaru Luncurkan MPP Mini, Layanan Perizinan Makin Dekat
23 September 2026
PT BSP Komitmen Perkuat Mitigasi Banjir, Normalisasi Kanal Siak - Buton Dimulai Sepanjang 10 Km
23 September 2026
Terpopuler
+INDEKS
  • 1 Jelang Musim Hujan, Pemko Pekanbaru Prioritaskan Rumbai
  • 2 Pemko Pekanbaru Luncurkan MPP Mini, Layanan Perizinan Makin Dekat
  • 3 PT BSP Komitmen Perkuat Mitigasi Banjir, Normalisasi Kanal Siak - Buton Dimulai Sepanjang 10 Km
  • 4 Bawaslu Kampar Ingatkan Parpol Tentang Pemutakhiran Data dan Jangan Tunggu Tahapan
  • 5 BSP Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal melalui Pelatihan dan Sertifikasi Juru Las 3F
  • 6 Pemko Pekanbaru Telusuri Tiga Persoalan Batas Kelurahan
  • 7 Langgar Aturan Keimigrasian, WN Malaysia Dideportasi dari Pekanbaru

Ikuti Kami


Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

RuangRiau.com©2020 | All Right Reserved